UNIVERSITAS Gadjah Mada, Yogyakarta, mengukuhkan dua guru besar baru pada Selasa dan Kamis pekan lalu. Yang pertama Djoko Wahyono, 58 tahun, sebagai guru besar farmasi dengan makalah "Peran Farmakokinetika Klinik pada Terapi Kuantitatif Obat Herbal". Berikutnya, Mudasir, 46 tahun, yang menjadi guru besar kimia, menyampaikan tulisan "Memahami Interaksi Senyawa Kompleks dengan DNA: Langkah Maju Mencari Senyawa Kandidat Antikanker".
Menurut Djoko, penggunaan obat herbal harus melalui dosis seperti obat sintetik lainnya. Selama ini belum ada takaran untuk jenis obat alami ini. Padahal, setelah ditelan, obat herbal juga sama reaksinya dalam tubuh yang sesuai dengan umur, jenis penyakit, dan daya tahan tubuh. Sedangkan Mudasir meneliti soal interaksi antara logam dan DNA dalam tubuh untuk memahami kerja obat dalam tubuh manusia.
PELANTIKAN
Firmanzah
REKTOR Universitas Indonesia Gumilar Rusliwa Somantri melantik Firmanzah, 33 tahun, sebagai Dekan Fakultas Ekonomi periode 2009-2013. Firmansyah, doktor lulusan Universitas Paris X, menjadi dekan termuda sepanjang sejarah Universitas Indonesia.
Dalam pemilihan terbuka Selasa pekan lalu itu, alumnus Fakultas Ekonomi 1998 ini mengungguli dua kandidat lainnya, yaitu Profesor Shidarta Utama dan Arindra A. Zainal. Selain mengajar di almamaternya, penulis buku Mengelola Partai Politik: Persaingan dan Positioning Ideologi Politik (2008) ini juga menjadi dosen tamu di beberapa universitas di Cina dan Prancis.
PENGHARGAAN
Tim Matematika ITB
TIM Pemodelan Matematika Institut Teknologi Bandung meraih meritorious winner dalam Mathematical Contest in Modeling dan The Interdisciplinary Contest in Modeling. Lomba memecahkan pemodelan matematika yang digelar di Universitas Cornell, Ithaca, Amerika Serikat, awal April lalu ini diikuti 1.675 tim. Tim MCM terdiri atas Rizki Irawan, Levina Diansari, Mika Hasiholan, dengan pembimbing Nuning Nuraini. Adapun tim ICM meliputi Prima Deffinika, Widya N.F., dan Karina Trisnanita, di bawah bimbingan Agus Yodi Gunawan. Dalam lomba tahunan ini ITB pernah mendapat medali perak, juga puluhan medali perunggu.
"Tidak perlu ada yang kebakaran jenggot atau membakar jenggot orang lain."
Hidayat Nur Wahid, politikus Partai Keadilan Sejahtera, Jumat pekan lalu, mengomentari manuver politik yang riuh setelah pemilihan umum legislatif.
"Mereka mengigau dan meminta uangnya dikembalikan."
Supono Mustajab, pemilik Wisma Rehabilitasi di Karanganyar, Jawa Tengah, yang merawat calon legislator yang stres karena kalah dalam pemilihan umum, Rabu pekan lalu.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.
