• Home
  • 08 Juni 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 08 Juni 2009

    Momen

    BRASIL
    Pencarian Pesawat Air France

    PESAWAT Airbus A330-200 milik maskapai penerbangan Prancis Air France 447 hilang saat melintasi Samudra Atlantik, Senin pekan lalu. Pesawat hilang dari jangkauan radar saat terbang dari Rio de Janeiro menuju Paris, Prancis, dengan membawa 228 penumpang. Tiga belas di antaranya awak pesawat. Diduga pesawat jatuh ke laut setelah patah di udara.

    Kesimpulan itu diambil setelah tim pencari gabung-an dari Prancis dan Brasil menemukan serpihan-ser-pihan yang diduga -berasal dari badan pesawat yang menyebar, sekitar 650 kilometer lepas pantai Brasil. Temuan lainnya adalah ceceran minyak sepanjang 12 kilometer di permukaan laut. Namun Angkatan Udara Brasil menyatakan puing-puing ataupun ceceran minyak bukan berasal dari pesawat yang dicari.

    Kotak hitam pesawat itu diduga berada di kedalaman 3.000 meter sehingga sulit ditemukan. Perairan Pernambuco, yang diduga sebagai lokasi jatuhnya pesawat, juga dihuni banyak ikan hiu. "Tanpa kotak hitam, akan sulit sekali mengetahui fakta yang ada," kata Kepala Kantor Penyelidikan dan Analisis Departemen Penerbangan Sipil Prancis Paul-Louis Arslanian.

    AUSTRALIA
    Menteri Pertahanan Mundur

    MENTERI Pertahanan Aus-tralia Joel Fitzgibbon mun-dur dari kabinet, Kamis pekan lalu. Fitzgibbon meng-undurkan diri setelah ter-ungkap fakta bahwa dia me-ne-lepon seorang jenderal Ang-katan Darat yang bertang-gung jawab atas layan-an kesehatan pertahanan untuk bertemu dengan saudara -laki--lakinya, Mark Fitzgibbon, yang me-ngelola perusahaan asuransi.

    Fitzgibbon juga dipaksa meminta maaf kepada parle-men karena tak mengung-kapkan biaya menginap yang dibayari oleh perusa-haan asuransi kesehatan swasta yang dipimpin saudara laki-lakinya itu. Sebelumnya, pada Maret lalu, politikus berusia 47 tahun itu juga mendapat kecaman publik lantaran dua kunjungannya ke Cina ternyata dibayari oleh pengusaha Australia keturunan Cina, Helen Liu.

    Fitzgibbon adalah menteri pertama yang mundur dari kabinet sejak Perdana Menteri Kevin Rudd berkuasa pada November 2007. Dalam konferensi pers, Rudd mengatakan Fitzgibbon selama ini dikenal sebagai "menteri kelas satu". Namun dia menambahkan semua menteri-nya tahu bahwa pemerintah "sangat mementingkan akuntabilitas".

    MADAGASKAR
    Mantan Presiden Dihukum Penjara

    MANTAN presiden Madagaskar Marc Ravalomanana dihukum empat tahun penjara dan denda US$ 70 juta, Rabu pekan lalu. Rava-lomanana dituduh telah -menyalahgunakan kekuasaan karena membeli sebuah jet kepresidenan.

    "Dia mencampur-adukkan -kepenting-an umum dengan ke--p-en-tingan priba-di," kata Menteri Ke-ha-kim-an -Christine Razanama-ha-soa ke-pa--da wartawan. Peng--adilan juga -men----jatuhkan hu-kum-an yang sama kepada mantan Men-teri Keuangan dan Anggaran Haja Razafinjatovo.

    Pemerintah Ravalo-manana membeli pesawat jet Boeing seharga- US$ 60 juta akhir tahun lalu. Pembe-lian pesawat itu memicu kecaman meng-ingat penduduk negara tersebut dilanda kemiskinan. Pemimpin oposisi Andry Rajoelina menggunakan kasus ini untuk menghantam Ravalomanana. Dengan dukungan militer, Rajoelina berhasil mengambil alih kekuasaan pada Maret lalu, dan membentuk pemerintah peralihan.

    KOREA UTARA
    Sidang Jurnalis Amerika

    PEMERINTAH Korea Uta-ra mulai mengadili dua jurnalis Amerika Serikat, Euna Lee dan Laura Ling, di Pyongyang, Kamis pekan lalu. Keduanya didakwa telah memasuki wilayah perbatasan negara komunis itu secara ilegal dan melakukan kegiatan yang mengundang permusuhan. Mereka kemungkinan akan dipenjara minimal sepuluh tahun di kamp kerja paksa.

    Euna Lee dan Laura Ling ditangkap oleh petugas Korea Utara pada 17 Maret lalu saat berada di dekat perbatasan Cina dan Korea Utara. Keduanya waktu itu sedang menggarap sebuah berita un-tuk Current TV yang bermar-kas di San Francisco, Amerika Serikat. Dua bulan setelah penangkapan,- Duta Besar Swedia untuk Ko-rea Utara Mats Foyer, yang mewakili kepentingan Ame-ri-ka,- bertemu dengan keduanya.

    Kasus ini diduga dapat mem-perparah ketegangan antara Korea Utara dan Amerika menyusul uji coba nuklir yang dilakukan pekan lalu. "Pyongyang sadar akan perhatian internasional dan implikasi kasus ini," kata Park Jeong-woo, profesor hukum dan ahli sistem hukum Korea Utara dari Kookmin University, Korea Selatan.

    CINA
    Kebakaran Bus

    SEDIKITNYA 25 orang tewas dan 78 lainnya luka-luka dalam kebakaran bus di Kota Chengdu, ibu kota provinsi Sichuan, Cina Selatan. Sebelas korban cedera yang dirawat di rumah sakit dilaporkan mengalami cedera serius.

    Kebakaran terjadi ketika bus dalam perjalanan menuju pusat Kota Chengdu pada jam sibuk di pagi hari. Saksi mata mengatakan kebakaran terjadi begitu cepat. Dalam beberapa menit api langsung melalap seluruh badan bus. Belum diketahui secara pasti penyebab kebakaran tersebut. Polisi se-tempat masih terus me--nye-lidiki.

    Gambar yang dipublikasikan di blog dan televisi pemerintah memperlihatkan bus nahas itu hangus terbakar, dengan sejumlah orang terluka berdiri dan berba-ring di dekat bus. Tampak pula seorang perempuan berlumuran darah bersama seorang laki-laki dengan baju terbakar.

    HONG KONG
    Peringatan Tragedi Tiananmen

    RATUSAN ribu orang membanjiri Taman Victoria untuk memperingati tragedi Tiananmen, Kamis pekan lalu. Acara tahunan itu dipimpin oleh Xion Yan, bekas pemimpin mahasiswa seka-ligus saksi mata pembantaian di lapangan Tiananmen, Beijing, Cina, pada 4 Juni 1989. Dia menjadi salah satu veteran yang berhasil masuk ke wilayah Hong Kong.

    Hong Kong menjadi -lokasi peringatan karena pemerin-tah Cina melarang keras semua perdebatan terbuka tentang peristiwa yang menewaskan ratusan bahkan ribuan orang itu di -wilayah Cina daratan. Bahkan sela-ma upacara peringatan ber-langsung, lapangan Tiananmen ditutup dan dijaga ketat polisi. "Hati kami sakit, tapi kami bermimpi dalam waktu dekat kepemim-pinan otoriter Cina akan berakhir," kata Xion Yan, yang kini hidup dalam pengasingan di Amerika Serikat.

    Meski mengizinkan warga memperingati tragedi itu, pemerintah Hong Kong menolak kedatangan pemimpin unjuk rasa prodemokrasi Xiang Xiaoji dan pembuat patung Pillar of Shame asal Denmark Jens Galschiot.

    Nunuy Nurhayati (BBC, Reuters, Xin Hua, AFP)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Pada Mereka yang Berseragam

Tari

Hip-Hop Plus-Plus

Album

Pelantikan
Perwira Transportasi

Surat Dari Redaksi

Bercakap dengan Obama di Kairo

Catatan Pinggir

Memihak

TEMPO|interaktif

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

Internasional

Pakar: Iran Mampu Memproses Uranium untuk 5 Bom

Nasional

Bantuan untuk Korban Banjir di Bima Mulai Disalurkan

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif