• Home
  • 09 Maret 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 09 Maret 2009

    Spesialis Proyek Pelabuhan

    GEDUNG PT Kurniadjaya Wirabhakti di perumahan Yayasan Khas Pembangunan, Surabaya, Rabu pekan lalu tiba-tiba senyap. Padahal, biasanya, sehari-hari kantor berlantai empat itu ramai oleh aktivitas karyawannya. Hontjo Kurniawan, yang ditangkap Komisi Pemberantasan Korupsi pada Senin pekan lalu, adalah komisaris perusahaan ini. Setelah penangkapan Hontjo, manajemen PT Kurniadjaya sementara meliburkan karyawannya.

    Hontjo bukanlah pengusaha kemarin sore. Perusahaannya telah dikenal malang melintang di proyek-proyek Departemen Perhubungan. Ia telah menangani puluhan proyek pemerintah di sekitar wilayah Indonesia timur.

    Hontjo dikenal sebagai pengusaha konstruksi yang sukses. Ia cukup dermawan, gemar membagi-bagikan sedekah dan menyumbangkan sapi setiap Hari Raya Kurban. Menurut Udin, petugas satpam Hontjo, majikannya tergolong pendiam. "Dia jarang bicara, meski dengan anggota keluarganya sendiri," katanya.

    Hontjo membangun bisnisnya dari Surabaya, tempat kelahirannya. Dari pernikahannya dengan seorang wanita asal Tarakan, ia memiliki empat anak. Menurut sumber Tempo, bisnis Hontjo moncer sejak masa Soeharto. Ia juga dikenal dekat dengan sejumlah kerabat Keluarga Cendana.

    Sejumlah proyek sudah dibangun Hontjo, dari jalan, pelabuhan, sampai gedung. Tidak hanya di Jawa Timur dan Bali, tapi hingga Kupang dan Nusa Tenggara Timur. "Ia biasa mengerjakan proyek dengan nilai di atas sepuluh miliar," kata Muhammad Alyas, Sekretaris Umum Gabungan Pengusaha Nasional Jawa Timur. Di sini Hontjo tercatat sebagai anggota pengusaha jasa konstruksi.

    Bisnis Hontjo sempat terpuruk pada 1998, saat krisis ekonomi mendera. Kala itu, ia sempat banting setir menjadi pedagang elektronik. Namun bisnis konstruksinya kembali berkibar pada masa pemerintahan Abdurrahman Wahid. "Bahkan dua tahun lalu berhasil membangun kantor empat lantai tidak jauh dari rumahnya," ujar Udin.

    Perusahaan Hontjo awalnya bernama CV Kurnia Djaja dan berdiri mulai Maret 1985. Akta perusahaan ini beberapa kali mengalami perubahan. Perubahan terakhir pada Desember 1993. Dalam akta, perusahaan ini didirikan Hontjo Kurniawan bersama Elly Herawati. Perusahaan ini bergerak di banyak bidang, dari jasa kontraktor bangunan, usaha perdagangan umum, pengangkutan, distributor, konsultan konstruksi, hingga katering. Namun proyek kakap yang kerap mereka raih, ya, proyek-proyek Departemen Perhubungan.

    Beberapa hasil kerja perusahaan ini kerap membuat kecewa banyak pihak. Pada Juni 2008, misalnya, masyarakat Ende menghujat pembangunan Dermaga Pelabuhan Ende yang dikerjakan Kurniadjaya lantaran proyek itu sudah rusak padahal umurnya baru beberapa bulan. Bupati Ende Paulinus Domi kala itu mengultimatum PT Kurniadjaya agar segera memperbaikinya. Kualitas dermaga itu digugat warga karena proyek yang dibangun dua tahap dengan nilai anggaran total Rp 11 miliar tersebut seharusnya bertahan hingga 25 tahun.

    Catatan negatif Kurniadjaya juga terjadi saat mendapat proyek pembangunan Dermaga Pengembangan Pulau Bawean. Proyek dengan anggaran negara senilai Rp 10 miliar itu sempat mangkrak tujuh bulan. Setelah ramai diberitakan media lokal, baru proyek yang semestinya rampung 150 hari itu jalan lagi.

    Ramidi, Anang Zakaria (Surabaya)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Perempuan-perempuan Modis Mao

Album

PENGUKUHAN
Amir Sjarifuddin Madjid, Wiwien Heru Wiyono

Catatan Pinggir

Sjahrir di Pantai

Sjahrir di Pantai

TEMPO|interaktif

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

Olahraga

Fabregas Kencani Ibu Dua Anak  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif