• Home
  • 20 April 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 20 April 2009

    Info Hidup Sehat

    Hati-hati dengan Dextro

    BULAN lalu Rumah Sakit Hasan Sadikin Bandung merawat 12 pasien, tiga di antaranya meninggal tanpa sebab jelas. Setelah diperiksa laboratorium rumah sakit tersebut, si pasien keracunan obat dextromethorpan.

    Dextro, begitu sebutan singkatnya, adalah bahan obat batuk yang digunakan untuk melancarkan saluran pernapasan. Obat generik itu dijual bebas alias tanpa resep dokter. Pasien yang menjadi korban meminum obat itu berlebihan, yakni 15 sampai 20 butir.

    Mengkonsumsi obat itu secara berlebihan akan berakibat depresi pada saluran pernapasan. Efek lainnya mengantuk, pusing, badan terasa lelah, otot terutama di sekitar pernapasan menjadi lemah, bahkan bisa berakibat pada penyakit keracunan obat, yaitu sindrom Steven Johnson. Ini penyakit mematikan yang disebabkan kematian sel yang mengakibatkan terpisahnya bagian luar kulit (epidermis) dengan lapisan kulit di dalamnya.

    Mengelola Hormon Stres

    PEMILIHAN calon anggota legislator yang baru lewat memunculkan gelombang penyakit baru: stres. Bahkan, jika tak ditangani segera, tekanan itu bisa mengakibatkan gangguan jiwa. Akibat lainnya adalah kegemukan alias obesitas.

    Menurut sebuah studi yang diterbitkan Nature Medicine Journal, hormon yang dikeluarkan tubuh ketika stres dapat menjadi penyebab utama obesitas. Hormon stres ini mengaktifkan gen di dalam sel-sel lemak, yang membuatnya memperbanyak diri dan berkembang. Para ahli menemukan, pada tikus yang stres, lemak meningkat dua kali lipat dibanding tikus yang tak stres, sekalipun mendapatkan kalori yang sama.

    Hormon stres disebut kortisol, yaitu hormon yang diproduksi ginjal, dan mempunyai hubungan mengontrol kadar gula darah. Jika kadar gula darah rendah, kortisol bekerja mengubah lemak menjadi gula. Dalam keadaan normal, kortisol bagus untuk kesehatan. Namun, jika kadarnya tinggi, orang akan mengalami stres berat. Sehingga, meski orang itu tak mengkonsumsi gula, kortisol tetap mengubah lemak menjadi gula.

    Keadaan tersebut tentu berbahaya bagi kesehatan. Seseorang dengan kortisol berlebih akan menderita kencing manis, karena kadar gulanya tinggi. Selain itu, kadar kortisol yang tidak terkendali bisa menyebabkan penyakit jantung, ginjal, liver, serta impotensi. Hormon kortisol juga mempercepat proses penuaan.

    Hormon itu bisa dilawan dengan hormon antistres, yang disebut dehydroepiandrosterone, disingkat DHEA. Hormon ini sebenarnya diproduksi berlimpah oleh kelenjar adrenal yang letaknya di atas ginjal. DHEA juga berfungsi memberi tanda pada tubuh untuk memproduksi hormon seksual, seperti testosteron, estrogen, dan progesteron. Dalam jumlah besar DHEA diproduksi pada masa muda dan semakin berkurang sejalan dengan pertambahan usia.

    Hormon DHEA muncul ketika perasaan bahagia, bebas dari masalah. Semakin besar pengaruh DHEA dalam tubuh, semakin kecil pengaruh stres. Masalahnya, kemampuan kelenjar adrenal menghasilkan DHEA semakin menurun bersamaan dengan bertambahnya umur, sedangkan hormon kortisol justru meningkat seiring dengan pertambahan usia.

    Sebuah penelitian yang diterbitkan Journal of the American Geriatric Society tentang studi efek DHEA dalam proses penuaan menemukan orang berusia 60-80 tahun yang memiliki tingkat DHEA paling tinggi mempunyai nilai kekuatan fisik dan kognitif lebih baik dibandingkan orang ber-DHEA rendah.

    Sebenarnya, tubuh kita bisa melawan hormon stres dengan hormon antistres di atas. Namun, yang terjadi, stres sering berulang dan datang bertubi-tubi, sehingga hormon DHEA yang biasanya diperoleh dengan relaksasi tak sempat diproduksi.

    Karena itu perlu diketahui dan diterapkan cara mengelola stres yang baik, antara lain dengan olahraga teratur, cukup istirahat, meditasi, pola makan yang baik, dan memiliki rasa humor dalam hidup sehari-hari. Jadi, tak perlu khawatir terlalu stres dengan kemunculan stres, hadapi saja dengan santai.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Tari

Dunia Anggie dalam Tari

Agama

Catatan Pinggir Kiai Petuk

Televisi

Acara Khusus Kaum Narsis

Layar

...Setelah Superhero Tewas

Pilar-pilar Novel Grafis

Bertemu Dr Manhattan di Layar Besar Itu

Seni Rupa

Jejak Nashar di Pulau Dewata

Eulogi untuk Nashar

Merekam Kenangan Masa Jepang

Buku

Para Jenius dan Orang Biasa

Album

PENGUKUHAN
Djoko Wahyono dan Mudasir

Catatan Pinggir

Estaba la Madre

TEMPO|interaktif

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif