Jakarta Biennale XIII 2009 mengangkat tema kota. Bertempat di Galeri Nasional dan Grand Indonesia, pameran ini diikuti oleh para perupa Asia Tenggara, Amerika, dan Eropa yang pernah singgah di Asia. Yang menarik, ada program seni rupa publik. Di sinilah para perupa membuat billboard, baliho, mural, atau rambu-rambu di berbagai sudut Jakarta yang bukan berbentuk iklan atau pesan pemerintah. Juga ada program yang melibatkan orang biasa, seperti para pecatur di bawah sebuah jembatan atau para tukang foto keliling di Monas untuk menjadi bagian dari sebuah karya. Ikuti laporan Tempo, termasuk kolom mengenai Jakarta Biennale dari tahun ke tahun.
Bagian yang menarik dari Biennale adalah melibatkan orang biasa untuk berpartisipasi dalam sebuah karya. Hasilnya langsung dirasakan masyarakat sekitar.