• Home
  • 13 April 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Kartun
    • Keranjang
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Selingan
    • Intermezzo
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 13 April 2009

    Pemilu di Aceh
    Enam Partai, Satu Intimidasi

    Thaleb tak segera beranjak seusai salat subuh di meunasah dekat rumahnya, Kamis pekan lalu. Penduduk Desa Cot Lame, Kuta Baro, Aceh Besar ini terus mendaraskan zikir. Ketika matahari mulai meninggi, ia bergegas menuju tempat pemungutan suara. "Ini pemilu yang kami tunggu. Beda dengan 2004," kata pria 42 tahun itu. "Saat itu kami dipaksa ke tempat pemungutan suara, dikawal tentara."

    Sebelum perjanjian damai antara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) dan pemerintah RI ditandatangani di Helsinki, Finlandia, 15 Agustus 2005, Cot Lame adalah zona panas. Konflik bersenjata kerap meledak di sini.

    Perjanjian damai mengubah politik wilayah ini. Undang-Undang Nanggroe Aceh Darussalam mengizinkan pendirian partai lokal. Sekitar 3 juta pemilih pun mendapat "menu" yang tak ada di daerah lain: Partai Aceh, Partai Rakyat Aceh, Partai Suara Independen Rakyat Aceh, Partai Aceh Aman Sejahtera, Partai Bersatu Aceh, dan Partai Daulat Aceh. Mereka berebut kursi Dewan Perwakilan Rakyat Aceh dan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten/Kota. Adapun kursi Dewan Perwakilan Rakyat tetap diperebutkan partai nasional.

    Menurut Elly Sufriadi, direktur Lembaga pemantau pemilihan e-CARD, Partai Aceh diperkirakan akan menguasai suara. Partai pimpinan mantan Panglima Militer GAM Muzakkir Manaf itu diduga akan meraup 53 persen. Karena bersikap hati-hati, hingga akhir pekan lalu Komisi Independen Pemilihan Aceh belum mengeluarkan angka sementara.

    Adnan Beuransyah, juru bicara Partai Aceh, mengklaim partainya merebut 70 persen suara. Ia mengatakan, Partai Aceh menang telak di pesisir timur dan utara Aceh. Di Pidie mereka mendulang 95 persen suara. Di Pidie Jaya 90 persen, Bireuen 98 persen, Aceh Utara 95 persen, Aceh Timur 90 persen. Di pesisir barat-selatan 40-70 persen dan wilayah tengah 40 persen.

    Partai Aceh merupakan metamorfosis sayap militer GAM. Hampir semua panglima wilayah bawahan Muzakkir menyokong partai ini. Gubernur Irwandi Yusuf, dulu juru propaganda GAM, pun menjadi juru kampanye.

    Aktivis partai lain menuduh intimidasi merupakan kunci kemenangan Partai Aceh. Seorang aktivis menyatakan, simpatisan Partai Aceh di Kabupaten Pidie meneror saksi dari partai lain agar tak hadir ke tempat pemungutan suara. Meski begitu, ia mengakui, warga bisa bebas memilih.

    Hendra Fadil, Koordinator Komite untuk Orang Hilang dan Tindak Kekerasan Aceh, mengatakan menerima laporan yang sama. Menurut dia, intimidasi terjadi di Pidie serta wilayah Aceh Timur dan Aceh Utara. "Semua orang tahu aktivis partai apa yang melakukannya," ujarnya.

    Ketua Panitia Pengawas Pemilu Aceh, Nyak Arief Fadillah, mengatakan lembaganya menerima laporan intimidasi di Pidie dan Aceh Timur. "Tapi, setelah kami cek ke Panitia Pengawas Kecamatan, intimidasi itu tak ada. Saksi tak hadir itu wajar," kata Nyak. Ia menyatakan, pemilihan berjalan aman, termasuk di zona bekas konflik.

    Adnan Beuransyah, juru bicara Partai Aceh, pun membantah simpatisan partainya mengintimidasi. "Kami menjaga perdamaian Aceh. Tapi memang tak bisa mengontrol semua simpatisan."

    Menurut Adnan, partainya malah yang kerap diserang pihak lain. Menjelang pemilihan, terjadi 55 kasus kekerasan yang menimpa partainya. Di antaranya, pembakaran kantor, pembunuhan kader, dan penurunan atribut. Ia menyebutkan, tujuh kader Partai Aceh terbunuh.

    Kepolisian menandai semua tempat pemungutan suara di Aceh rawan. Hanya status yang membedakan pengamanan. Sebanyak 10.271 tempat pemungutan suara dibagi tiga kategori: rawan 2 dijaga dua polisi, rawan 1 dijaga satu polisi, dan kurang rawan dijaga dua polisi di tiap empat tempat pemungutan suara. Zona rawan 2 di antaranya Aceh Utara dan Aceh Timur. Sedangkan kurang rawan di antaranya Kota Banda Aceh dan Kota Sabang.

    Dwidjo U. Maksum (Jakarta), Adi Warsidi (Banda Aceh)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Televisi

Tiga Hari Tukar Nasib

Buku

Cerita-cerita dari Dasar Sumur

Keranjang

Satu Jam Saja

Album

MENINGGAL
Abdullah Zainie

Seni Rupa

Seni Patung Baru yang Melunakkan

Seni Rupa Berbingkai Perempuan

Catatan Pinggir

Politik-P

Politik-P

Fotografi

Dua Sisi Chow Yun Fat

TEMPO|interaktif

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif