• Home
  • 29 Juni 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Digital
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip

Laporan Utama

  • Enam Remaja Bertahun Kemudian


    Inilah kisah tentang masa silam enam kandidat pemimpin. Sekadar bekal masuk bilik suara.
  • Anak Revolusi di Kali Code


    Mega lahir dan tumbuh dalam tekanan. Pendiam tapi mulai membuka diri.
  • Luka Batin Gadis Pendiam


    Megawati tumbuh pada masa sulit sebelum dan setelah kekuasaan Bung Karno. Bukan anak ideologis.
  • Tiga Cinta Putri Istana


    Megawati menikah tiga kali. Lika-liku duka dan bahagia.
  • Megawati:
    Saya Anak Lambaran Nyawa


  • Sepotong Mimpi Anak Pelarian


    Sejak kecil, Prabowo Subianto bercita-cita mengubah negeri. Petarung yang selalu ingin lekas.
  • Jejak Prabowo di Eropa


    Selama dalam pelarian, Prabowo selalu bersekolah di sekolah elite. Dia pernah menyusun anggaran rumah tangga senat pelajar di Swiss.
  • Jejak Militer dalam Tubuhnya


    Sejak kecil, minat Prabowo terhadap dunia militer sudah terlihat. Sempat menjadi aktivis.
  • Lolos dari Persimpangan Jalan


    Masa kecil Yudhoyono tak seterang karier politiknya. Dipecut perceraian orang tuanya.
  • Bukan Sekadar Pendamping


    Yudhoyono membantah istrinya memberikan pengaruh dalam pengambilan keputusan politik. Takzim kepada ibu mertua.
  • Dari Bandung ke Yogyakarta


    Yudhoyono menatahkan karier militernya dari Bandung. Sempat "hinggap" di Yogyakarta, bergaul dengan kalangan sipil kritis.
  • Susilo Bambang Yudhoyono:
    Saya Tak Pernah Ambil Keputusan Begitu Bangun Tidur


  • Ekonom Berirama Calypso


    Perjalanan hidupnya datar, mengalir. Kariernya landai, sesekali melenting jauh, mengikuti garis hidupnya yang tak direncanakan.
  • Boed, Sang Bima dari Blitar


    Dilahirkan dari sebuah keluarga sederhana, Boediono diasuh dengan cita-cita besar: sekolah tinggi di luar negeri. Ayahnya buta sejak paruh baya, telaten menemani anak-anaknya belajar.
  • Terpikat Gadis Tetangga


  • Belajar dari Jantung Liberalisme


    Boediono belajar ekonomi moneter dan finansial di Amerika. Balik ke Indonesia, ia menggagas Ekonomi Pancasila.
  • Boediono:
    Saya Tak Peduli Mazhab


  • Godfather dari Makassar


    Jusuf Kalla menyerap sikap keras dan kesederhanaan dari orang tuanya. Anak bapak yang sejak kecil dilindungi.
  • Saudagar di Lapangan Hijau


  • Kala Jusuf di Jalan Tengah


    Jusuf Kalla tumbuh dalam dua pengaruh besar. Ayah pengikut Nahdlatul Ulama dan ibunya warga Muhammadiyah. Dia bersikap suhaimi.
  • Musim Panas di Fontainebleau


    Dengan beasiswa Kamar Dagang Indonesia, Jusuf Kalla ikut kursus manajemen di Prancis. Menjadi salah satu alumnus yang dibanggakan.
  • Muhammad Jusuf Kalla:
    Pemilu Kira-kira Dua Putaran


  • Satu Ayunan di Pintu Mercy


    Menjadi ajudan Presiden Soeharto merupakan babak penting dalam karier Wiranto. Belajar menjalin jaringan dari bosnya.
  • Kenangan si Ento


    Wiranto remaja tukang loper koran dan jual ban sepeda untuk uang sekolah. Mengimbangi ketat Rudi Hartono pada kejuaraan junior bulu tangkis di Malang.
  • Awalnya Hanya 'Rumput'


    Wiranto bukan taruna berprestasi di Akademi Militer. Masuk sekolah tentara juga karena pertimbangan ekonomi: tidak perlu membayar, malah mendapat uang saku.
  • Wiranto:
    Pemilu Bukan Menang-menangan Survei


  • Triumphalisme, Pragmatisme, dan Populisme


  • Calon Pemimpin Kita


cover

Seni Rupa

Memuliakan Pensil dan Charcoal

Surat Dari Redaksi

Satu Masa Para Kandidat

Album

PEMILIHAN
Marzuki Darusman

Catatan Pinggir

Kamar

TEMPO|interaktif

Metro

Penyerang Dua Polisi Bogor Tembakkan Pistol FN

Olahraga

Meski MU Menang, Alex Ferguson Tak Puas

Olahraga

Rooney Tertarik Jadi Kapten Inggris

Olahraga

Kalahkan Hong Kong, Indonesia Hadapi Thailand  

Seni & Hiburan

Panitia Grammy Ubah Acara Demi Whitney  

Nasional

Inilah Ikrar Sumpah Pemuda Jilid II

Olahraga

Tim Thomas dan Uber Indonesia Bertemu Lawan Mudah  

Metro

Jakarta Utara Bangun Jalur Sepeda Pesisir 50 Km

Olahraga

Capello Lepas Jabatan, Fabregas Kaget

Clive Davis Gelar Acara Mengenang Whitney

Olahraga

Tim Davis Indonesia Tekuk Hong Kong 3-2  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif