Perekonomian Indonesia mulai melambat pada triwulan keempat 2008. Ekonomi Indonesia hanya tumbuh 5,2 persen, turun jauh dari 6,1 persen pada triwulan sebelumnya. Tahun ini, kinerja ekspor dan konsumsi domestik sebagai pendorong ekonomi Indonesia bakal melemah. Jika dana perbankan masih saja seret dan mahal, bukan tidak mungkin Indonesia akan tumbuh negatif.
Data pertumbuhan ekonomi yang baru dipublikasikan Badan Pusat Statistik menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang lumayan baik pada 2008. Namun, sebenarnyalah perekonomian kita kini sudah memasuki masa resesi. Apakah ekonomi kita akan mengalami pertumbuhan ekonomi negatif (kontraksi) pada tahun ini?
Industri perbankan sedang berkutat menghadapi kisruh kontrak transaksi derivatif yang bersifat spekulatif senilai US$ 4 miliar. Laba dan rasio kecukupan modal perbankan bisa tergerus. Rupiah tertekan.