• Home
  • 23 Februari 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Ekonomi dan Bisnis

  • EKONOMI INDONESIA TRIWULAN IV 2008
    Bergantung pada Perbankan


    Perekonomian Indonesia mulai melambat pada triwulan keempat 2008. Ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,2 persen, turun jauh dari 6,1 persen pada triwulan sebelumnya. Tahun ini, kinerja ekspor dan konsumsi domestik sebagai pendorong ekonomi Indonesia bakal melemah. Jika dana perbankan masih saja seret dan mahal, bukan tidak mungkin Indonesia akan tumbuh negatif.
  • Indonesia Sudah Resesi!


    Data pertumbuhan ekonomi yang baru dipublikasikan Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lumayan baik pada 2008. Namun, sebenarnyalah perekonomian kita kini sudah memasuki masa resesi. Apakah ekonomi kita akan mengalami pertumbuhan ekonomi negatif (kontraksi) pada tahun ini?
  • Taruhannya Perekonomian Indonesia


    Krisis keuangan membuat dunia usaha kehausan dana segar. Menunggu langkah progresif bank sentral.
  • Ketika Bunga Lupa Turun


    Beberapa bank masih menaikkan suku bunga kredit kepemilikan rumah. Bergantung pada deposito mahal.
  • INFRASTRUKTUR
    Lain Hong Kong, Lain Indonesia


    Proyek infrastruktur Indonesia masih menarik. Pembebasan lahan dan pembiayaan tetap jadi masalah.
  • STIMULUS FISKAL
    Sedia Pasar Sebelum Krisis


    Pemerintah akan membangun 72 pasar untuk korban krisis. Hanya kosmetik.
  • MOMEN


  • Bom Waktu Bernama Derivatif


    Industri perbankan sedang berkutat menghadapi kisruh kontrak transaksi derivatif yang bersifat spekulatif senilai US$ 4 miliar. Laba dan rasio kecukupan modal perbankan bisa tergerus. Rupiah tertekan.
  • Jebol Brankas Tersedot Valas


    Sofyan Djalil mencari celah agar tagihan transaksi derivatif kepada perusahaan pelat merah bisa ditekan. Tak semua bisa diselamatkan.
  • Lindung Nilai Versus Spekulasi


cover

Buku

Lakon Anak Senen

Seni Rupa

Benda-benda Menerbangkan Imajinasi

Di Balik Ritsleting Mella

Indonesiana

Arwah Ratu dalam Politik

Album

PENGUKUHAN
Umar Santoso

Catatan Pinggir

Cebolang

TEMPO|interaktif

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

Ribuan Ikan Kembali Mati Mengambang di Kali Surabaya

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif