• Home
  • 08 Juni 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Hukum
    • Hukum
    • Kriminalitas
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 08 Juni 2009

    Sarwat Husain, Presiden Council on American-Islamic Relations:
    Kita Harus Memberinya Kesempatan

    Pesona pidato Presiden Barack Hussein Obama di Kairo menjalar sampai ke negaranya, Amerika Serikat. Kaum muslim Amerika Serikat-yang mendukung Obama sejak dia mencalonkan diri menjadi presiden-merasa tak sia-sia berupaya. "Sejauh ini, dia melakukan yang terbaik," ujar Sarwat Husain, 54 tahun. Berdarah Pakistan, ibu dua anak ini adalah Presiden Council on American-Islamic Relations.

    Berbasis di San Antonio, Texas, Council dibentuk pada 1993 untuk memperjuangkan suara Islam di Amerika Serikat. Awalnya, lembaga ini berfokus membantu menyelesaikan masalah Palestina-Israel. Setelah Obama menjadi presiden, Council aktif memberikan masukan tentang aneka masalah umat Islam di Amerika. Sarwat rajin menulis kolom di berbagai media.

    Berikut ini petikan wawancaranya dengan wartawan Tempo Yophiandi melalui sambungan telepon internasional pada Rabu pekan lalu.

    Apakah pidato Obama dapat memperbaiki hubungan Amerika-Islam?

    Kita harus memberinya kesempatan. Pidatonya langsung ke pokok soal sehingga dia tidak sekadar berbicara kepada umat Islam, tapi ke warga dunia. Belum pernah ada Presiden Amerika Serikat yang berbicara seperti itu. Tapi ini baru pidato.

    Anda masih ragu?

    Mari kita realistis. Kebijakan Amerika terdahulu, terutama delapan tahun di masa pemerintahan (George Walker) Bush, telah merusak hubungan dunia Islam-Amerika. Obama harus merealisasi janjinya. Kalau tidak dilaksanakan, ya sudah, sama saja dengan presiden sebelumnya.

    Apa yang paling utama harus dilakukan?

    Menyelesaikan masalah Palestina-Israel. Dia mengatakan akan menyelesaikan persoalan permukiman (Yahudi) yang masuk ke wilayah Palestina. Dia berbicara dengan jelas, mengapa Israel tidak membagi tempat dengan Palestina.

    Kalau Anda lihat koran di Israel, mereka tidak senang dengan pidato Obama. Menurut Israel, Obama tidak pernah membicarakan pernyataannya itu dengan mereka tapi sudah menyampaikannya ke publik. Memang Israel siapa, sampai isi pidato Presiden Amerika Serikat harus didiskusikan dengan mereka? Obama tidak minta maaf juga untuk itu. Saya tahu Obama akan menghadapi banyak tantangan di Kongres, militer, bahkan media Amerika.

    Anda punya perkiraan berapa lama kesempatan Obama membuktikan isi pidatonya?

    Setidaknya setahun ke depan. Kami mau melihat dulu keseriusannya menutup penjara Guantanamo dan menarik pasukan Amerika dari Irak. Tapi kami sedikit kecewa ketika pasukan Amerika dikirim ke Pakistan atau Afganistan.

    Seberapa besar tantangan untuk merealisasi hal itu?

    Besar! Ada yang bisa diwujudkan, ada yang tidak. Dia tidak sendirian membuat kebijakan. Kalau Anda tinggal di Amerika, Anda tahu ini sebuah sistem. Tidak seperti di Pakistan, di mana satu orang bisa menjalankan segalanya.

    Anda muslimah sekaligus warga negara Amerika. Ada komentar tentang Obama yang beberapa kali mengutip Al-Quran?

    Dia ingin menunjukkan kepada dunia, dia juga bagian dari Islam. Dia mengatakan, "Nama saya juga Hussein." Dulu, saat kampanye presiden, dia tidak menggunakannya. Soal mengutip Al-Quran, Anda mesti menghargainya karena dia belajar sendiri. Dia pernah di Indonesia, dan hidup di tengah keluarga muslim. Tidak ada yang tahu isi pidatonya, termasuk sekretaris negara, sampai dia berpidato di Mesir. Sebab, dia punya kebiasaan mengubah detail pidatonya dalam perjalanan.

    Apakah organisasi Anda ikut memberikan masukan untuk Obama?

    Ya. Kami berbicara dengan Obama. Teman-teman di Council Washington menyampaikan apa yang mesti dilakukannya sebelum berbicara kepada dunia Islam. Dia mendengarkan dengan saksama. Belum pernah presiden sebelumnya mau mendengar. Tapi tetap harus ada kerja sama semua elemen (Islam) di sini dan dunia untuk membantunya. Kami menggelar jumpa pers agar dia tahu kami memantau semua ini.

    Jadi organisasi masyarakat muslim Amerika siap bekerja sama dengan Obama?

    Kami ingin dia tahu, 98 persen populasi Islam di Amerika mendukungnya. Setiap kali kami ingin berbicara, dia sangat welcome. Kasus Gaza, juga Pakistan, kami menghubunginya, menyuratinya, dan kami dipersilakan datang.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Pada Mereka yang Berseragam

Tari

Hip-Hop Plus-Plus

Album

Pelantikan
Perwira Transportasi

Surat Dari Redaksi

Bercakap dengan Obama di Kairo

Catatan Pinggir

Memihak

TEMPO|interaktif

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

Internasional

Pakar: Iran Mampu Memproses Uranium untuk 5 Bom

Nasional

Bantuan untuk Korban Banjir di Bima Mulai Disalurkan

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif