Tiga pasangan calon presiden dan wakil presiden memanfaatkan jejaring maya untuk menarik hati calon pemilih. Ada yang terinspirasi kesuksesan kampanye online-nya Barack Obama tahun lalu, ada yang cuma membuat sekenanya dengan alasan para pengguna Internet adalah kelompok menengah ke atas yang sudah punya pilihan. Dari kalangan mana pun, 20 jutaan pengguna Internet di negeri ini terlalu besar untuk diabaikan oleh para kandidat.