• Home
  • 18 Mei 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
    • Media
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Arsitektur
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Ilmu dan Teknologi
    • Buku
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Teater
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 18 Mei 2009

    Surat Pembaca

    Nasrudin Bukan Pegawai BPKP

    KAMI perlu memberi klarifikasi atas artikel "Dari Baramo ke Rajawali" di majalah Tempo edisi 11-17 Mei 2009. Di situ tertulis "...(Nasrudin) memulai kariernya sebagai petugas di Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan Sulawesi Selatan pada 1987." Menurut data kepegawaian BPKP dari 1983 hingga sekarang, tidak pernah tercatat pegawai dengan nama Nasrudin Zulkarnaen. Semoga ini menjadi klarifikasi.

    RATNA TIANTI
    Juru Bicara BPKP

    Terima kasih atas penjelasannya. Kami menerima informasi tersebut dari sejumlah sumber dan keluarga almarhum Nasrudin.

    Bilih Bukan Iblis

    SEBAGAI orang Minang, saya keberatan dengan artikel "Ikan Iblis Danau Singkarak" di majalah Tempo edisi 4-10 Mei 2009. Bilih dalam bahasa Minang berarti kecil. Uang bilih berarti uang kecil. Dengan demikian, ikan bilih berarti ikan kecil-kecil, sesuai dengan ukurannya.

    Nenek moyang kami tidak mungkin memberi nama yang berarti iblis terhadap santapan sehari-hari. Memang ada orang Minang menyebut iblis dengan ubilih atau disingkat bilih. Tapi, tentu ini tidak berarti ikan tersebut diartikan ikan iblis.

    LUCYANEL ARLYM
    Munjul, Jakarta Timur

    Pelecehan di Lapangan Golf

    PEMBUNUHAN Nasrudin ternyata juga menguak pelecehan terhadap wanita di lapangan golf. Bukan rahasia lagi, banyak pejabat serta eksekutif yang suka "bermain" dengan caddy dan waitress. Mereka yang disuruh berpakaian supermini sudah lama mengganggu nurani saya sebagai pemain golf perempuan ataupun sebagai ibu.

    Saya melihat ada kecenderungan manajemen menggunakan gadis-gadis manis sebagai daya tarik dalam persaingan bisnis. Oleh karena itu, caddy cantik menggantikan caddy pria. Keisengan lelaki pun bergeser dari night club ke lapangan golf. Saya tidak bermaksud menutup kesempatan kerja para gadis manis itu. Tapi saya ingin mereka bekerja di lapangan golf ataupun di club house tanpa pelecehan.

    DEWI DAMAYANTI
    Pemain golf

    Tanggapan HSBC

    BERKAITAN dengan surat pembaca di majalah Tempo edisi 4-10 Mei 2009 berjudul "Pelayanan HSBC Amanah Syariah" yang disampaikan Bapak Rama Yusril, perlu kami beri tahukan bahwa sejak menerima informasi tersebut, customer service HSBC mencoba menghubungi Bapak Rama. Namun, karena domisili Bapak Rama di luar negeri, proses ini sempat terhambat.

    Saat ini, HSBC sudah berhasil melakukan kontak langsung dan proses penyelesaiannya sedang berjalan. Kami mengucapkan terima kasih atas semua kritik dan saran yang diberikan untuk perbaikan pelayanan kami di masa mendatang.

    AGUNG LAKSAMANA
    Senior Vice President HSBC Indonesia

    Idealnya Dua Partai

    PEMILIHAN Umum 2014 idealnya hanya diikuti oleh dua peserta. Partai-partai yang ada saat ini bisa dikelompokkan ke dalam partai nasionalis dan agamis. Kelompok pertama terdiri atas Partai Demokrat, Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan, Partai Golkar, Partai Gerindra, dan Partai Hanura. Adapun partai agamis bisa merupakan gabungan dari Partai Keadilan Sejahtera, Partai Kebangkitan Bangsa, Partai Persatuan Pembangunan, dan Partai Amanat Nasional.

    Apabila pemerintah yang dipegang kaum nasionalis tidak berhasil, kubu oposisi agamis diberi keleluasaan berkuasa. Begitu sebaliknya. Bila hal itu bisa terwujud, pasti pemerintahan akan lebih efektif, efisien, dan ekonomis.

    SUDIHARTONO
    Jalan Nagan Lor, Yogyakarta

    Ayo, Ciptakan Pemilihan Jurdil

    PEMILIHAN presiden akan dilaksanakan pada 8 Juli 2009. Peta politik sudah tergambar secara gamblang dan jelas. Namun, rasa kekhawatiran kembali mengemuka bila melihat betapa amburadulnya daftar pemilih tetap pada pemilu legislatif lalu. Tapi, kita berharap pelaksanaan pemilu presiden bisa lebih bersih, jujur, dan adil. Semoga pemimpin yang dihasilkan benar-benar merupakan amanah rakyat. Pemimpin yang mampu meminimalisasi segala risiko untuk kesejahteraan rakyat.

    DODY CANDRA
    Perum Griya Asri II, Depok,
    Jawa Barat

    Tak Sebanding Hasil

    PENGUMUMAN hasil pemilihan anggota badan legislatif oleh Komisi Pemilihan Umum membuat banyak pihak terenyak. Pasalnya, jumlah yang tidak menggunakan suaranya mencapai 49,6 juta orang, dua kali perolehan suara pemenang pemilu yakni Partai Demokrat.

    Ini satu kegagalan penyelenggaraan pemilihan umum. Padahal, pemerintah sudah mengucurkan dana triliunan rupiah. Anggaran negara yang disetor sebanyak Rp 15 triliun. Itu belum termasuk anggaran pemerintah provinsi seluruh Indonesia. Jadi amat disayangkan, dengan dana sebesar itu, hasil yang dicapai tidak sesuai dengan harapan.

    RICARD RADJA
    Tova, Kupang
    Nusa Tenggara Timur

    Pulauku yang Melayang

    INDONESIA memiliki garis pantai terpanjang di dunia. Itu disumbang oleh ribuan pulau. Sayangnya, di antara 92 pulau terluar, ada 12 pulau yang terancam lepas. Faktornya antara lain karena tidak dihuni, tak diawasi, juga tidak dimanfaatkan. Umpamanya Pulau Rondo di ujung barat laut Aceh, Berhala di Sumatera Utara, Nipah dan Sekatung di kawasan Kepulauan Riau. Juga, Pulau Marore, Miangas, dan Marampit di Sulawesi Utara, serta Pulau Fani, Fanlido, dan Bras di Papua.

    Dari 92 pulau terluar, hanya separuhnya berpenghuni. Bila tidak diantisipasi, status kepemilikan pulau tersebut bisa-bisa lepas. Ancaman hadir dalam bentuk pembalakan liar, pengelolaan sepihak oleh asing, pengambilan pasir untuk diekspor ke luar. Klaim kepemilikan oleh negara tetangga merupakan bentuk ancaman lain.

    FAREL KUTO
    Perum Puri Mas, Sawangan, Depok

    Tidak Butuh Koalisi Kekuasaan

    SEJUMLAH pemimpin partai ingin membangun koalisi besar di antara peserta pemilu. Agenda penyatuan visi dan misi itu bertujuan mulia. Tapi koalisi dengan tujuan baik tersebut tampaknya tidak dapat dipertahankan karena sejumlah elite partai berkeras menjadi orang nomor satu. Ini membuat masyarakat menjadi apatis.

    Para politikus benar-benar tidak mendidik cara bersikap ketika koalisi telah dibangun. Mereka tidak mengajari rakyat tentang kehidupan demokrasi. Yang dicari tidak lebih dari tampuk kekuasaan.

    WAWAN BUDAYAWAN, SPD
    Pemerhati masalah sosial dan budaya


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Buku

Demokrasi, Kecewa dan Harap

Seni Rupa

Gelora Revolusi dalam Balok Piksel

Dari Wajah Sejawat nan Lebam

Tari

Merayakan Kenikmatan Tari

Album

MENINGGAL
Ibrahim Syamsuddin

Catatan Pinggir

Untuk Boediono: Sebuah Titipan dari Sebuah Gedung Bersejarah

TEMPO|interaktif

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

Internasional

Pakar: Iran Mampu Memproses Uranium untuk 5 Bom

Nasional

Bantuan untuk Korban Banjir di Bima Mulai Disalurkan

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

Nasional

SNMPTN Jalur Undangan Diumumkan Sore Ini  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif