Kecelakaan lalu lintas merupakan pembunuh terbesar pemuda 10-24 tahun, begitu kata Badan Kesehatan Dunia, WHO. Di Jakarta, risiko terbunuh di kendaraan semakin tinggi dengan koyaknya banyak ruas jalan. Bak jerawat raksasa, lubang-lubang akan muncul segera setelah turun hujan.
Aspal di Ibu Kota memang kurang "intim" dengan jalanan: sangat mudah terkelupas, apalagi di daerah yang acap terendam banjir. Pemerintah menuduh berat kendaraan yang melebihi kapasitas beban jalan mempercepat kerusakan.
Menurut data Traffic Management Centre Kepolisian Daerah Metro Jakarta Raya, hingga pekan lalu, 39 titik jalan di Ibu Kota rusak dan mengancam jiwa. Pengemudi sepeda motor merupakan pengguna jalan yang banyak menjadi korban.
Jakarta Barat
Kerusakan: 3
Sepanjang Jalan Kalideres arah Kerang dekat Jalan H. Semanan, Kalideres, dekat lampu merah Tomang arah timur, dan Jalan Daan Mogot arah Kerang, dekat Jembatan Gantung
Jakarta Pusat
Kerusakan: 1
Jalan Ahmad Yani arah utara
Jakarta Selatan
Jalan rusak: 16 titik
Di depan Stasiun Tanjung Barat, depan RS Fatmawati, T.B. Simatupang, Minyak Duren Tiga, Iskandarsyah Blok O, Tirtayasa 7, Ciputat Raya depan Sandratek, Wijaya I depan Gerbang PTIK, Mampang Raya arah Kuningan, rel KA Permata Hijau, Prapanca depan SPBU Shell, Haji Nawi depan ITC Fatmawati, Taman Centro, depan RS MMC, depan Apartemen Patal Senayan, dan di bawah jalan layang Simpruk arah selatan
Jakarta Timur
Kerusakan: 5
Raya Bekasi dekat SPBU Ujung Menteng, Jembatan Cibubur arah Junction, Raya Bekasi Km 21 Pupar, Raya Bekasi dekat lampu merah keluar jalan tol Cakung Selatan dan Raya Ciracas arah Munjul
Jakarta Utara
Kerusakan: 7
Jalan Raya Timur Boulevard, Kelapa Gading, Jalan Raya Cacing depan Rorotan, Jalan RE Martadinata depan PLTU, Jalan Baru Ancol, Jembatan Goyang, depan Permata Ancol, dan Jalan Lodan dari Alexis sampai Sunda Kelapa
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

