• Home
  • 29 Juni 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
  • Prelude
    • Surat Dari Redaksi
    • Album
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Ilmu dan Teknologi
    • Digital
  • Seni
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 29 Juni 2009

    Sensual Dahulu, Bertanding Kemudian

    Di atas lapangan berukuran sekitar 11 x 24 meter itu, para gadis ini tak bakal menyerahkan nasibnya ke tangan orang lain. Tapi ego harus mereka lepaskan tatkala berada di depan kamera untuk bergaya. "Saya tidak merasakan kesenangan," kata Viktoria Azarenka, salah satu dari gadis itu. "Saya seperti sebuah boneka, bukan seorang petenis."

    Itulah harga yang harus dibayar petenis asal Belarusia berusia 19 tahun ini agar bisa muncul di lembaran majalah pria dewasa, FHM, versi Prancis edisi Juni lalu. Bodi atletis Azarenka cuma berbalut bikini. Pas untuk keceriaan pada musim panas ini. Begitu pula dengan tiga rekannya: Anna Chakvetadze, perempuan asal Rusia, 22 tahun; Dominika Cibul-kova, asli Slovakia, 20 tahun; serta Alona Bondarenko petenis Ukraina, 24 tahun.

    Inilah untuk pertama kalinya FHM menampilkan empat "bidadari tenis" sekaligus. Itu bukan kebetulan karena edisi tersebut memang diterbitkan di tengah perhelatan Prancis Terbuka. Dan ketenaran mereka sudah moncer sebelum grand slam paling bergengsi, Wimbledon, yang berlangsung sejak Senin lalu. Klop sudah. Para petenis perempuan itu sudah melakukan "pemanasan" sebelum turun ke lapangan.

    Bintang tenis berpose mengenakan bikini di depan kamera sebenarnya sudah terjadi sejak lebih dari satu dasawarsa lalu. Peretas jalannya adalah Steffi Graf, yang terpampang di majalah Sports Illustrated edisi tahunan swimsuit 1997. Graf menjadi atlet pertama yang tampil di edisi khusus yang terbit sejak 1964 itu.

    Sebenarnya, Gabrielle Reece juga ada di edisi yang sama dengan Graf. Hanya, Reece atlet bola voli pantai, yang terbiasa berbikini ketika bertanding. Jadi, kemunculannya tak sekontroversial Graf.

    Bintang tenis lain lantas mengikuti langkah Graf. Mereka adalah Serena Williams, yang tampil di edisi tahunan 2003, Anna Kournikova untuk 2004, Venus Williams yang dibidik pada 2005, dan Maria Sharapova, model edisi khusus 2006. Kournikova juga menjadi gadis sampul FHM versi Amerika edisi September 2002. Kournikova masih mejeng memenuhi sampul muka FHM versi Inggris edisi Agustus 2008.

    Michael Stich menyuarakan protes keras atas kemunculan sederetan foto petenis putri berbikini itu. Mantan juara tunggal putra Wimbledon 1991 ini menganggap para petenis putri itu lebih mengutamakan kegenitan ketimbang kepiawaian mengayun raket. Buktinya, menurut Stich, di lapangan pun mereka tetap bergenitgenit. Maksudnya? Stich risi pada kian banyaknya petenis perempuan yang mengeluarkan lenguhan tatkala mengayunkan raket.

    Azarenka termasuk yang melenguh ketika melakukan smash. Yang paling populer adalah lenguhan Maria Sharapova. Yang paling keras adalah lenguhan petenis muda Portugal, Michele Larcher De Brito, yang mencapai 109 desibel. Sebagai catatan, lenguh-an singa ratarata 111 desibel. "Mereka sekadar menjual daya tarik seks," kata Stich, pria asal Jerman berusia 40 tahun. "Mereka ingin terlihat cantik, mereka sangat peduli akan penampilan dan segala sesuatunya."

    Orangorang sepandangan dengan Stich mungkin gerah akan serbuan bikini yang mengepung mereka tahun ini. Sebelum kemunculan Azarenka dan kawankawan di FHM, tiga bidadari tenis yang lain sudah muncul lebih dulu di edisi tahunan baju renang dan bikini Sports Illustrated yang terbit menjelang Hari Valentine, Februari lalu.

    Di pantai Cap Cana, Dominika, Tatiana Golovin, perempuan 21 tahun berdarah campuran Rusia dan Prancis, tampil menantang sinar ultraviolet. Begitu juga Maria Kirilenko, pe-rempuan Rusia 22 tahun, dan Daniela Hantuchova, gadis Slovakia 26 tahun, turut bermandi sinar matahari di bawah tatapan fotografer senior Walter Loos Jr. Pria 66 tahun itu juga yang dulu memotret Graf.

    Dari pukul 4.30 pagi sampai 18.30 petang selama tiga hari berturutturut pada awal tahun, tubuh mereka sepenuhnya menjadi milik Loos Jr. "Sedikit grogi pada hari pertama, setelah itu mereka terlihat nyaman," kata Darcie Baum, koordinator pemotretan.

    Golovin, pacar Samir Nasri-pemain sepak bola Prancis keturunan Aljazair-menurut Baum, memiliki kepribadian menyenangkan. "Kamu mau aku digantung terbalik? Oke. Mencopot pakaian atas? Tak masalah," ungkap Baum menirukan "tantang-an" Golovin. Adapun Kirilenko gadis sederhana. "Mungkin karena ibunya, Olga, ikut menonton," kata Baum.

    Hasilnya, berlembarlembar foto ketiganya terpampang di Sports Illustrated. Mereka berpose di pasir, di air, dan di bebatuan. Semuanya berbikini. Golovin 15 pose foto, Hantuchova dan Kirilenko masingmasing 16 gaya.

    Adapun "orang dalam" Asosiasi Tenis Wanita (WTA) punya pandangan terbelah tentang penampilan berani petenis putri ini. Pendiri WTA, Billie Jeang King, misalnya, mendua hati. King, 65 tahun, mengoleksi 39 gelar dari tunggal putri, ganda putri, sampai ganda campuran. King tokoh dalam perjuangan kesetaraan gender, termasuk kesetaraan jumlah hadiah di dunia tenis. Pada 1973 King mengalahkan petenis putra Bobby Riggs dalam pertandingan yang dijuluki battle of the sexes.

    "Saya tidak menyukainya (fotofoto panas itu), tapi begitulah adanya," kata King. "Gadisgadis itu menaikkan nilai komersialnya dengan apa yang bisa dinikmati orang dari mereka. Ini soal pilihan." Steve Simon, anggota dewan WTA Tour, hampir sependapat, "Saya tak setuju dengan posepose itu, tapi kami tak mungkin menghentikannya."

    Pendiri Asosiasi yang lain, Rosie Casals, punya pendapat berseberang-an. "Saya tak peduli dengan yang mereka lakukan," kata mantan pasangan ganda King ini. "Saya cuma ingin mereka mempopulerkan tenis."

    Casals bahkan memuji keberanian Ashley Harkleroad, petenis asal Amerika, atas pose telanjangnya di Playboy edisi Agustus tahun lalu. Harkleroad adalah petenis kedua yang berpose bugil di Playboy setelah Vanessa Menga, si perempuan Brasil, pada 2001.

    Dua kali juara tunggal putri Wimbledon, Serena, dengan terus terang mengaku hal yang dituduhkan Stich. "Menjual daya tarik seks! Itu sesuatu yang luar biasa, Angelina Jolie melakukannya, dan semua orang melakukannya."

    Serena telah 18 kali menang dalam pertandingan grand slam. Tak mengherankan bila dia menjadi atlet yang mengumpulkan uang hadiah terba-nyak sepanjang kariernya, yaitu sekitar US$ 24 juta atau Rp 247 miliar. Sharapova baru tiga kali merebut gelar grand slam. Koleksi uang hadiah-nya sekitar separuh dari Serena.

    Tapi Sharapova memiliki daya tarik lebih tinggi bagi pengiklan. Walhasil, penghasilannya selama 2008 adalah US$ 26 juta. Dia atlet berpengha-silan terbanyak selama setahun. Serena cuma US$ 15 juta.

    Seperti kata King, ini soal pilihan. Azarenka telah menjatuhkan pilihan-nya. Meski merasa menjadi sekadar boneka, gadis bertinggi badan 180 sentimeter ini toh nampang di FHM, sesuatu yang bisa menaikkan daya tarik komersialnya. Sebuah keberuntungan, seiring dengan terbitnya majalah, dia juga sukses menjadi runner up ganda putri Prancis Terbuka. Entah di Wimbledon ini.

    Andy Mahendra (Daily Mail, Timesonline)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Seni Rupa

Memuliakan Pensil dan Charcoal

Surat Dari Redaksi

Satu Masa Para Kandidat

Album

PEMILIHAN
Marzuki Darusman

Catatan Pinggir

Kamar

TEMPO|interaktif

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

Internasional

Pakar: Iran Mampu Memproses Uranium untuk 5 Bom

Nasional

Bantuan untuk Korban Banjir di Bima Mulai Disalurkan

Nasional

Siswi SMAN 2 Kuningan Peraih Nilai Tertinggi UN

Nasional

Hasil Ujian Nasional Jeblok, DPRD Kota Malang Kecewa  

Metro

Joshua Disangka Pukul Kelasi Arifin Tiga Kali  

Nasional

Ini Cerita Siswi Nilai UN Tertinggi se-Indonesia  

Nasional

Perayaan Kelulusan dari Longmarch hingga Tawuran

Nasional

Mandi Kembang Tanda Syukur Lulus Ujian Nasional  

Metro

Rakitan, 80 Persen Senjata Api untuk Pencurian  

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif