• Home
  • 20 April 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Layar
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 20 April 2009

    Pilar-pilar Novel Grafis

    KOMIK Watchmen dipasarkan sebagai novel grafis. Ini istilah yang memungkinkan DC Comics dan penerbit lainnya menjual komik sejenis sedemikian rupa sehingga asosiasinya lebih dekat ke novel, bukan komik. Watchmen ikut mengukuhkan istilah dan konsep novel grafis di tengah-tengah masyarakat umum.

    Novel grafis, betapapun definisi persisnya selalu menjadi perdebatan, sesungguhnya bukan hal baru. Cikal bakalnya sudah muncul sejak 1920-an. Istilah novel grafis sendiri muncul dalam satu dan lain bentuk pada awal 1970-an. Banyak yang menyebut penggunaannya yang secara khusus untuk membedakan muatan suatu buku komik dengan komik pada umumnya dimulai dengan A Contract with God, And Other Tenement Stories (1978) karya Will Eisner.

    Sejak itu, sudah banyak komik berkategori novel grafis diterbitkan. Tapi yang selalu diakui sebagai tonggak penting relatif tak berubah. Selain Watchmen, buku-buku ini dianggap wajib buat mereka yang berminat:

    A Contract with God, And Other Tenement Stories
    Will Eisner
    1978

    Empat cerita pendek di dalamnya, dengan setting sebuah apartemen murahan di Bronx, New York, pada 1930-an, merupakan kisah semiotobiografi Eisner. Dia menggali masa kanak-kanaknya, juga teman-temannya, sebagai bahan. Dengan penguasaannya terhadap medium komik, dia menarasikan problem sehari-hari kaum imigran dan pengalaman generasi pertama, lintas kultur. Kritikus memandang komik ini sebagai peletak standar novel grafis.

    Maus: A Survivor's Tale
    Art Spiegelman
    1986, 1991

    Mengisahkan perjuangan ayah Spiegelman, keturunan Yahudi Polandia, untuk bertahan hidup dari kekejian Nazi. Spiegelman juga menuturkan hubungannya yang bermasalah dengan sang ayah dan bagaimana dampak perang menghantui beberapa generasi di dalam satu keluarga. Spiegelman menyajikan semua orang di dalamnya sebagai binatang yang menyandang simbol karakter manusia (misalnya semua warga Yahudi digambarkan sebagai tikus; maus adalah kata dari bahasa Jerman yang berarti tikus). Pada 1992, komik ini memenangi Pulitzer Prize Award.

    Batman: The Dark Knight Returns
    Frank Miller, Klaus Janson, dan Lynn Varley
    1986

    Inilah versi yang merontokkan gambaran tentang Batman 1960-an, yang merupakan hasil tempaan serial televisi. Miller mengisahkan Batman sudah sepuluh tahun pensiun, dan Gotham City terperosok makin jauh ke dalam dekadensi dan tanpa hukum. Didampingi Carrie Kelly, Robin perempuan, Batman pun turun kembali ke jalan untuk mengatasi ancaman kejahatan. Komik ini diakui sebagai salah satu karya klasik.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Tari

Dunia Anggie dalam Tari

Agama

Catatan Pinggir Kiai Petuk

Televisi

Acara Khusus Kaum Narsis

Layar

...Setelah Superhero Tewas

Pilar-pilar Novel Grafis

Bertemu Dr Manhattan di Layar Besar Itu

Seni Rupa

Jejak Nashar di Pulau Dewata

Eulogi untuk Nashar

Merekam Kenangan Masa Jepang

Buku

Para Jenius dan Orang Biasa

Album

PENGUKUHAN
Djoko Wahyono dan Mudasir

Catatan Pinggir

Estaba la Madre

TEMPO|interaktif

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

Olahraga

Leverkusen Tanpa Ballack Lawan Barca

Olahraga

MU Terima Permohonan Maaf Liverpool

Olahraga

City Kembali ke Puncak

Utama Motor, Dealer Khusus Moge Mulai Beroperasi

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif