• Home
  • 13 April 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
    • Keranjang
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 13 April 2009

    Dua Sisi Chow Yun Fat

    Duduk dengan mengenakan gaun panjang, mata artis Gong Li menatap lurus ke depan. Dua penata rias berdiri di sampingnya. Seorang memoleskan riasan dengan kuas di pipi kirinya, dan yang lain memperbaiki posisi mahkota di atas tatanan rambut up do-gaya rambut cepol menjulang tinggi.

    Adegan pada 2006 itu-yang kemudian diberi nama Painted Lady-ditangkap kamera foto milik aktor Chow Yun Fat, 54 tahun. Mereka berada di belakang layar pembuatan film The Curse of the Golden Flower, di Beijing. Film yang disutradarai Zhang Yimou ini menampilkan Chow sebagai Emperor Ping dan Gong Li sebagai Empress Phoenix. Zhang pun tidak ketinggalan dijepret.

    "Gong Li mungkin sedang serius membayangkan adegan selanjutnya atau mungkin mengingat kembali teks, sehingga ia tidak sadar sedang difoto," kata kurator asal Hong Kong, Jonathan Thompson, saat pembukaan pameran foto Chow Yun Fat: Moving Pictures di gerai Louis Vuitton, Plaza Indonesia, akhir Maret lalu. "Dan dia baru tahu waktu pameran foto di (Canton Road Maison) Hong Kong."

    Sebanyak 18 foto hitam-putih ditampilkan selama pameran yang berlangsung hingga 11 Mei. Bagi yang berminat, disediakan pula buku fotografi dengan 38 gambar. Sebagian besar pilihan subyek berasal dari kegiatan akting Chow di Cina, Bahama, dan Meksiko. Selain seri foto dalam film The Curse, ada pula Pirates of the Caribbean II dan III-salah satunya membidik sutradara Gore Verbinski dan kru. Lalu film The Children of Huang Shi (dengan sutradara Roger Spootiswoode) dan Dragonball.

    Selebihnya ada foto pemandangan Hong Kong, Hong Kong Skyscape dan Hong Kong Landscape (2007), serta perjalanan Chow ke Paris pada 2005. Di sinilah perjalanan foto dimulai untuk diangkat dalam tema Moving Pictures. Ketika itu ia menghadiri pembukaan flagship Louis Vuitton di Avenue des Champs Elysees. Tak jauh dari situ, ia menginap di kamar hotel mewah Four Seasons. George V. Chow memotret dirinya: Self Portrait in Paris. Sosoknya berjanggut, bermimik muka serius menatap cermin, sambil berkacak pinggang dan sebelah tangannya lagi menekan tombol kamera berukuran besar.

    Chow mengaku tertarik pada fotografi sejak berperan dalam film Crouching Tiger Hidden Dragon (2003). "Lokasi dan tempat syuting di Cina, pemandangan yang menawan dan inspiring," katanya dalam e-mail yang ditulis Ivan Tan, manajer bisnisnya, kepada Tempo dua pekan lalu. Tapi, bagi bintang Asia yang namanya juga melambung di Hollywood itu, semua obyek yang membangkitkan hasratnya menarik untuk difoto.

    Chow mengaku mengidolakan Ansel Adams, fotografer dan pencinta lingkungan asal California, Amerika Serikat. Adams meninggal pada 1984, dalam usia 82 tahun. Chow membeli buku fotografi Adams. Bukan hanya itu, suami Jasmine Chow ini mengatakan selalu belajar dari setiap kali kesalahan pengambilan obyek.

    Keseriusannya tidak tanggung-tanggung. Ia memakai kamera jenis big format dan middle format, yang masih menggunakan film. Alasannya, jenis ini memberikan detail dan pencahayaan lebih tajam pada obyek. Sedangkan hasil monokrom (hitam-putih) memberikan inspirasi terutama dalam tekstur. Jonathan menambahkan, ada 3-5 kamera yang digunakan Chow. "Beberapa di antaranya digital," katanya.

    Fotografer Indonesia, Mars Marcio, mengatakan bahwa jepretan Chow memiliki hasil yang tajam dengan kontras yang memukau. Ia menampilkan karakter film yang menarik seperti pada Painted Lady. Tapi, menurut dia, Chow belum mempunyai konsep. "Natural apa adanya," kata Marcio, yang biasa memotret fine art, wedding, dan fashion. Dia mengakui beberapa karya Chow juga mencoba fine art, seperti pada A flower of Hong Kong, 2008, dan Paris Still Life with Flowers.

    Lalu, apakah Chow akan beralih profesi? Well, katanya, akting dan melanjutkan hobi fotografi adalah dua hal yang akan dilakoninya pada masa mendatang. Sebab, ia dan lensa telah begitu intim selama 30 tahun.

    Martha Warta Silaban


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Televisi

Tiga Hari Tukar Nasib

Buku

Cerita-cerita dari Dasar Sumur

Keranjang

Satu Jam Saja

Album

MENINGGAL
Abdullah Zainie

Seni Rupa

Seni Patung Baru yang Melunakkan

Seni Rupa Berbingkai Perempuan

Catatan Pinggir

Politik-P

Politik-P

Fotografi

Dua Sisi Chow Yun Fat

TEMPO|interaktif

Internasional

Korban Cuaca Ekstrem Eropa Tembus 550 Orang

9 Kesalahan Menulis Surat Lamaran

4 Cara Sehat Agar Pengeluaran Pasangan Terpisah

Nasional

Polisi Berhenti Cari Amunisi Teroris di Kampus UI

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif