• Home
  • 26 Januari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 26 Januari 2009

    Cerita Para Pandai Besi

    Pendekar-pendekar Besi Nusantara: Kajian Antropologi tentang Pandai Besi Tradisional di Indonesia
    Penulis: Stanley Ann Dunham
    Penerbit: PT Mizan Pustaka, Bandung
    Terbit: November 2008, cetakan I
    Halaman: 219

    TENTU seorang perempuan istimewa telah melahirkan Barack Obama-presiden kulit hitam pertama Amerika Serikat. Dan buku ini memperlihatkan satu sisi perempuan berkulit putih yang bernama Stanley Ann Dunham itu.

    Ann yang sesungguhnya ibunda Obama itu selalu tertarik pada hal-hal asing, jauh dari asal-usulnya sebagai perempuan Amerika. Ia terpukau dan jatuh hati pada kehidupan dan budaya Indonesia, tempat ia melewatkan waktunya pada awal 1970-an dan akhir 1980-an.

    Buku ini terbit pertama kali pada 1992, tiga tahun sebelum Ann meninggal karena kanker. Peasant Blacksmithing in Indonesia: Surviving and Thriving Against All Odds merupakan ringkasan disertasi doktoral setebal 800 halaman di University of Hawaii, Manoa. Terjemahan buku yang memotret kehidupan pandai besi tradisional Jawa ini terbit dua bulan sebelum Obama dilantik.

    Ann-kemudian dikenal sebagai Ibu Soetoro, setelah menikah dengan Lolo Soetoro-gemar turun ke desa. Penelitian tentang pandai besi ini ia lakukan di Desa Kajar, Kabupaten Gunung Kidul, Yogyakarta, pada 1988. Ann sangat menghormati aturan dan tabu masyarakat setempat. Ia misalnya meminta seorang teman masuk ke tungku (dapur pengolahan biji besi) karena perempuan dilarang masuk ke sana.

    Dalam sejarah Nusantara, terutama Jawa, pandai besi memiliki dimensi ekonomi, teknologi, dan kultural-berhubungan dengan ilmu kebatinan. Dalam bukunya, Ann berkenalan dengan dua empu keris sepuh dari desa. Dari situlah ia kian paham bahwa seorang pandai besi menggambarkan situasi anomali yang menarik.

    Di balik status sosialnya yang rendah, merujuk pada keterangan Profesor Koentjaraningrat tentang pandai besi, Ann menunjukkan kesakralan posisi pandai besi-memiliki sifat keramat. Ann menduga mungkin saja para pandai besi di desa-desa di Yogyakarta itu keturunan pandai besi yang dulunya orang kuat di istana. Mereka menyebar ke desa-desa setelah Majapahit runtuh.

    Buku ini jadi menarik karena perlawanan Ann terhadap teori J.H. Boeke, ekonom Belanda yang menulis tesis di Universitas Leiden pada 1910. Sebelum datang ke Hindia Belanda, Boeke menulis soal karakterisasi negatif orang pedesaan. Industri tidak menjadi denyut nadi kehidupan pedesaan dan, kalaupun ada, hanya menghasilkan uang yang sangat kecil.

    Ann menilai Boeke keliru dalam melihat perkembangan industri dan usaha yang menghasilkan uang di pedesaan. Apalagi hingga 1870-an negeri Belanda sendiri belum mengenal mesin untuk mengerjakan industri keramik dan perkayuan mereka.

    Ann juga mencela Clifford Geertz, yang mengiyakan Boeke serta memetakan kondisi dan masyarakat Indonesia masa kini dalam Agricultural Involution (1963). Ann menolak Geertz, yang menyebut Jawa sebagai "antologi peluang yang terlepaskan"-pandangan yang dianggapnya menguatkan persepsi bahwa orang pedesaan itu pemalas.

    Ann sangat menjiwai dunia pandai besi. Ia menjelaskan secara mendalam struktur tenaga kerja, upah, bagaimana buruh perempuan dan anak-anak ikut membesarkan industri ini, serta kendala yang dihadapi. Dengan fasih Ann menjelaskan mengapa industri besi di Jawa sangat terpengaruh oleh kualitas arang dan membandingkannya dengan pandai besi Minangkabau yang menyiasatinya dengan batu bara untuk pembakaran.

    Yang unik, Ann juga menggunakan istilah "petani pandai besi". Ann beralasan petani tidak hanya digunakan untuk menjelaskan terminologi yang berhubungan dengan aktivitas agraris. Meski tidak dilengkapi penelitian lebih dalam mengapa industri besi di Nusantara punya daya tahan luar biasa terhadap gempuran zaman, buku Ann ini membuka mata tentang perajin besi, industri tua dan turun-temurun yang terlupakan.

    Angela Dewi


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Cerita Para Pandai Besi

Seni Rupa

Patung Tak Sekadar Mengisi Ruang

Dari Banji hingga Kursi Candu

Album

PENGANGKATAN
Heri Sunaryadi

Catatan Pinggir

Badri

TEMPO|interaktif

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif