EMPAT puluh tahun lalu, Neil Armstrong dan Buzz Aldrin menjejakkan kaki di bulan. Walau banyak kalangan kini meragukan cerita ini, keduanya berhasil menjejakkan kaki dengan Apollo 11 pada 20 Juli 1969. Kini National Aeronautics and Space Administration (NASA), lembaga antariksa Amerika Serikat, berniat mengulang sejarah dengan roket generasi baru yang bakal diluncurkan tahun depan.
Roket kapsul ini diberi nama X-33, direncanakan terbang ke bulan pada 2018. Tak seperti Apollo yang meluncur dengan tubuh tegak, X-33 mampu mengudara secara horizontal. Didesain amat modern-lengkap dengan sensor kendali, parasut, dan kursi otomatis-roket yang bisa dipakai 10 kali ulang-alik itu menghabiskan bujet US$ 44 miliar atau sekitar Rp 440 triliun.
Kabin utama X-33 disebut Orion, bisa menampung tujuh astronaut dengan kapasitas kargo 100 ton. Ukuran roket ini dua kali Apollo. Dengan panjang 21,4 meter dan berat 77,2 ton, kecepatannya 28.163 kilometer per jam saat keluar dari orbit bumi dan 40.223 kilometer per jam saat di orbit bulan. "Sementara misi Apollo maksimal 10 hari, roket generasi baru ini bisa 210 hari," kata Cleon Lacefield, Kepala Proyek Lockheed Martin, perusahaan penggarap Orion, seperti dikutip Forbes, awal Juni lalu.
Jika rencana tak meleset, dunia akan mendengar pengalaman manusia menjejakkan kaki di planet lain pada 2019. Selain ke bulan, roket ini akan mengunjungi sejumlah planet. Roket-roket ini dirancang dengan sistem pengendali jarak jauh serta memakai sistem robotik.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

