• Home
  • 20 April 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 20 April 2009

    Kompor Bioetanol

    PERAJIN kompor di Sidoarjo, Jawa Timur, memodifikasi kompor sumbu menjadi kompor bioetanol, sejak pertengahan tahun lalu. Bahan dasarnya kaleng bekas. Kini, mereka tengah mengembangkan kompor bertabung agar menyerupai elpiji. Modifikasinya telah merambah ke pelbagai daerah, dari Semarang, Pekalongan, hingga Papua. Menurut Bambang Irawan dari Himpunan Perajin Kompor Bioetanol Indonesia, bahan bakar itu kini ditawarkan dalam bentuk cair dan padat.

    Bioetanol

    • Indonesia memproduksi 177.500 kiloliter per tahun (115.000 di antaranya diekspor).
    • Indonesia memproduksi 11 juta ton ubi dan 600 juta ton tebu per tahun.
    • Kini 13 negara memakai bioetanol sebagai sumber energi.
    • Emisi karbon monoksida 25 persen lebih rendah daripada bahan bakar minyak.
    • Kandungan oksigen 35 persen sehingga mudah terbakar.
    • Tak menyisakan residu.
    • Mobil Ford tipe T adalah pemakai bioetanol pertama, pada 1905.
    • Bahan baku berupa ampas tumbuhan.

    Cara Membuat

    Prinsipnya adalah fermentasi gula dan karbohidrat dari tumbuhan.
    - Bahan baku dihancurkan menjadi bubur.
    - Proses hidrolis/memisahkan ampas. Ampas menjadi pupuk.
    - Glukosa. Kadar gula 14 persen.
    - Fermentasi 3 hari. Kadar alkohol 10 persen.
    - Setelah distilasi menjadi bioetanol. Kadar 99,5 persen.

    BAHAN BAKU
    Berpati:
    Ubi kayu, sagu, jagung, sorgum biji, kentang, singkong
    Bergula:
    Tebu, nila aren, nira nipah, nira sorgum manis, molase, kulit pisang, mangga, pepaya
    Selulosa:
    Kayu, jerami, batang pisang, ampas tebu

    Tujuh kilogram singkong
    Rp 2.100

    Menghasilkan 1 liter bioetanol seharga
    Rp 6.000

    Yang bisa dipakai selama
    30-40 menit

    Perbandingan dengan minyak tanah
    1 : 2,7 liter

    Lebih hemat
    Rp 4.800

    Harga kompor
    Rp 50-80 ribu


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Tari

Dunia Anggie dalam Tari

Agama

Catatan Pinggir Kiai Petuk

Televisi

Acara Khusus Kaum Narsis

Layar

...Setelah Superhero Tewas

Pilar-pilar Novel Grafis

Bertemu Dr Manhattan di Layar Besar Itu

Seni Rupa

Jejak Nashar di Pulau Dewata

Eulogi untuk Nashar

Merekam Kenangan Masa Jepang

Buku

Para Jenius dan Orang Biasa

Album

PENGUKUHAN
Djoko Wahyono dan Mudasir

Catatan Pinggir

Estaba la Madre

TEMPO|interaktif

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif