JUMAT dua pekan lalu, tepat tiga tahun lumpur muncrat dari bawah tanah Porong, Sidoarjo, sekitar 200 meter dari sumur eksplorasi gas Banjar Panji I milik PT Lapindo Brantas. Lima puluh ribu jiwa di 12 desa kehilangan rumah akibat bencana itu. Ini mungkin baru awal tragedi. Maret lalu, tanggul cincin yang mengepung "mata lumpur" runtuh akibat tanah di bawahnya ambles. Lumpur sebanyak 100 ribu meter kubik per hari kini langsung menghantam tanggul luar, satu-satunya pemisah antara 64 juta meter kubik lumpur dan permukiman. Bila benteng ini jebol, tragedi seperti di Situ Gintung, Tangerang, bisa terulang.