TOKOH terjun payung nasional asal Jawa Barat, Johny Nasution, 56 tahun, meninggal di Rumah Sakit Sentosa Internasional, Bandung, Rabu pekan lalu, akibat kanker hati. Jenazah almarhum disemayamkan di rumah duka di Jalan Linggawastu, kemudian dimakamkan keesokan harinya di pemakaman umum Cikutra, Bandung. Almarhum meninggalkan seorang istri dan tiga anak.
Semasa hidupnya, Johny sempat tampil di Olimpiade dan kejuaraan dunia terjun payung nomor ketepatan mendarat. Dia sempat mendapat penghargaan dari Kerajaan Arab Saudi dan orang Indonesia pertama yang mendapat lisensi internasional sebagai kamerawan terjun payung.
MENINGGAL
Omar Hashem Assegaf
DOKTER dan tokoh intelektual Islam Omar Hashem Assegaf, 74 tahun, meninggal di Rumah Sakit MMC Kuningan, Jakarta, Sabtu dua pekan lalu. Dokter lulusan Universitas Padjadjaran, Bandung, itu meninggal karena penyakit liver, paru-paru, dan tumor ganas.
O. Hashem, begitu ia biasa dipanggil, semasa hidupnya telah menulis lebih dari 15 buku tentang sejarah dan Islam. Keesaan Tuhan, Menaklukkan Dunia Islam, Marxisme dan Agama, serta Saqifah: Awal Perselisihan Umat-sekadar contoh. Bukunya Perkawinan Nabi dengan Aisyah: Kritik untuk Syekh Puji baru akan terbit pada pertengahan Februari ini.
PELANTIKAN
Sarwoto Atmosutarno
SARWOTO Atmosutarno, 51 tahun, diangkat sebagai Direktur Utama PT Telkomsel, menggantikan Kiskenda Suriahardja. Serah-terima jabatan berlangsung pada Kamis pekan lalu, di gedung Graha Citra Caraka, Jakarta.
Sebelumnya, Sarwoto adalah Executive General Manager Division Infrastructure Telecommunication PT Telekomunikasi Indonesia Tbk. (TLKM). Sedangkan Kiskenda selanjutnya akan menjabat staf ahli Direktur Utama Telkom.
PENGUKUHAN
Taufiq Ismail dan Taufik Abdullah
UNIVERSITAS Indonesia memberikan gelar doktor honoris causa kepada penyair Taufiq Ismail, 73 tahun, dan sejarawan Taufik Abdullah, 73 tahun. Gelar kehormatan tersebut diberikan Sabtu pekan lalu di Balairung Universitas Indonesia, Depok.
Taufiq Ismail mendapat gelar di bidang sastra, sedangkan Taufik Abdullah di bidang sejarah.
PENGHARGAAN
Heri Juanda
FOTOGRAFER asal Nanggroe Aceh Darussalam, Heri Juanda, 20 tahun, meraih anugerah Foto Jurnalistik Terbaik Tempo 2008 lewat karyanya yang berjudul Mimpi Buruk Rafi. Penghargaan itu diserahkan Corporate Chief Editor Tempo Bambang Harymurti di Pacific Place, Jakarta, Kamis pekan lalu. Herry menampilkan esai foto tentang seorang anak dari sebuah keluarga korban tsunami yang mengalami kekurangan gizi.
"Karena faktanya, pemerintah menjadikan rakyat seperti permainan yoyo. Dibikin naik-turun, dilempar ke sana-kemari, membuat rakyat semakin tidak menentu hidupnya."
-Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri di Surakarta, Selasa pekan lalu, mengkritik pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono.
"Itu suatu kekonyolan. Lembaga agama tidak perlu mengatur tindakan berpolitik."
-Pengamat politik senior Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia, Syamsuddin Haris, di Jakarta, Senin pekan lalu, menanggapi keluarnya fatwa haram golput oleh Majelis Ulama Indonesia.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
