• Home
  • 09 Februari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 09 Februari 2009

    Ada Nama, Ada Susu

    SAATNYA petani menaikkan pro-duksi susu, mumpung har--ganya naik dari Rp 3.100 per liter menjadi Rp 3.700 pada pekan ini. Caranya pun gampang. "Beri sapi itu nama," ujar Catherine Dou-glas, ahli perilaku sapi dari Newcastle University, Inggris.

    Douglas menyatakan, jika Anda memanggil seekor sapi dengan nama-nya, lebih sering bicara kepadanya, lebih memperhatikannya, ini akan membangun relasi khusus antara Anda dan sapi itu. "Sapi jadi lebih rileks," ujarnya. Jika hewan ini rileks, hormon kortisol tertekan dan kadar hormon oksitosin-yang membikin susu lebih banyak-meningkat.

    Bersama Peter Rowlinson, Dou-glas meneliti sapi di lebih dari 500 peternakan di Inggris. Mereka menemukan, hampir setengah dari peternakan itu selalu memberikan nama kepada sapi-sapi mereka. Hasilnya, sapi-sapi itu menghasilkan susu satu liter -lebih banyak per hari. Hasil penelitian ini dipublikasikan di jurnal Anthrozoos, terbit Januari lalu.

    Kapan sapi itu diberi nama? Douglas mengatakan, karena sapi perah mulai menghasilkan susu setelah berumur dua tahun, peternak sering kali mene-lantarkan mereka pada dua tahun pertama. "Itu keliru. Soalnya, sapi yang diperlakukan dengan baik pada usia 6-15 bulan biasanya menghasilkan lebih banyak susu nantinya."

    Oksitosin

    BERASAL dari kata Yunani oxys dan tokos, yang berarti kelahiran cepat. Ini sejenis hormon pada mamalia yang berperan besar dalam proses reproduksi, terutama pada betina. Selain aktif memfasilitasi kelahiran dan kegiatan menyusui, hormon ini diduga berperan dalam berbagai perilaku sosial. Misalnya, dalam jurnal Nature, Januari lalu, Profesor Larry Young, ahli neurologi dari Emory University di Atlanta, Georgia, mengumumkan bahwa apa yang kini dikenal sebagai cinta bisa jadi cuma ikatan yang dipengaruhi antara lain oleh kerja oksitosin di otak. "Hormon ini mendorong munculnya kerlingan dan meningkatkan kepekaan kita untuk menangkap emosi orang lain," kata Profesor Young.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Layar

Amir, Sang Maestro

Jika Amir Mengkritik Hollywood

Merekam Petruk, Gareng, Bagong

Buku

Misteri Lelaki Setengah Dewa

Seni Rupa

Komik-komik Penjara Anak

Tari

Imaji Laut tanpa Klimaks

Album

SAKIT
Prof Dr Ir Sajogyo

Catatan Pinggir

Y.D. (1944-2009)

TEMPO|interaktif

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif