Rumah itu berukuran hanya 4x4 meter. Letaknya di kawasan Pegunungan Patron, Kabupaten- Se-marang. Berlantai tanah, ber-dinding papan reot, tanpa fasilitas listrik pula. Kamar mandinya hanya ko-lam berukuran 1x2 meter yang terletak di depan rumah.
Di rumah itulah Sodiq, si pembelah batu, tinggal bersama istri dan dua anaknya. Maka, seakan mimpi baginya ketika dia sekeluarga boyongan ke rumah mewah di Jalan Langenrejo, Salatiga, Jawa Tengah, 30 kilometer dari rumahnya. Rumah barunya itu milik Nugroho Budi Santoso, seorang kontraktor. Sodiq sekeluarga pun menjalani kehidupan Nugroho.
Lantas ke mana Nugroho dan keluarga? Tentu saja mereka pindah ke rumah Sodiq sekaligus menjalani kehidupannya di sana. Mereka bertukar nasib selama tiga hari.
Keluarga Sodiq dan Nugroho adalah tokoh dalam reality show Tukar Nasib yang digarap rumah produksi Dreamlight. Acara yang mulai diputar SCTV sejak 14 Maret 2009 ini ditayangkan setiap Sabtu dan Minggu pukul 16.30.
Selama tiga hari tukar nasib, bisa ditebak banyak terjadi kegagapan. Keluarga Sodiq bingung membedakan mana remote control televisi dan mesin pendingin, misalnya. "Kami tidak punya TV," kata Sodiq. Tapi jelas, hidup kaya banyak kesenangannya. Keluarga Shodiq sangat menikmati rekreasi di sebuah tempat wisata air di Salatiga. "Saya senang melihat dua anak saya terhibur," kata Sodiq.
Sebaliknya, di rumah asli Sodiq, kerepotan melanda keluarga Nugroho. Sang kepala rumah tangga lunglai meng-ayunkan godam pembelah batu sebe-rat 10 kilogram. Istrinya kesulitan buang air kecil di kamar mandi yang tak tertutup rapat. Kedua anaknya tak bisa tidur dalam kegelapan tanpa selimut.
"Pertunjukan ini memang gabungan dari komedi, satire, dan drama dari kesenjangan budaya," ujar Head of Corporate Affairs SCTV Budi Darmawan. Dan itu tampak jelas dalam berbagai adegan. Selalu muncul keluarga kaya kerepotan hidup dengan kemewahan- minus. Istri si kaya dan anak-anaknya kontan minta pulang setelah melihat- -rumah keluarga miskin. Ada -adegan, -istri orang kaya sampai muntah-muntah ketika bertukar peran.
Sedangkan kegaguan keluarga mis-kin- juga benar-benar diangkat. Kecanggungan dan wajah-wajah bengong- melihat dan menggunakan fasilitas ke-mewahan sangat mewarnai reality show ini. Anak si miskin terjepit kaca pintu mobil yang bergerak otomatis. Istri si miskin yang kegelian ketika menikmati fasilitas spa. Anda bisa tertawa? Tentu saja kedua contoh adegan itu sama sekali tidak enak untuk diterta-wakan. Namun begitulah, "Acara televisi membutuhkan visualisasi yang ekspresif," demikian penjelasan Lan-dung Y. Saptoto, produser Tukar Nasib.
Itulah reality show. Makin didramatisasi dan ironis, makin laku. Hingga episode ketiga, survei lembaga peme-ringkat AC Nielsen menunjukkan Tukar Nasib memperoleh rata-rata rating- 3,2 persen dengan share 18,4 persen. "Artinya, kurang lebih 1,5 juta orang menyaksikan," tutur Communications- Execu-tive AGB Nielsen Media Research, Andini Wijendaru. Memang masih di bawah Jika Aku Menjadi, rea-lity show tentang remaja- berada yang hidup bersama orang mis-kin pekerja keras, pantang menye-rah. Acara Trans TV itu memiliki rating 5,4 persen dengan share 25,4.
Bagaimana dengan pe--lakunya? Mereka tidak ter-singgung atau risi. "Motivasi kami hanya mencari pengalaman," kata Nugroho. Sementara Sodiq me-nerima tawaran karena bisa masuk TV dan dapat uang. "Ternyata jadi orang kaya susah. Banyak aturan," kata Sodiq.
Pemilik Dreamlight, Eko Nugroho, mengatakan gagasan reality show itu berawal dari celetukan kontraktor yang mengaku iri melihat kuli bangunan-nya tidur nyenyak. Katanya, "Hidup ini hanya -sawang-sinawang (orang lain terlihat lebih bahagia)."
Harun Mahbub, Sohirin (Semarang)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
