• Home
  • 02 Februari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Tata Kota
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
    • Kuliner
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 02 Februari 2009

    Surat Pembaca

    Tanggapan Kedutaan Yordania

    KAMI ingin menanggapi tulisan "Jiran yang Terbelah" atau "Neighbors Divided" di edisi Tempo bahasa Inggris tanggal 20-26 Januari 2009. Di sana disebutkan: "Yordania manggut-manggut saja ketika Gaza diserang."

    1. Yordania meneken kesepakatan damai dengan Israel, tapi harus dicatat bahwa hubungan Yordania dan Palestina sangat baik dibandingkan dengan negara lain di dunia. Hubungan yang baik itu mendorong kami membantu dan mendukung Palestina sekuat tenaga kami, kapan pun dan dalam kondisi apa pun.
    2. Ini tuduhan pertama kepada kami. Ini tuduhan tidak benar dan tak pernah terjadi sebelumnya baik di media, politisi, bahkan dari musuh-musuh kami.
    3. Israel tidak pernah meminta izin kepada siapa pun untuk menyerang rakyat Palestina dan Israel tak pernah menghormati kesepakatan internasional.
    4. Rakyat Yordania di bawah Yang Mulia Raja Abdullah II mengutuk keras agresi barbar Israel kepada rakyat Palestina di Gaza. Pemerintah Yordania bekerja sama dengan semua pihak baik negara Arab, Islam, maupun forum internasional untuk menghentikan agresi brutal terhadap saudara kami rakyat Palestina.

    KEDUTAAN YORDANIA

    Banyak Pintu Mendamaikan Palestina

    Supaya diplomasi multilateral kita berperan di dunia internasional, mengapa tidak memanfaatkan celah lain melalui pintu Suriah untuk membantu penyelesaian konflik Palestina? Bukankah "pintu gerbang Damsyik" sampai sekarang masih ada sebagai jalan masuk utama jika kita ingin berziarah ke Baitul Maqdis? Indonesia sebagai negara muslim terbesar dan non-Arab mestinya bisa memecahkan kebuntuan diplomasi penyelesaian konflik Palestina-Israel itu.

    Perang dingin baru di antara sesama negara Islam di Timur Tengah memerlukan penengah baru, agar konflik Palestina dapat terselesaikan layaknya penyelesaian perang dingin Blok Barat dan Blok Timur oleh negara-negara yang tidak mempunyai senjata nuklir. Mengapa diplomat multilateral kita tak mencoba peluang ini? Sungguh sayang kalau dilewatkan begitu saja.

    M.E.D. NGANTUNG
    Setiabudi, Jakarta Selatan

    Tunanetra Tak Menerima BLT

    SEJAK 2005 pemerintah mengeluarkan kebijakan Bantuan Langsung Tunai (BLT) beras untuk orang miskin, keluarga harapan, hingga perlindungan sosial sebagai kompensasi kenaikan harga bahan bakar minyak. Sampai empat tahun berjalan, kami-327 tunanetra-tak sedikit pun tersentuh kebijakan itu. Kami sudah bertanya kepada RT/RW/lurah dan dijawab bahwa semua program itu menggunakan data dari pusat.

    Lalu kami bertanya ke Departemen Sosial. Kami mendapat surat tembusan yang surat utamanya untuk Biro Pusat Statistik. Lalu ada surat dari biro itu yang menerangkan bahwa penyaluran bantuan tunai tak melihat tunanetra atau tidak. Kami berupaya menanyakan lagi kejelasan kriteria itu, tapi sampai sekarang tak ada balasan. Bagaimana sebetulnya posisi para tunanetra dalam pembagian bantuan langsung ini?

    SUPARWI
    Koordinator Komunitas Penyandang Tunanetra, Jakarta

    Tanggapan Gramedia Soal Diskon

    Menanggapi surat Bapak Heru Susanto di Tempo soal diskon di Toko Buku Gramedia, perlu kami jelaskan bahwa Toko Buku Gramedia tidak pernah menaikkan harga setiap kali program diskon. Juga saat diskon 30 persen pada Grand Opening Toko Buku Gramedia Baru di Grand Indonesia.

    Sebagian buku kami impor saat kurs Rp 9.000 per dolar, sementara saat diskon di Grand Indonesia dolar Rp 11.000-13.000 karena krisis keuangan global. Sehingga buku yang kami impor setelah Oktober menjadi lebih mahal. Kenaikan harga tak terhindarkan karena kewajiban membayar utang perusahaan dengan kurs baru.

    Rupanya ada kesalahan teknis staf kami yang tak mencabut harga lama, malah menempel harga baru. Namun, di komputer harga sudah sesuai dengan harga baru. Hal inilah yang membuat Bapak Heru mengatakan Gramedia memainkan harga.

    Kami paham dengan asumsi Bapak Heru bahwa seolah-olah kami menaikkan harga dulu baru mendiskonnya. Ini tak mungkin kami lakukan. Buktinya, setelah program diskon 30 persen selesai, harga tak berubah. Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan yang Bapak Heru alami.

    T.H. SULIANTORO
    Direktur Humas Gramedia

    Keluhan Pelanggan XL

    Saya berlangganan XL sejak enam tahun terakhir dan pengguna layanan XL BlackBerry. Sebelum berangkat ke Amerika Serikat, saya mengaktifkan international roaming. Layanan telepon dan BlackBerry pun sempat saya gunakan selama lima hari saat transit di Singapura, Frankfurt, dan ketika tiba di Amerika Serikat. Tiba-tiba tanggal 18 Januari, jaringan telepon dan BlackBerry saya tidak aktif. Petugas XL Center memberi tahu tagihan saya overlimit. Jumlahnya Rp 1.700.000.

    Tanggal 19 Januari 2009, saya meminta teman untuk membayar tagihan. Anehnya XL hanya meminta dibayar Rp 550 ribu. Setiap saya mengecek, petugas mengatakan tagihan saya sudah lunas sehingga layanan akan diaktifkan lagi. Namun itu tak pernah terjadi hingga 21 Januari 2009. Malah muncul SOS beberapa hari kemudian.

    Petugas XL mengatakan international roaming saya tak sengaja dimatikan. Mereka berjanji setengah jam lagi layanan akan aktif. Itu pun tak pernah terjadi sampai petugas memberi tahu pada 27 Januari bahwa tagihan saya belum dibayar plus tagihan baru Rp 2 juta. Bagaimana bisa? Saya tak pernah memakainya karena tidak aktif.

    Berapa pulsa saya habiskan untuk menyelesaikan soal yang tidak saya bikin dengan menelepon dari Amerika Serikat. Selama liputan itu saya memberi semua narasumber dengan nomor tersebut, termasuk permohonan wawancara dengan Presiden Barrack Obama. Bagaimana kalau kesempatan itu hilang karena telepon saya tak aktif?

    ZELDA SAVITRI
    Jakarta

    Tanggapan XL

    Kami mohon maaf atas ketidaknyamanan Ibu Zelda Savitri. Kami sudah mencoba menghubungi Ibu Zelda, tapi yang bersangkutan sedang dalam perjalanan kembali ke Indonesia.

    Berdasarkan catatan kami, Ibu Zelda kesulitan melakukan panggilan keluar dan mengakses data melalui BlackBerry pada 18 Januari 2009 karena nomor XL Ibu Zelda terblokir. Pasalnya, XL telah menerima informasi dari mitra jelajah mengenai pemakaian pulsa Ibu Zelda selama di luar negeri mencapai Rp 1.481.173, sementara maksimal pemakaian Rp 550.000. XL telah menginformasikan hal ini melalui SMS pada tanggal 18 Januari 2009.

    Batas limit ini tidak berlaku jika digunakan di luar negeri. Saat pelanggan tiba kembali di Indonesia, ponsel otomatis terblokir jika pemakaian melebihi batas limit. Kami berterima kasih atas saran dan masukan berharga dari Ibu Zelda. Informasi lebih lanjut ke nomor 817 atau 021 57959817 atau customerservice@xl.co.id.

    MYRA JUNOR
    GM Corporate Communication
    PT Excelcomindo Pratama Tbk. (XL)

    Kesemrawutan Perempatan Matraman

    Hampir setiap hari terjadi kesemrawutan lalu lintas di perempatan Jalan Pramuka dan Jalan Matraman terutama di jalur Jalan Pramuka. Ini karena banyaknya kendaraan mobil dan motor yang parkir di Jalan Pramuka persimpangan Jalan Matraman. Mobil dan motor tersebut seenaknya parkir padahal jelas-jelas ada tanda dilarang parkir. Ironisnya, setiap hari beberapa polisi lalu lintas nongkrong di situ.

    Polisi seperti tidak berdaya, atau membiarkan, kendaraan yang parkir di situ. Banyak masyarakat yang curiga polisi tidak berdaya karena parkir itu dijaga preman. Seandainya saja polisi dan Pemerintah DKI Jakarta bertindak tegas dengan menderek mobil dan motor itu, saya yakin perempatan Matraman-Pramuka tersebut akan longgar, lalu lintas pun lancar.

    IWAN SETIAWAN
    Kelapa Gading,
    Jakarta Utara

    Hadiah untuk Pengendara Disiplin

    SEORANG teman memasuki kantor PT Chevron Pacific Indonesia di Duri, Riau. Petugas menghentikannya dan menanyakan kelengkapan surat pengemudinya. Teman saya ini jengkel karena petugas itu tak punya hak menanyakan SIM. Dengan dongkol dan cemberut dia menunjukkan juga kartu itu. Petugas kemudian mengatakan, "Anda pengendara disiplin, kami akan memberi hadiah." Hadiah itu berupa tas cantik dengan tulisan "Save Driver". Saya tak tahu arti tulisan ini.

    Pak polisi perlu juga mencontoh petugas Chevron ini. Pengendara disiplin perlu diberi penghargaan agar yang tak disiplin ikut terdorong. Polisi tak cuma merazia pengendara yang tidak lengkap surat-suratnya, lalu menilang, terulang lagi, menilang lagi. Begitu tak henti-henti.

    Pengendara kita memang terkenal tak punya disiplin tinggi. Alangkah baiknya jika polisi mendorongnya. Hadiah tentu hanyalah salah satu contoh.

    PANDU SYAIFUL
    Duri, Riau

    Melindungi Wartawan

    Berita-berita menyebutkan banyak sekali wartawan tewas saat meliput perang, diteror karena menulis suatu kasus, mengalami penganiayaan saat meliput.

    Memprihatinkan sekali. Wartawan adalah pilar demokrasi. Kita mendapat informasi dari seluruh dunia karena wartawan. Seyogianya mereka dilindungi dari segala bentuk pelanggaran hak asasi.

    SUNGKOWO SOKAWERA
    Rancamanyar, Bandung

    Golput Mencemaskan

    Karena jumlahnya banyak, golput (mereka yang tak memilih) makin mencemaskan. Pada Pemilu 2004 angka golput 34.509.246 atau lebih tinggi dari jumlah suara yang diperoleh partai pemenang Pemilu 2004, yakni 24.480.757. Ini karena kampanye golput gencar dilakukan oleh kelompok pendukungnya, termasuk tokoh-tokoh nasional.

    Para pendukung golput jelas orang yang tak bertanggung jawab. Jika yang menganjurkan golput tokoh nasional, maka dia tak bisa diandalkan untuk mengubah nasib negara ini. Bagaimanapun, satu suara tetap saja penting bagi nasib kita ketimbang tak memilih sama sekali.

    RICARD RADJA
    Kupang, Nusa Tenggara Timur

    Tanggapan Pajak Fiskal Petani

    SURAT di Tempo edisi 19-25 Januari 2009 menyoal fiskal umrah bagi petani. Mulai 1 Januari 2009 sampai 31 Desember 2010 setiap orang Indonesia akan kena fiskal Rp 2,5 juta jika naik pesawat, Rp 1 juta jika naik kapal. Sepanjang tidak memiliki nomor pokok wajib pajak, semua profesi (termasuk petani) yang akan umrah wajib membayar fiskal. Sedangkan yang bebas fiskal adalah jemaah yang penyelenggaraan ibadah hajinya dilakukan instansi berwenang.

    DJOKO SLAMET SURJOPUTRO
    Direktur Penyuluhan
    Direktorat Jenderal Pajak


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Memamerkan Isi Kamar

Buku

Misteri Lelaki Setengah Dewa

Album

MENINGGAL
Johny Herman Nasution

Kuliner

Bahan Baik, Produk Buruk

Catatan Pinggir

Potret

TEMPO|interaktif

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif