• Home
  • 29 Juni 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Digital
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Juni 2009

    Siapa Suka Reality Show

  • Wilson Sitorus

    Akhirnya Drew memutuskan pertunangannya dengan Patrick. Dia memilih Smith, karena laki-laki itu bersungguh-sungguh mencari tahu hadiah apa yang diinginkannya pada hari ulang tahunnya. Smith lebih bisa mendengar, dan yang lebih penting dia tahu kalung Bvlgari vintage.

    Nukilan tersebut adalah epilog Temptation Island, yang ditayangkan jaringan Fox pada 2001. Program reality show ini berkisah tentang sekelompok pasangan (pacaran maupun tunangan), hidup bersama di sebuah pulau. Mereka bersosialisasi, bercerita tentang kelebihan dan kekurangan pasangannya, lalu menyadari ternyata pasangannya bukan yang terbaik. Season pertama Temptation Island mengambil lokasi di Belitz, Honduras.

    Temptation sempat diistirahatkan dua tahun karena rating-nya jeblok. Ketika diproduksi kembali rating-nya tidak membaik dan akhirnya disudahi. Di luar masalah rating, penghentian Temptation Island juga karena menuai banyak kritik pemirsa. Alih-alih menampilkan reality show yang apa adanya, Temptation malah dituding penuh rekayasa. Pengamat media menyatakan satu-satunya yang bagus dari program ini adalah kita tahu bahwa kita ditipu.

    Di sini ada Termehek-mehek, Playboy Kabel, Katakan Cinta, Orang Ketiga, Hari yang Aneh, Be A Man, Tukar Nasib-sekadar contoh. Bedanya, Termehek-mehek dan kawan-kawannya itu memiliki kekhasannya sendiri. Di antaranya pengadeganan yang diatur sedemikian rupa, candid camera oleh pemeran yang amat sadar kamera, tata rias dan dandanan standar televisi, dan dialog yang tertib skenario.

    Seperti hendak meledek Termehek-mehek (TransTV), Curhat (TPI) yang sarat dengan konflik personal itu sengaja menempelkan supercaption "bukan rekayasa" di sudut kiri bawah. Curhat pernah menayangkan adegan seorang ibu bertengkar fisik dengan dua orang ibu lainnya. Meminjam istilah ahli media Neil Potsman, mereka bertengkar di ruang keluarga kita.

    Berdasarkan isi siaran, reality show bisa dibagi dua. Pertama, kategori konflik personal, seperti Termehek-mehek, Masihkah Kau Mencintaiku, Curhat, Be A Man, Playboy Kabel. Di sini unsur pertengkaran menjurus benci menjadi penting. Pemilahan fakta semata-mata ditujukan untuk mendukung unsur kebencian tadi. Kategori kedua adalah konflik personal. Contohnya Tukar Nasib. Kategori ini mendramatisasi nasib atau kehidupan seseorang. Ini siasat televisi memelihara inferior complex-rendah diri-pemirsa.

    Kedua kategori isi siaran tersebut berhasil merebut perhatian pemirsa. Setelah sinetron dan infotainmen, reality show merupakan program murah meriah yang dapat diandalkan untuk mengerek rating. Berdasarkan data AGB Nielsen, program ini kuat di kelompok pemirsa SES (strata economic social) C-E, dengan perolehan rating/share stabil di kisaran 3-5 poin. Khusus Termehek-mehek, selain memiliki 279 ribu entri di Google, juga menjadi satu-satunya program televisi yang pernah dijadikan status oleh pengguna Facebook.

    Namun kedigdayaan reality show perlu dicermati karena dua sebab. Pertama, konten reality show bias berdasarkan kategorisasi program. Merujuk Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran Komisi Penyiaran Indonesia, Termehek-mehek dan teman-temannya itu termasuk kategori reality program atau reality show. Dalam Bab 3 Pasal 8 Pedoman Perilaku Penyiaran disebutkan, program faktual adalah program siaran yang menyajikan fakta non-fiksi. Selain reality show, program berita, feature, dan dokumenter juga termasuk kategori ini.

    Konsekuensi logis dari kategori program faktual, seperti dilansir pada Pasal 9 peraturan yang sama, adalah mengindahkan prinsip akurasi, keadilan, dan ketidakberpihakan (imparsialitas). Namun dalam banyak reality show batasan fakta dan fiksi sangat tipis dan rapuh. Fiksi direkayasa dan dikemas seakan fakta. Akibatnya, ada mahasiswi fakultas hukum yang demikian naifnya menceritakan perselingkuhan cowoknya, dan pada saat yang bersamaan mengaku tidak punya bukti kecuali hanya mendengar.

    Kekhawatiran kedua adalah sikap "lemah-lembut" Komisi Penyiaran Indonesia terhadap fakta maraknya reality show yang membolehkan seseorang mengungkap aib orang lain. Pedoman Perilaku Penyiaran dan Standar Program Siaran Pasal 19 dan 20 jelas-jelas menuntut penghormatan televisi terhadap hak privasi. Seseorang yang bukan pejabat publik tidak dapat dipermalukan hanya berdasarkan dugaan.

    Di atas semua itu, sistem stasiun jaringan (SSJ) yang tengah digodok pemerintah dan Komisi Penyiaran harus dicermati bukan dari sisi legal dan bisnis saja. Tetapi lebih karena konten lokal berpotensi mendekatkan pemirsa pada kebencian. Saya tidak dapat membayangkan Curhat versi Tapanuli Utara, yang menayangkan pertikaian marga A dengan marga B, lalu berharap tidak akan terjadi apa-apa sesudahnya.

    Penulis bekerja di O Channel.
    Dapat dihubungi di wilson@ochanneltv.com.
    Tulisan ini merupakan pendapat pribadi.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Memuliakan Pensil dan Charcoal

Surat Dari Redaksi

Satu Masa Para Kandidat

Album

PEMILIHAN
Marzuki Darusman

Catatan Pinggir

Kamar

TEMPO|interaktif

4 Cara Sehat Agar Pengeluaran Pasangan Terpisah

Nasional

Polisi Berhenti Cari Amunisi Teroris di Kampus UI

Olahraga

Mancini Tegaskan City Pantas di Puncak

Nasional

Cici Tegal Ingin Kasusnya Cepat Tuntas

Nasional

Taufiq Kiemas Minta FPI Hormati Kearifan Lokal Dayak

Nasional

Tak Mau Kecolongan, Sejumlah Penjara Ditambah CCTV

Olahraga

CAF Sumbang US$150.000 untuk Korban Tragedi Mesir

Nasional

Umar Patek Tak Dijerat Undang-Undang Terorisme

Nasional

Setara: FPI Ditolak Bukti Masyarakat Kecewa

Olahraga

Valencia Petik Kemenangan Pertama di 2012

Nasional

Forum Pendiri dan Deklarator buat Selamatkan Demokrat

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif