• Home
  • 13 April 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
    • Keranjang
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 13 April 2009

    MOMEN

    KOREA UTARA
    Satelit Gagal Mengorbit

    ROKET Korea Utara gagal mengantarkan satelit mereka ke orbit. Pernyataan sejumlah pejabat pemerintah Amerika Serikat dan Korea Selatan itu disampaikan beberapa jam setelah Korea Utara mengklaim sukses mengorbitkan satelit Kwangmyongsong-2, Senin pekan lalu.

    Sumber militer di Rusia membenarkan laporan Amerika dan Korea Selatan itu. Militer Rusia mengatakan sistem luar angkasa mereka tak menangkap sinyal penempatan satelit Korea Utara di orbit. Kementerian di Jepang yang memonitor gelombang radio satelit juga menyatakan hal serupa. "Sejauh ini, kami belum mendeteksi gelombang radio apa pun dari satelit Korea Utara," kata Kinya Takano, Wakil Menteri Dalam Negeri Jepang.

    Amerika, Jepang, dan Korea Selatan mencurigai peluncuran itu merupakan kedok Korea Utara menyembunyikan uji coba misil jarak jauh. Mereka mengecam keras peluncuran tersebut dan menganggap Korea Utara melanggar resolusi Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa Nomor 1718 yang dikeluarkan pada Oktober 2006, yang melarang Korea Utara melakukan uji coba misil balistik.

    ITALIA
    Gempa Tewaskan Ratusan Orang

    GEMPA bumi berkekuat-an 6,3 skala Richter mengguncang wilayah pegunungan Provinsi Abruzzo, Italia tengah, dinihari Selasa pekan lalu. Setidaknya 250 orang tewas dan ribuan orang kehilangan tempat tinggal. Gempa juga menyebabkan sekitar 1.500 orang terluka. Puluhan orang diperkirakan masih terjebak di balik reruntuhan gedung yang kebanyakan peninggal-an zaman Romawi dan Renaissance itu.

    Badan Survei Geologi Amerika Serikat mengatakan pusat gempa diperkirakan berada sekitar 95 kilometer dari Roma dan berkedalaman 10 kilometer. Gempa ini dinilai terdahsyat dalam tujuh tahun terakhir. "Sejumlah kota di daerah itu hancur total," kata Ketua Majelis Rendah Parlemen Italia Gianfranco Fini.

    Perdana Menteri Italia Silvio Berlusconi mengatakan mereka yang kehilangan rumah akan ditampung di tenda-tenda yang dilengkapi dengan dapur umum. Pemimpin Italia itu mengimbau negara-negara lain tak mengirim bantuan. "Saya mengucapkan terima kasih kepada negara-negara asing atas solidaritas mereka. Tapi kami bisa mengatasi kebutuhan kami sendiri," ujar Berlusconi.

    SOMALIA
    Amerika Siap Serang Perompak

    MILITER Amerika Serikat bersiap melancarkan serangan ke kapal perompak Somalia di Semenanjung Afrika yang menyandera seorang kapten kapal Amerika. Jenderal David Petraeus dari Angkatan Darat Amerika akhir pekan lalu mengatakan pasukan sudah mengepung lokasi penyanderaan dan siap menyerang dalam waktu 48 jam.

    Agen Federal FBI juga menurunkan tim untuk berunding dengan perompak demi pembebasan Kapten Richard Phillips. Sumber di Pentagon menyebut pemerintah sudah menyiapkan dana tebusan untuk pembebasan Phillips.

    Phillips, yang memimpin kapal Maersk Alabama, di-sandera perompak lanun pekan lalu bersama sejumlah awak kapal. Mereka dalam pelayaran menuju Semenanjung Afrika membawa bantuan pangan. Dalam aksi itu, para awak kapal berhasil menguasai kembali Maersk Alabama, tapi Phillips di-sandera oleh para perompak. Ia disekap di sebuah sekoci yang dibiarkan mengapung.

    AMERIKA SERIKAT
    CIA Tutup Penjara Rahasia

    BADAN Pusat Intelijen Amerika (CIA) mengumumkan pemerintah Amerika Serikat menutup semua jaringan penjara rahasia di luar negeri. Kontrak kerja sama dengan sejumlah lembaga yang membantu penyidikan badan intelijen tersebut telah dihentikan. Sebelumnya, Presiden Barack Obama telah mengumumkan akan menutup pusat penahanan teroris, termasuk kamp Guantanamo.

    Dalam surat yang di-umumkan Kamis pekan lalu, Direktur CIA Leon Panetta menekankan pihaknya juga menghentikan semua praktek interogasi yang mengundang kecaman, seperti merendam tersangka di dalam bak berisi air dingin. "CIA tak akan mentoleransi dan akan menghentikan berbagai tindakan tak pantas," katanya.

    Pada masa pemerintahan Presiden George W. Bush, CIA diizinkan mengoperasikan penjara rahasia di negara-negara sekutunya di Eropa Timur, Asia, dan Afrika. Sejumlah tersangka disebut-sebut disiksa saat diperiksa.

    TURKI
    Ajakan Rekonsiliasi Obama

    AMERIKA Serikat berko-mitmen memperbaiki hubungan dengan negara-negara muslim berlandaskan kepentingan bersama dan saling menghormati. Pesan rekonsiliasi itu disampaikan Presiden AS Barack Obama saat bertemu mahasiswa dan sejumlah pemuka agama Islam, Kristen, dan Yahudi di Istanbul, Selasa pekan lalu.

    Sehari sebelumnya di parlemen Turki, Obama menyebutkan Amerika "tidak dan tak akan pernah" berperang melawan Islam. "Saya datang ke Turki karena saya sangat berkomitmen membangun kembali hubungan Amerika dan rakyat di negara muslim," katanya.

    Hubungan Amerika dan Turki memburuk saat mantan presiden George W. Bush melancarkan invasi ke Irak. Kebijakan pendahulu Obama itu memicu kebencian warga Turki terhadap Amerika. Kini warga Turki memberi respons positif pada kehadiran Obama.

    BOLIVIA
    Presiden Mogok Makan

    PRESIDEN Bolivia Evo Morales melakukan aksi mo-gok makan bersama sejumlah perwakilan masyarakat. Aksi tersebut dilakukan guna menuntut Kongres Nasional Bolivia mengesahkan peraturan yang disebut-sebut dapat memudahkannya menguasai dewan legislatif dalam pemilihan umum Desember mendatang.

    "Kami tak memiliki pilihan selain melakukan tindakan ini (mogok makan). Mereka tak ingin mengesahkan peraturan yang menjamin penerapan undang-undang dasar," kata Morales kepada wartawan di istana presiden di La Paz, sebelum bergabung dengan relawan yang mogok makan di Quemado Palace, Kamis pekan lalu.

    Undang-undang dasar ba-ru memberi hak dan wewe-nang lebih besar kepada mayoritas warga pribumi di ne-geri itu. Undang-undang ini telah disetujui oleh lebih dari 60 persen pemberi suara pada Januari lalu. Morales adalah presiden Boli-via pertama yang asli pribumi.

    Nunuy Nurhayati (AP, AFP, BBC)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Televisi

Tiga Hari Tukar Nasib

Buku

Cerita-cerita dari Dasar Sumur

Keranjang

Satu Jam Saja

Album

MENINGGAL
Abdullah Zainie

Seni Rupa

Seni Patung Baru yang Melunakkan

Seni Rupa Berbingkai Perempuan

Catatan Pinggir

Politik-P

Politik-P

Fotografi

Dua Sisi Chow Yun Fat

TEMPO|interaktif

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif