• Home
  • 02 Februari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Tata Kota
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
    • Kuliner
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 02 Februari 2009

    MOMEN

    SRI LANKA
    Macan Tamil Tak Berkutik

    WILAYAH kekuasaan gerilyawan Macan Pembebasan Tamil Eelam terus menciut. Sejak pemerintah Sri Lanka melancarkan serangan bertubi-tubi ke berbagai basis pertahanan mereka tahun lalu, sekitar 90 persen wilayah yang diduduki Macan Tamil terlepas.

    Terakhir, Kota Mullaittivu jatuh ke tangan pemerintah pekan lalu. "Ini kemenangan yang sudah lama kami nantikan. Setelah 12 tahun mereka duduki, Kota Mullaittivu akhirnya bisa kami rebut kembali," ucap Panglima Angkatan Darat Letnan Jenderal Sarath Fonseka.

    Namun sukses tersebut harus dibayar mahal. Selama pertempuran sengit berlangsung, ribuan orang, termasuk anak-anak, terjebak di wilayah konflik. Beberapa di antaranya tewas tertembak. Macan Tamil menuduh pasukan pemerintah sengaja menembaki warga sipil. Sebaliknya, pemerintah Sri Lanka menuding gerilyawan Macan Tamil berlindung di balik warga sipil.

    AFGANISTAN
    Pemilihan Presiden Diundur

    DENGAN alasan keamanan dan kesiapan logistik, pemilihan presiden Afganistan terpaksa diundur. Mulanya pemilihan akan berlangsung pada akhir Mei, tapi lantaran minimnya jumlah pemilih dan tak adanya tenaga pengawas kompeten pemilihan tersebut, akhirnya diundur hingga 20 Agustus mendatang.

    Lima tahun masa pemerintahan Presiden Hamid Karzai berakhir tahun ini. Ia terpilih menjadi presiden dalam pemilu Desember 2004, yang berlangsung damai. Namun, sejak itu, gerilyawan Taliban melancarkan serangkaian serangan terhadap pusat pemerintahan, terutama di bagian timur dan selatan Afganistan. Itu sebabnya pemilihan kali ini dianggap sangat krusial.

    Rabu pekan lalu, pasukan koalisi pimpinan Amerika Serikat mengklaim telah menewaskan empat gerilyawan Taliban. Baku tembak terjadi saat pasukan koalisi melancarkan operasi di Provinsi Zabul. Dalam waktu dekat, Amerika Serikat akan menambah tiga brigade pasukannya di sana.

    IRAN
    Teheran Siap Berunding

    TERPILIHNYA Barack Obama sebagai Presiden Amerika Serikat membuat ketegangan di Timur Tengah sedikit mengendur. Teheran pun menyatakan siap berunding dan memperbaiki hubungan dengan Washington, seperti yang dinyatakan Menteri Luar Negeri Manouchehr Mottaki pada Jumat pekan lalu.

    Menurut Mottaki, Presiden Obama harus berani mengakui adanya kegagalan dalam pemerintahan George Bush. "Amerika perlu perubahan karena dunia telah berubah dengan cepat," katanya. "Karena itu, kerangka berpikir dalam menciptakan perdamaian pun harus lebih realistis."

    Sebelumnya, Presiden Iran Mahmud Ahmadinejad mendesak Amerika Serikat menarik semua pasukannya di seluruh dunia sebagai bukti janji Obama dalam melakukan perubahan. Obama sendiri, dalam wawancara dengan stasiun televisi Al-Arabiyah, mengaku siap berunding dengan Iran.

    THAILAND
    Pengungsi Burma Diusir

    PEMERINTAH Thailand kini bertindak tegas terhadap pengungsi dari Burma. Tak jarang pengungsi diperlakukan secara tak manusiawi. Para pendatang yang baru berlabuh menggunakan perahu ditarik kembali ke tengah laut. Namun, menurut otoritas setempat, mereka dibekali makanan secukupnya.

    Bagi yang sudah telanjur datang, pemerintah Thailand menjatuhkan denda US$ 30. Alasannya, mereka masuk secara ilegal. Sebelum mampu membayar, pengungsi yang kebanyakan etnik Rohingya itu terpaksa ditahan di penjara Provinsi Ranong.

    Akhir-akhir ini Thailand kebanjiran pengungsi dari Burma. Sekitar 20 ribu pengungsi menetap di sana. Pekan ini, 78 pengungsi akan diserahkan ke polisi imigrasi untuk dideportasi. Namun tidak diketahui ke mana para pengungsi tersebut akan dipulangkan.

    KUBA
    Minta Guantanamo Dikembalikan

    BEKAS orang terkuat di Kuba, Fidel Castro, menyerukan Presiden Amerika Serikat Barack Obama mengembalikan pangkalan militer Amerika di Guantanamo ke pemerintah Kuba tanpa syarat. "Mempertahankan pangkalan militer di Kuba tak sesuai dengan keinginan rakyat," kata Castro, yang kini sakit-sakitan.

    Kuba meminjamkan Guantanamo untuk jangka waktu tak terbatas kepada Amerika pada 1903. Namun, menurut Castro, Amerika telah mengambil wilayah itu secara ilegal. Presiden Venezuela Hugo Chavez mendukung ide Castro. Ia mendesak Amerika mengembalikan Guantanamo menyusul rencana Obama menutup kamp konsentrasi di sana.

    Dalam kesempatan pertamanya sebagai presiden, Obama menyatakan keinginannya melihat hubungan Amerika dan Kuba kembali normal. Namun ia tidak akan mencabut embargo perdagangan terhadap Kuba, yang sudah berlangsung 46 tahun, jika tidak ada reformasi politik di negeri komunis itu.

    KOREA SELATAN
    Pyongyang Gertak Seoul

    KOREA Utara menyatakan akan memutuskan semua perjanjian yang telah disepakati dengan Korea Selatan selama ini. Menurut Komite untuk Penyatuan Korea, seperti dikutip kantor berita Korea Utara, KCNA, tak ada jalan untuk memperbaiki atau mengembalikan hubungan kedua negara.

    "Hubungan buruk antara dua Korea semakin mendekati kenyataan akan terjadinya perang," demikian pernyataan komite tersebut. Namun para pengamat melihat ancaman ini sebagai upaya Korea Utara menarik perhatian Presiden Barack Obama dalam menyelesaikan masalah di Semenanjung Korea.

    Presiden Korea Selatan Lee Myung-bak menanggapi dingin pernyataan Korea Utara tersebut. Menurut pihak kepresidenan, tak ada gunanya mende-ngarkan seruan Korea Utara yang bermotifkan politik itu.

    Firman Atmakusuma (BBC, CNN, AFP, AP)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Memamerkan Isi Kamar

Buku

Misteri Lelaki Setengah Dewa

Album

MENINGGAL
Johny Herman Nasution

Kuliner

Bahan Baik, Produk Buruk

Catatan Pinggir

Potret

TEMPO|interaktif

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif