• Home
  • 02 Februari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Tata Kota
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
    • Kuliner
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 02 Februari 2009

    Info Hidup Sehat

    Cukup Sprint 30 Detik

    Ini kabar gembira bagi Anda yang supersibuk dan tidak punya waktu berolahraga. Menurut penelitian terbaru Universitas Heriot-Watt, Edinburgh, Inggris, daripada harus berjam-jam berolahraga di pusat kebugaran, lebih baik melakukan sprint di sepeda latihan selama 4x30 detik-masing-masing dengan interval beberapa detik-tiga kali seminggu. Menurut penelitian yang dilakukan James Timmons, profesor dari universitas tersebut, olahraga singkat tersebut bisa memperbaiki fungsi insulin hingga 23 persen. Dengan kata lain, kegiatan ini dapat mencegah diabetes dan serangan jantung. "Aktivitas ini dapat menurunkan kadar glikogen," katanya.

    Namun Victoria King dari lembaga riset diabetes mengingatkan, tes tersebut hanya dilakukan pada sekelompok kecil orang muda tanpa diabetes.

    Gen Menentukan Popularitas

    Bila Anda merasa sulit bergaul, lihatlah garis keturunan Anda. Mungkin orang tua, kakek, atau nenek Anda memang pemalu, sulit mencari teman. Menurut penelitian terbaru dari University of California San Diego dan Harvard Medical School, popularitas seseorang bukan ditentukan faktor genetis.

    Peneliti memperoleh kesimpulan tersebut setelah mengkaji data 1.110 kembar fraternal (tidak berasal dari satu sel telur) dan identik. Kembar fraternal hanya memiliki setengah bagian gen sama, kembar identik memiliki gen sama total. Peneliti menemukan lingkungan pergaulan kembar identik sama persis.

    Sedangkan kembar non-identik ternyata tidak bergaul di kalangan dan memi-liki teman yang sama. Salah satu di antara saudara kembar fraternal bisa lebih populer dibanding yang lain. Penyebabnya, menurut pe-nelitian yang dipublika-si-kan di Proceeding of the National Academy of Sciences adalah faktor keturunan.

    Mengurangi Kalori Meningkatkan Daya Ingat

    Orang tua lebih baik tidak makan terlalu banyak. Tidak ada maksud buruk dari pernyataan tersebut. Sebab, menurut penelitian Universitas Munster, Jerman, mengurangi jumlah kalori makanan sehari-hari di kalangan orang lanjut usia dapat meningkatkan daya ingat.

    Penelitian yang dimuat di jurnal Proceeding Aca-demy of Sciences terbaru ini melibatkan 50 orang di usia rata-rata 60 tahun. Mereka dibagi dalam tiga kelompok. Yang pertama diberi makanan diet seimbang dengan jumlah ka-lori normal; makanan mengandung lemak tak jenuh seperti pada ikan dan minyak zaitun namun tetap dengan jumlah kalori normal; makanan dengan jumlah kalori yang dikurangi. Hasilnya, setelah tiga bulan, kelompok dengan makanan rendah ka-lori menunjukkan peningkatan ke-mampuan daya ingat. Kondisi fisik mereka juga membaik karena kadar -insulin menurun.

    Satu pesan: jangan melakukan penurunan asup-an kalori pada orang tua tanpa konsultasi pada ahlinya.

    Waspadai Benturan Kecil di Kepala

    Jangan sepelekan benturan-benturan kecil di kepala selama masa kanak-kanak dan remaja. Sebab, menurut penelitian terbaru yang dimuat di jurnal Brain, bila kepala sering terbentur ringan, dampaknya baru muncul sekitar 30 tahun kemudian. Akibat yang terjadi bisa berupa penurunan daya ingat, kelambanan bereaksi terhadap kejadian (stimulus) yang tak terprediksi, dan penurunan kemampuan m-engontrol gerak tangan. Namun semua dampak itu tidak sampai mempengaruhi kegiatan sehari-hari. Mereka tetap bisa hidup normal di hari tua.

    Penelitian dilakukan terhadap 40 orang mantan atlet berusia 50 hingga 60 tahun, yang 19 di antaranya memiliki sejarah mengalami beberapa kali benturan ringan di kepala. Para peneliti dari Universitas Montreal, Kanada, melakukan tes terhadap para responden tersebut. Hasilnya, seperti sudah disebutkan di atas, orang yang di masa mudanya sering mengalami benturan ringan akan menuai akibatnya sekitar 30 tahun kemudian. Memang, dampaknya tidak meng-arah pada alzheimer atau parkinson. "Penelitian ini menarik untuk dilanjutkan, agar bisa dilihat apakah dampak tersebut akan berkembang," kata Luke Griggs, dari Headway, lembaga sosial yang menangani luka akibat benturan di kepala. n


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Memamerkan Isi Kamar

Buku

Misteri Lelaki Setengah Dewa

Album

MENINGGAL
Johny Herman Nasution

Kuliner

Bahan Baik, Produk Buruk

Catatan Pinggir

Potret

TEMPO|interaktif

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif