• Home
  • 09 Februari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 09 Februari 2009

    Dari Laboratorium Klandestin

    MODUS mendirikan pabrik besar di pinggiran kota sudah ditinggalkan para pebisnis sabu-sabu. Kasus "ruko sabu" yang diungkap aparat di Jakarta Barat, dua pekan lalu, menunjukkan barang haram itu bisa juga dibuat di sebuah ruang kecil, di tengah keramaian sekalipun.

    Dua Tipe 'Pabrik'

    1. Pabrik besar: lokasinya biasa di pinggir kota. Dikelilingi pagar atau tembok rapat. Peralatannya cenderung besar. Memakai drum-drum besar. Produksinya sehari di atas 10 kilogram. Pabrik seperti ini pernah digerebek aparat di Tangerang dan Bogor.

    2. Pabrik mini: lokasinya di apartemen atau rumah toko (ruko). Jika di ruko, biasanya disamarkan dengan aktivitas lain, seperti warnet atau penjualan akuarium seperti dalam kasus di Batam. Peralatannya tidak memakan tempat, dan efektif, ringkas, serta gampang dipindahkan.

    Biang Bernama Prekursor

    Prekursor adalah bahan kimia yang digunakan dalam pembuatan obat. Senyawa kimia ini digunakan secara sah dalam industri, dan menjadi komoditas perdagangan internasional. Badan Pengawas Obat dan Makanan menetapkan 23 jenis prekursor yang harus diawasi. Jenis-jenis itulah yang antara lain merupakan bahan pembuat narkotik dan psikotropika.

    Operasi Laboratorium Sabu

    1. Prekursor selundupan dan prekursor impor yang "digelapkan" dikirim ke rumah produksi sabu-sabu. Pengiriman bisa dilakukan siang atau malam dan dikamuflasekan seolah-olah pengiriman barang biasa.

    2. Di sini bahan itu diolah oleh sejumlah "koki" (biasanya total pekerja dan pelaksana "laboratorium mini" ini tak lebih dari 15 orang).

    3. Produksinya bisa 3-10 kilogram per hari.

    4. Dari sini didistribusikan ke jaringan penjual.

    Ciri-ciri Rumah, Ruko, dan Apartemen yang Dijadikan Pabrik Mini

  • Banyak kipas exhaust.
  • Selalu tertutup.
  • Ada mobil boks yang kerap diparkir.
  • Penghuni enggan bersosialisasi.

    Cara Masuk

    Legal

    Impor prekursor hanya boleh dilakukan oleh industri farmasi atau kimia dan pedagang bahan baku farmasi yang memiliki izin.

    Penyelundupan

    Dengan modus penggantian label. Biasanya label produk diubah menjadi:

  • Tiner cat
  • Bahan kimia tidak berbahaya
  • Pelarut pembersih
  • Cairan farmasi

    Termurah

    Di Indonesia, dari produsen sekitar Rp 1,2 juta per gram. Sampai ke konsumen, harga itu menjadi Rp 1,8-2 juta per gram.

    Harga sabu-sabu di Indonesia tergolong murah dibanding di negara lain. Rata-rata, di sejumlah negara Asia, harga sabu-sabu per gram Rp 6-8 juta. Di Jepang, harganya Rp 10 juta per gram.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Layar

Amir, Sang Maestro

Jika Amir Mengkritik Hollywood

Merekam Petruk, Gareng, Bagong

Buku

Misteri Lelaki Setengah Dewa

Seni Rupa

Komik-komik Penjara Anak

Tari

Imaji Laut tanpa Klimaks

Album

SAKIT
Prof Dr Ir Sajogyo

Catatan Pinggir

Y.D. (1944-2009)

TEMPO|interaktif

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif