Rabu, 8 Juli 2009. Ini hari dan tanggal yang begitu dinanti Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Markas Besar Polri Irjen Abubakar Nataprawira. Untuk pertama kali pria kelahiran Bandung 27 Juni 1951 itu akan ikut mencontreng. "Seumur hidup baru kali ini saya ikut pemilihan umum," ujar Abubakar.
Meski jelas-jelas polisi dilarang mencontreng, ayah tiga anak ini akan dengan santai melakukannya. Sebab, tepat pada 1 Juli mendatang, Abubakar resmi pensiun dari kepolisian. "Saya sudah menghubungi Komisi Pemilihan Umum, dan mereka bilang saya boleh mendaftar sebagai pemilih," ucapnya bungah. Ia pun segera mendaftar ke RT tempat ia bermukim sebelum batas akhir pendaftaran.
Abubakar diterima sebagai taruna Akademi Kepolisian pada usia 18 tahun. "Makanya sejak muda sampai sekarang saya tidak pernah memilih," katanya. Ia cukup gigih memperjuangkan haknya untuk memilih karena khawatir akan satu hal. "Kalau saya masih hidup pada 2014, memang bisa memilih. Tapi, kalau sebelum itu saya meninggal, kapan memilihnya?" kata pria berkumis lebat ini sembari terbahak.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

