PERAJIN kompor di Sidoarjo, Jawa Timur, memodifikasi kompor sumbu menjadi kompor bioetanol, sejak pertengahan tahun lalu. Bahan dasarnya kaleng bekas. Kini, mereka tengah mengembangkan kompor bertabung agar menyerupai elpiji. Modifikasinya telah merambah ke pelbagai daerah, dari Semarang, Pekalongan, hingga Papua. Menurut Bambang Irawan dari Himpunan Perajin Kompor Bioetanol Indonesia, bahan bakar itu kini ditawarkan dalam bentuk cair dan padat.
Bioetanol
Cara Membuat
Prinsipnya adalah fermentasi gula dan karbohidrat dari tumbuhan.
- Bahan baku dihancurkan menjadi bubur.
- Proses hidrolis/memisahkan ampas. Ampas menjadi pupuk.
- Glukosa. Kadar gula 14 persen.
- Fermentasi 3 hari. Kadar alkohol 10 persen.
- Setelah distilasi menjadi bioetanol. Kadar 99,5 persen.
BAHAN BAKU
Berpati:
Ubi kayu, sagu, jagung, sorgum biji, kentang, singkong
Bergula:
Tebu, nila aren, nira nipah, nira sorgum manis, molase, kulit pisang, mangga, pepaya
Selulosa:
Kayu, jerami, batang pisang, ampas tebu
Tujuh kilogram singkong
Rp 2.100
Menghasilkan 1 liter bioetanol seharga
Rp 6.000
Yang bisa dipakai selama
30-40 menit
Perbandingan dengan minyak tanah
1 : 2,7 liter
Lebih hemat
Rp 4.800
Harga kompor
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo"
Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9.
Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486 Download versi digitalnya : Terima Kasih.
Rp 50-80 ribu
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
