• Home
  • 13 April 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
    • Keranjang
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 13 April 2009

    Info Hidup Sehat

    Pembersihan Kolon, Perlu atau Tidak

    Masih ingat Farrah Fawcett? Salah sa-tu bintang pemeran serial televisi Charlie's Angels itu pekan lalu diberitakan terkena -kanker anal yang sudah menyebar ke hati. Nah, dari kabar yang ditulis berbagai media asing, penyebabnya adalah pembersihan usus besar (colon cleansing) yang sering dia lakukan.

    Tentu saja, kabar tentang penyebab ini masih belum bisa dinyatakan akurat. Namun hal itu bisa membuka pertanyaan tentang perlu-tidaknya pembersihan kolon. Maklum, penggelontoran usus besar makin di-sukai orang kota, sejak paham detoksifikasi menjamur. Selalu saja muncul produk herbal baru yang bisa digunakan untuk proses pembersihan ini.

    Dalam pandangan manusia urban, colon -cleansing merupakan solusi instan dari gaya hidup mereka yang "sangat kota"-sibuk, stres, makan tak teratur, terjebak konsumsi junk food, dan tidak cukup olahraga serta istirahat-dan keinginan untuk tetap sehat. Dalam paham pembersihan kolon ini, semua kotoran dan racun yang parkir di usus besar bisa digelontor tuntas-limbahnya banyak, hitam, dan menjijikkan. Sehingga, dengan usus besar bersih, berat badan pun bisa berkurang.

    Menurut kelompok yang mengakui kebenaran terapi ini, racun yang bersarang di sepanjang usus merupakan penyebab berbagai gangguan kesehatan seperti artritis (tulang bengkok), alergi, dan asma. Mereka juga percaya bahwa cara ini bisa mengusir penyakit, karena racun yang biasanya bersemayam nyaman dalam lipat-an-lipatan usus besar akan digelontor keluar. Alhasil, bila usus besar bersih, selain penyakit tak datang, organ kolonnya pun sehat.

    Memang belum ada bukti ilmiah tentang keuntungan terapi kolon ini. Bahkan, bagi para pengkritiknya, pembersihan kolon pada umumnya dianggap tidak penting dan malah bisa membahayakan kesehatan. Meskipun dokter mengharuskan pembersihan kolon sebelum tindakan medis tertentu, seperti kolonoskopi-pemeriksaan kondisi di dalam kolon dengan alat seperti kateter yang dilengkapi kamera-kebanyakan dokter tidak merekomendasikan colon cleansing untuk detoksifikasi.

    Yang juga dikhawatirkan, pembersihan kolon malah mengakibatkan risiko dehidrasi. Risiko ini makin besar bila zat pencahar seperti sodium fosfat ikut diguna-kan. Zat seperti itu juga bisa membahayakan fungsi ginjal.

    Menurut Ari Fahrial Syam, ahli gastroenterologi dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, "Terapi kolon hanya bersifat sesaat. Jadi, manfaatnya kurang." Padahal, dalam hal kesehatan pencernaan-termasuk usus besar-yang dibutuhkan adalah keteraturan.

    "Terapi kolon juga bisa mengganggu keseimbangan flora di dalam usus," tutur Ari Fahrial. Sehingga, menurut dokter di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo itu, yang jauh lebih penting adalah memastikan proses metabolisme di dalam tubuh berjalan dengan baik.

    Hal itu dimulai dari cara mengunyah yang benar. Kunyahan yang memadai-teorinya dikunyah 32 kali-dapat memunculkan hormon anti-lapar di dalam otak. Jadi, dengan mengunyah baik, perut bisa kenyang lebih lama, lambung pun tidak perlu terlalu bekerja keras menghancurkan makanan.

    Keteraturan lain adalah dengan mengkonsumsi makanan berserat seperti buah dan sayur, serta minum lebih banyak. Saran selanjutnya tentu saja olahraga teratur. Sebab, bila badan bergerak, gerakan peristaltik pada usus juga menjadi rancak. Makanan pun terproses baik.

    Namun, bila Anda tetap ingin melakukan pembersihan kolon, ada beberapa saran yang diberikan MayoClinic.com.

    Mintalah konsultasi dari dokter Anda. Ini perlu apalagi bila Anda sedang dalam pengobatan tertentu.

    Pastikan bahwa alat colon cleansing yang dimasukkan ke tubuh adalah baru dan steril, sama sekali belum pernah digunakan.

    Telitilah apa saja kandungan herbal yang digunakan, dan ingatlah bahwa tetap ada zat-zat herbal yang berdampak buruk bagi kesehatan.

    Bersikaplah kritis terhadap klaim bahwa terapi kolon seperti itu bisa menyembuhkan penyakit dan meningkatkan kesehatan.

    Tetaplah menjaga cairan tubuh selama proses pembersihan usus besar dengan banyak minum air putih.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Televisi

Tiga Hari Tukar Nasib

Buku

Cerita-cerita dari Dasar Sumur

Keranjang

Satu Jam Saja

Album

MENINGGAL
Abdullah Zainie

Seni Rupa

Seni Patung Baru yang Melunakkan

Seni Rupa Berbingkai Perempuan

Catatan Pinggir

Politik-P

Politik-P

Fotografi

Dua Sisi Chow Yun Fat

TEMPO|interaktif

Sebelum Tabrakan Cisarua, Penumpang Ingatkan Sopir

Izin Operasi Bus Maut di Cisarua Dicabut

Nasional

Faisal-Biem Merasa Dijegal Aturan KPU DKI

Nasional

Partai Demokrat Segera Pecat Kader Bermasalah

Olahraga

Kisah Perempuan Afganistan di Ring Tinju Olimpiade

Olahraga

Mali Juara Ketiga Piala Afrika 2012

Rentetan Kecelakaan di Jalan Raya Awal 2012

Nasional

Jokowi: Jangan Sampai Pemimpin Itu Melow

Olahraga

Barca Ditekuk Osasuna 3-2

Olahraga

Persib ke Papua Bukan untuk Mengalah

Olahraga

Wenger: Henry Seorang Legenda

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif