Nick and Norah's
Infinite Playlist
Sutradara: Peter Sollett
Skenario: Lorene Scafaria
Pemain: Michael Cera, Kat Dennings, Alexis Dziena
Produksi: 2008 Sony Pictures
Sebuah film yang bersemangat indie-setelah Peter Sollett tujuh tahun lalu menghasilkan film Raising Victor Vargas-yang mengajak kita berkelana di sebuah malam di New York. Ingin menampilkan interaksi sepasang remaja seperti Before Sunrise (Richard Linklater) yang kini menjadi pegangan wajib setiap pencinta film? Atau ingin mencuri "roh" film After Hours karya Martin Scorsese? Sutradara Peter Sollett belum mencapai kedua sutradara besar itu.
Film ini bercerita tentang Nick (Michael Cera), seorang basis band rock di sebuah SMA (kedua anggota lainnya gay) yang rajin membuatkan kumpulan lagu pilihan untuk Tris (Alexis Dziena), cewek cantik dan seksi yang baru saja membuang dia ke sampah (di setiap sekolah, cewek model beginian pasti ada).
Setiap kali Tris mendapatkan CD kumpulan lagu itu dan membuangnya ke sampah, Norah (Kat Dennings), putri seorang produser perusahaan rekaman terkemuka, memungutnya. Di sebuah Jumat malam (malam yang penting bagi para remaja), Nick dan Norah "terjebak" dalam sebuah "tugas" mencari Caroline, kawan mereka yang mabuk dan menghilang. Maka perjalanan mereka mengais-ngais setiap sisi New York mencari si kawan mabuk menjadi pencarian cinta, dihiasi sebuah misteri soal konser band "Where's Fluffy". Nick dan Norah (dibantu geng band Nick) mencari Caroline sekaligus mencari tahu apa sebetulnya yang mereka rasakan. Tentu saja karena judulnya, kita juga sudah tahu bahwa musik rock menjadi bagian penting dari film ini.
Jalan cerita sebetulnya sangat mudah ditebak. Tapi yang penting untuk film perjalanan dan penyusuran seperti ini adalah bagaimana sutradara mewujudkan ide itu menjadi tumpuan film ini. Dialog, seni peran, dan bagaimana mereka bisa mengisi kisah satu malam itu menjadi petualangan yang lucu dan menyentuh. Michael Cera dan Kat Dennings berhasil menghidupkan malam di New York. Tapi ada beberapa momen yang terasa agak lambat dan tidak cukup gesit untuk genre film yang seharusnya lincah ini. Film yang layak ditonton; tapi masih jauh dari jangkauan kelas Martin Scorsese dan Richard Linklater.
Leila S. Chudori
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
