• Home
  • 09 Februari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 09 Februari 2009

    Hujan Datang, Jakarta Tak (Harus) Terendam

    BEGADANG. Ini yang dilakukan Agus setiap kali musim hujan datang. Penjaga pintu air Katulampa, Bogor, ini mesti memelototi ketinggian air siang-malam selama dua bulan terakhir. Setiap kali air naik beberapa sentimeter dari batas normal, ia berkewajiban memberikan informasi perkembangan volume air di sana kepada publik. Ia menyebut batas normal pintu air Katulampa adalah 80 sentimeter. Di atas itu, "Statusnya waspada," katanya.

    Pintu air Katulampa memang jadi salah satu tolok ukur tingkat kewaspadaan warga Jakarta akan ancaman banjir. Bila volume air di Katulampa berada di atas ambang normal, hampir dipastikan beberapa wilayah di Ibu Kota bakal terendam. Ini yang biasa disebut banjir kiriman.

    Tak hanya itu, curah hujan yang tinggi juga membuat Jakarta rawan terendam. Pada 2002 dan 2007, saat terjadi banjir besar, curah hujan dari pesisir hingga wilayah atas Jakarta cukup tinggi. Rata-rata curah hujan di atas 100 milimeter, bahkan ada yang mencapai 340 milimeter, tepatnya di sekitar Bintaro.

    Beruntung, curah hujan tahun ini tak sebesar dua tahun lalu. "Saat ini curah hujan rata-rata masih di bawah 100 milimeter," kata Kepala Bidang Analisa Klimatologi dan Kualitas Udara Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika Soetamto.

    Badan ini memperkirakan curah hujan tinggi masih akan berlangsung hingga 15 Februari. Setelah itu, secara bertahap akan mengalami penurunan. Namun penurunan curah hujan ini tak drastis. "Hingga pertengahan Februari, cuaca masih bisa berubah-ubah. Namun, secara umum, hujan masih dominan," ucap Soetamto.

    Sejarah Jakarta memang basah oleh luapan air. Banjir besar pertama tercatat terjadi pada 1621. Berikutnya, terus berulang pada 1654, 1918, 1942, 1976, 1996, 2002, dan terakhir yaitu tadi, pada 2007.

    Genangan air yang membuat sebagian aktivitas di wilayah Jakarta lumpuh tak hanya akibat curah hujan tinggi. Dataran yang hampir separuhnya lebih rendah dari permukaan laut dan berjejalnya 13 sungai membuat kota ini sulit menghindari serbuan air. Ini masih diperparah oleh kacaunya sistem saluran pembuangan air atau drainase, menumpuknya sampah di sungai-sungai yang mengakibatkan terjadinya pendangkalan, dan penyerobotan tepian sungai untuk perumahan liar.

    "Banyak hal yang tidak terduga," ujar Soetamto. "Terkadang kami terkejut, curah hujannya sama dengan tahun sebelumnya tapi banjirnya jauh lebih besar."

    Berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tahun ini pemerintah DKI Jakarta tampak lebih siap mengantisipasi datangnya banjir. Sejumlah langkah penanggulangan telah dilakukan, dari melanjutkan proyek pembuatan Kanal Banjir Timur, pengerukan Kanal Banjir Barat, hingga pembuatan waduk parkir air di sejumlah wilayah rawan banjir.

    Sejauh ini telah dibangun 29 waduk parkir air dari 42 waduk yang ditargetkan. Anggaran untuk pembebasan lahan pembuatan waduk pun telah cair. Rencananya, dua waduk baru akan dibangun di Kelapa Gading dan Marunda dengan luas masing-masing sekitar 80 hektare.

    Waduk tersebut berfungsi menampung air agar tidak membanjiri permukiman di sekitarnya. Pemilihan lokasi pembangunan waduk itu didasarkan pada kebutuhan. Biasanya di daerah rendah perlu dibuat waduk agar air mengalir ke daerah yang lebih rendah.

    "Kami juga melakukan penambahan sejumlah pompa air di Cideng dengan kapasitas 8 meter kubik. Itu dua kali lipat dibanding tahun lalu," ucap Kepala Dinas Pekerjaan Umum DKI Jakarta Budi Widiantoro.

    Untuk pengerukan sungai di lima wilayah DKI Jakarta, Budi menyebutkan pemerintah telah mengeruk, antara lain, Kali Item di kawasan Tambora dan Kali Adem di Muara Karang dengan rata-rata kedalaman 2 hingga 3 meter. Pemerintah daerah menyediakan anggaran Rp 200 miliar untuk seluruh pengerukan sungai.

    Salah satu penyebab terjadinya pendangkalan sungai adalah banyaknya sampah. Tengok saja pintu air Manggarai. Sampah plastik dan kayu menumpuk di sana. Saat debit air cukup besar, petugas pintu air terpaksa membuka lebar dua pintu penahan air.

    "Salah satu fungsi pintu ini adalah menyaring sampah. Tapi, kalau debit air besar dan pintu tidak dibuka lebar, bisa berbahaya," ucap Pardjono, penjaga pintu air Manggarai. Selama musim hujan ini volume air tertinggi di Manggarai terbaca di angka 845 sentimeter. Normalnya 750 sentimeter.

    Tahun ini bantuan logistik untuk mengantisipasi banjir juga relatif lebih siap. Sebanyak 300 perahu karet dan ban karet telah dibagikan ke daerah-daerah langganan banjir. Bantuan beras sebanyak 80 ribu ton, mi instan, selimut, dan sarung pun telah disebar di lima wilayah. "Tahun ini persiapannya lebih matang," kata Manajer Crisis Center DKI Jakarta Heru Joko.

    Meski berbagai upaya telah dilakukan untuk mengusir genangan air dari Jakarta, sebagian wilayah masih tetap terendam. Daerah Bukit Duri, Kampung Melayu, sebagian Kelapa Gading, dan Cengkareng adalah pelanggan tetap banjir tiap tahun.

    Menurut Soetamto, kemampuan beberapa daerah menahan banjir di Jakarta memang sudah menurun. Aliran sungai-sungai di wilayah hilir Kanal Timur pun sering terganjal air laut saat pasang. Akhir tahun lalu, misalnya, pesisir Jakarta justru sering terendam banjir lantaran dihajar rob atau air laut yang pasang.

    Firman Atmakusuma, Agung Sedayu


    Prakiraan Daerah Potensi Banjir

    Menengah

    JAKARTA BARAT
    Kalideres
    Penjaringan
    Cengkareng
    Taman Sari
    Grogol Petamburan
    Kebon Jeruk
    Tanah Abang

    JAKARTA SELATAN
    Kebayoran Baru
    Mampang Prapatan
    Pasar Minggu
    Cilandak

    JAKARTA TIMUR
    Jatinegara
    Makasar
    Cipayung
    Ciracas

    JAKARTA UTARA
    Tanjung Priok
    Koja
    Pademangan
    Kelapa Gading

    JAKARTA PUSAT
    Sawah Besar
    Kemayoran
    Cempaka Putih
    Senen
    Menteng
    Pulogadung

    Tinggi

    Tebet, Bukit duri, Kampung Melayu
    Kramat Jati


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Layar

Amir, Sang Maestro

Jika Amir Mengkritik Hollywood

Merekam Petruk, Gareng, Bagong

Buku

Misteri Lelaki Setengah Dewa

Seni Rupa

Komik-komik Penjara Anak

Tari

Imaji Laut tanpa Klimaks

Album

SAKIT
Prof Dr Ir Sajogyo

Catatan Pinggir

Y.D. (1944-2009)

TEMPO|interaktif

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

Olahraga

Main Lawan Inter, Bima Sakti Incar Jersey Zanetti  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif