Nun di pelosok Pegunungan Tengah, Papua, waktu seolah membeku. Kehidupan berjalan lamban, kampung-kampung yang tenang seperti tak berpenghuni. Angin sejuk berembus menerbangkan suara anak-anak bermain. Gunung-gunung menjulang menjadi pagar pemisah para penghuninya dari peradaban di luar sana. Akhir bulan lalu, Adek Media Roza dari Tempo merekam kehidupan mereka selama sepekan. Menumpang pesawat menghinggapi enam bandara, menghabiskan hari di atas mobil berpenggerak empat roda, melintasi jalan berlumpur, dan separuh hari meniti jalan setapak.
Mereka menempuh ratusan kilometer berjalan kaki menuju kantong-kantong warga terbelakang. Hidup bersama warga untuk menjelaskan program pemberdayaan masyarakat.