• Home
  • 11 Mei 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Televisi
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Pendidikan
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 11 Mei 2009

    Sulap Bukan Mistik

    MENAKJUBKAN. Sulit menahan seruan itu melihat aksi Limbad. Dia menarik truk penuh orang dengan tambang yang diikat pada rambut gondrongnya. Aksi itu ditunjukkan saat final The Master di RCTI, Jumat dua pekan lalu. Dia melakukan akrobat tersebut demi meraih gelar "master", penghargaan yang didapatkan bila berhasil menang dalam kompetisi The Master.

    Pesaingnya, Joshua Sandy alias Joe Sandy, beraksi tak kalah hebat. Kekuatan pikirannya mengesankan. Joe mengisi kotak teka-teki silang dengan mata tertutup. Pertanyaannya dibacakan. Hebatnya, huruf-huruf tepat menempati kotak yang ada. Dan, tentu saja, semua jawabannya benar.

    Limbad dan Joshua adalah peserta yang mampu bertahan hingga babak final setelah yang lain tumbang sepanjang 12 episode sebelumnya. The Master merupakan ajang pencarian bakat seperti berbagai macam "idol" yang marak di layar kaca. Pemenang bergantung pada banyaknya pesan singkat dari pemirsa.

    Kenapa pesulap yang dicari? "Stok pesulap menipis, orangnya itu-itu saja," kata Direktur Program RCTI Harsiwi Akhmad. Padahal banyak orang yang menekuni keahlian sulap. Audisi tertutup dengan mendatangi sekolah sulap menjaring banyak peminat. Yang mendaftar di acara ini ribuan orang.

    Setelah diseleksi, terjaring 11 orang kandidat master, yang diminta memamerkan kemampuan mereka setiap Jumat malam. Dalam sesi pertama, tampil lima orang, dan sesi kedua, enam orang. Pemenang dari tiap sesi diadu dalam final. Seperti kontes semacamnya, aksi pesulap dikemas dalam bentuk hiburan. Dua juri, mentalis Deddy Corbuzier dan ahli hipnotis Romy Rafael, menilai penampilan mereka.

    Nantinya, sang master akan mendapat kesempatan tampil di acara-acara RCTI. Tidak tertutup kemungkinan juga akan ada slot khusus sebagai panggung para peserta The Master. Modal popularitas juga diharapkan dapat mendongkrak perkembangan karier peserta. "Ini awal karier mereka," kata Harsiwi.

    Joe Sandy mengakui, ia mengikuti kontes untuk mencari tantangan. "Yang penting pengalamannya," kata dia. Tentu, panggung yang lebih besar setelahnya tak ditampik. Pesulap asal Subang, Jawa Barat, itu sudah sering menggelar pertunjukan off air di acara seperti jamuan atau pertemuan. "Istilahnya sulap dalam kota," katanya.

    Limbad ingin menunjukkan bahwa ada pesulap Indonesia yang bisa menggelar pertunjukan extreme magic, memukau penonton dengan adegan-adegan berbahaya. Dia biasa menggelar pertunjukan tak hanya di kota asalnya, Tegal, Jawa Tengah, tapi juga di kota-kota besar, bahkan sampai ke luar negeri. "Paling sering Singapura dan Malaysia," kata Susi Indrawati, istrinya.

    Keduanya menekankan bahwa sulap adalah teknik yang bisa dipelajari siapa pun. Joe, misalnya, baru serius menekuni ilmu sulap sejak 2000 di Magic Art School Bandung. Tak hanya mathemagic, yakni sulap yang dikombinasikan dengan matematika, dia juga mendalami teknik ilusi.

    Limbad sudah tertarik dunia sulap sejak kecil, dan intensif mempelajarinya secara otodidak dalam sepuluh tahun terakhir. "Yang penting mental dan keberanian," katanya. Penampilannya yang angker, dengan burung hantu di pundak dalam setiap pertunjukan, hanyalah kemasan pertunjukan bizarre magic-untuk menghadirkan efek horor dan kekuatan supernatural.

    Deddy Corbuzier menegaskan, sulap adalah ilmu yang bisa dipelajari secara rasional, sama sekali tak lekat dengan dunia mistik. Pesulap ilusi, misalnya, tekun mempelajari teknik mengalihkan perhatian penonton. Mentalis atau penghipnotis belajar mempengaruhi alam bawah sadar, atau pesulap Fakir-yang mempertontonkan kekuatan supernatural-puluhan tahun melatih fisik. "Kami mengedukasi bahwa dukun itu banyak yang melakukan penipuan," kata Deddy. Ini sesuai tagline acara: "Mencari Bintang tanpa Mantra".

    The Master seakan mengajak berpikir sehat dalam menerima yang serba tidak mungkin, serba tidak biasa, sebagai bagian dari kehidupan. Sebab, seperti yang diyakinkan dua suhu dalam dua acara tersebut: semua magic bisa dipelajari.

    Harun Mahbub


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Televisi

Sulap Bukan Mistik

Seni Rupa

Seribu Kemungkinan Garis

Catatan Pinggir

Thersites

Album

PELANTIKAN
Ilham Sirajuddin-Supomo Guntur

TEMPO|interaktif

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

Internasional

Kakak Aktivis Chen Dilaporkan Hilang  

Teknologi

Robot Korea di Kontes Robot Cerdas Indonesia

Metro

Dua Pencurian Sepeda Motor di IPB dalam 10 Hari Terakhir

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif