• Home
  • 09 Maret 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Ilmu dan Teknologi
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Laporan Utama

  • Peran Besar Bung Kecil


    Sutan Sjahrir adalah satu dari tujuh "Bapak Revolusi Indonesia". Dia mendesak Soekarno-Hatta memproklamasikan kemerdekaan walau dia sendiri absen dari peristiwa besar itu. Dia memilih jalan elegan untuk menghalau penjajah. Yakni melalui diplomasi: cara yang ditentang "Bapak Revolusi" lain. Ideologinya, antifasis dan antimiliter, dikritik hanya untuk kaum terdidik. Maka dia dituduh elitis. Sejatinya, Sjahrir juga turun ke gubuk-gubuk, berkeliling Tanah Air menghimpun kader Partai Sosialis Indonesia. Sejarah telah menyingkirkan peran besar Bung Kecil-begitu Sjahrir biasa disebut. Meninggal dalam pengasingan, Sjahrir adalah revolusioner yang gugur dalam kesepian.
  • Anak Minang Jago Menyerang


    Sjahrir pandai bergaul, termasuk dengan pemuda dan noni Belanda. Pidato Dr Cipto Mangunkusumo di alun-alun menyulut nasionalisme Sjahrir muda.
  • Rumah di Kaki Singgalang


  • Antara Tuschinski dan Stadsschouwburg


    Saat tinggal di Belanda, Sjahrir memilih berdiskusi dan menonton acara budaya ketimbang kuliah secara teratur. Tempo menelusuri tempat-tempat yang pernah ia kunjungi.
  • Berkembang di Iklim Barat


  • Dari Belanda ke Banda


  • Misi Rahasia dari De Socialist


    Sjahrir dan Hatta mendirikan Partai Pendidikan Nasional Indonesia. Lebih radikal dari Soekarno.
  • Berbagi Peran dari Bawah Tanah


    Sjahrir membangun jaringan anti-Jepang. Soekarno-Hatta bekrja sama.
  • Kader Hingga Ujung Usia


    Semangat pergerakan tetap dipegang kader Sjahrir yang tersisa. Disiapkan buat klandestin.
  • Proklamasi tanpa Bung Kecil


    Sjahrir tak hadir saat Soekarno-Hatta membaca teks proklamasi. Jepang terlalu banyak campur tangan.
  • Cirebon Merdeka Lebih Dulu


    Begitu Jepang kalah perang, Sjahrir ingin kemerdekaan Indonesia dikumandangkan secepatnya. Proklamasi Cirebon dibacakan lebih cepat.
  • Kudeta Sunyi Triumvirat


    Pemerintah menerbitkan Maklumat Nomor X pada 16 Oktober 1945. Sjahrir mengambil alih kekuasaan dari Presiden Soekarno.
  • Jalan Terjal Perdana Menteri


    Duduk sebagai perdana menteri, Sjahrir segera mengambil jalan diplomasi. Dituduh menjual negara.
  • Diplomasi-diplomasi Kancil


  • Berkawan Lewat Diplomasi Beras


    Beras Jawa ditukar tekstil India. Serdadu Jepang dan tawanan perang Sekutu lempang pulang. Sjahrir memberi fondasi politik luar negeri bebas aktif.
  • Linggarjati, Sebuah Jalan


    Perjanjian Linggarjati sering dianggap merugikan Indonesia. Meneguhkan eksistensi di kancah internasional.
  • Paspor Pertama Indonesia


  • Kemenangan di Lake Success


    Surat kabar New York Herald Tribune menabalkan pidato Bung Kecil sebagai "salah satu yang paling menggetarkan di Dewan Keamanan".
  • Kolaborasi Dua Pejuang Sayap Kiri


    Hubungan Sutan Sjahrir dan Amir Sjarifoeddin sangat unik. Sama-sama sosialis, tapi beda pandangan tentang komunisme.
  • Sang Atom dan Dua Ideologi


    Ada banyak tafsir dan sebutan atas ideologi Sjahrir. Dari republiken, sosialis kanan, demokrat, sampai liberal.
  • Akhir Sang Meteor


    Gamang dalam politik massa, Partai Sosialis Indonesia gagal dalam pemilihan umum. Sjahrir pun terpinggirkan.
  • Patah Arang Kawan Seiring


    Gara-gara pemberontakan PRRI/Permesta, lingkaran inti Partai Sosialis Indonesia pecah.
  • Kerikil Para Revolusioner


  • Tiga Serangkai Ahli Waris Revolusi


    Hubungan Sjahrir-Hatta awet hingga akhir. Retak dengan Soekarno sejak ditahan di Prapat.
  • Sosok Penyendiri dalam Tahanan


  • Perseteruan Para Kolaborator


    Sutan Sjahrir dan Jenderal Sudirman berselisih paham meraih dan mempertahankan kedaulatan. Pernah saling tangkap, walau akhirnya saling mengagumi.
  • Jalan Bersimpang Setelah Proklamasi


    Pengaruh Sjahrir dan Tan Malaka sangat kuat pada awal proklamasi. Keduanya cepat tergusur.
  • Tak Ada Patung Bung Kecil


  • Manifesto Seorang Antifasis


    Pamflet Perdjoeangan Kita mengurai taktik membangun Indonesia pascakemerdekaan. Ditentang para pejuang.
  • Surat Pengagum Faust


    Surat-surat Sjahrir yang ditulis dari pembuangannya adalah karya tulis Sjahrir yang menyentuh. Di situ kita bisa melihat gagasan-gagasan dasar pemikirannya.
  • Asmara Sang Flamboyan


  • Kasih yang Tak Sampai


    Cinta Sjahrir dan Maria dinyalakan api idealisme pergerakan. Meredup oleh jarak.
  • Kees Snoek:
    Maria Ingin Membakar Surat-surat itu


  • Sang Pemuja dan Tuan Perdana Menteri


    Poppy adalah istri dan pengagum terbesar Sjahrir. Ia tersenyum, dalam suka dan derita.
  • Sekilas Cinta di Lereng Ceremai


    Sjahrir mendekati putri Keraton Mangkunegaran. Membantah sempat bertunangan.
  • Zurich, Detik-detik Terakhir


    Sutan Sjahrir meninggal di Zurich. Inilah kenangan Buyung dan Upik, anak-anak Sjahrir, tentang hari-hari terakhir kehidupan ayahnya.
  • Wajah Sjahrir dalam Kotak


  • Setelah Sibi Tiada


    Poppy Sjahrir membesarkan dua anaknya dalam kesederhanaan. Sempat larut dalam kesedihan.
  • Pintu Tertutup untuk PSI


    Ketika Soeharto berkuasa, tumbuh harapan kaum pluralis modern untuk membangkitkan PSI. Peristiwa Malari membuyarkan impian itu.
  • Foto Tua di Garasi Mursia


    Sempat tinggal di rumahnya, Mursia bertekad meneruskan semangat Sjahrir: membangun koperasi.
  • Sjahrir Adalah ...


cover

Seni Rupa

Perempuan-perempuan Modis Mao

Album

PENGUKUHAN
Amir Sjarifuddin Madjid, Wiwien Heru Wiyono

Catatan Pinggir

Sjahrir di Pantai

Sjahrir di Pantai

TEMPO|interaktif

Olahraga

Lawan Novara, Inter Milan Mainkan Stankovic  

Nasional

Jokowi Ternyata Rindu Didemo

Metro

Nyabu, Pegawai Kejaksaan Negeri Cibinong Ditangkap  

Metro

Penyerang Dua Polisi Bogor Tembakkan Pistol FN

Olahraga

Meski MU Menang, Alex Ferguson Tak Puas

Olahraga

Rooney Tertarik Jadi Kapten Inggris

Olahraga

Kalahkan Hong Kong, Indonesia Hadapi Thailand  

Seni & Hiburan

Panitia Grammy Ubah Acara Demi Whitney  

Nasional

Begini Ikrar Sumpah Pemuda Jilid II

Olahraga

Tim Thomas dan Uber Indonesia Bertemu Lawan Mudah  

Metro

Jakarta Utara Bangun Jalur Sepeda Pesisir 50 Km

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif