• Home
  • 20 Juli 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Landskap
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 20 Juli 2009

    Mengapa Marriott Jadi Target

    KEDUA hotel terletak berseberangan dengan jarak hanya sepelemparan batu. Hotel JW Marriott dan Ritz-Carlton sama-sama dibangun di atas tanah yang harganya supermahal, di kawasan jalan melingkar Mega Kuningan, di jantung Kota Jakarta. Dua-duanya dimiliki pengusaha Tan Kian, 48 tahun, yang masuk daftar konglomerat papan tengah Indonesia versi majalah Forbes Asia.

    Marriott sepertinya menjadi sasaran favorit teroris. Di Jakarta, hotel bintang lima ini pernah dibom pada 2003. Peristiwa yang dikenal sebagai "bom Marriott" itu menewaskan 11 orang. Ingat serangan bom di gedung World Trade Center, New York, Amerika Serikat, pada 2001? Di dalam bangunan itu, Hotel JW Marriott hancur. September tahun lalu, Hotel JW Marriott di Islamabad, Pakistan, luluh-lantak diledakkan teroris, yang menewaskan 60 orang.

    Jaringan hotel raksasa ini sudah mendunia, dibangun oleh John Willard Marriott di Washington, DC, Amerika Serikat, sekitar 60 tahun silam. Setelah diteruskan J.W. Marriott Jr.-lebih dikenal sebagai Bill Marriott, Presiden Direktur Marriott International-gurita bisnis mereka mencapai 3.200 hotel dan resor yang tersebar di seluruh dunia. Di Jakarta, hotel ini dimiliki Tan Kian dengan cara, sebagaimana kata pengacaranya, Denny Kailimang, membeli merek dagang Marriott. Ritz-Carlton pun dibeli Tan Kian dengan cara yang sama-termasuk Ritz di Pacific Place, Sudirman Central Business District.

    Dengan pelayanan dan keamanan berstandar internasional, Marriott, begitu juga Ritz, menjadi favorit kalangan berduit, pebisnis, dan diplomat. "Hotel Marriott dipilih karena aman, nyaman, dan menyediakan tempat untuk rapat-rapat," kata Don Hanna, ekonom Fortress Investment Group asal Amerika Serikat, yang saat peristiwa peledakan menginap di Marriott Mega Kuningan. Sejumlah petugas keamanan dan polisi bersenjata selalu siaga memeriksa setiap kendaraan yang hendak masuk.

    Mengapa Marriott dijadikan target teroris? Menurut Rizal Dharma Putra, Direktur Eksekutif Lembaga Studi Pertahanan dan Studi Strategis Indonesia, Marriott adalah simbol eksistensi Amerika Serikat, biang kapitalisme. "Bagi sebagian orang, (Marriott) lambang Yahudi yang dimusuhi seluruh dunia," kata Abu Rusdan, bekas pemimpin Jamaah Islamiyah. Abu Rusdan alias Thoriquddin ditangkap polisi pada 2003. Ia dituduh menyembunyikan salah satu pelaku bom Bali, Ali Ghufron alias Muklas, dan kini bebas setelah dihukum tiga setengah tahun penjara.

    Abu Rusdan menilai pelaku memang sengaja memilih kedua hotel kelas atas itu. "Dari kelompok mana pun, (pelakunya) pasti akan memilih sasaran yang menarik perhatian dunia," kata Rusdan. Dan itu adalah JW Marriott dan Ritz-Carlton, yang sejak beberapa bulan lalu disebut-sebut sebagai "pelabuhan" Manchester United. "Dari segi sasaran, sukses," kata Rusdan, yang justru menyangsikan kelompok Noor Din M. Top terlibat. "Tepat saat Indonesia jadi perhatian dunia menyambut (kedatangan) MU dan menunggu hasil (resmi) pemilu," kata Rizal.

    Entah kebetulan entah disengaja, bom pertama yang meledak di Restoran Sailendra, Hotel JW Marriott, seperti menyasar para CEO perusahaan tambang asing di Indonesia yang sedang melakukan breakfast meeting di sana. Saat itu hadir James Castle dari CastleAsia; Dave Potter, Direktur Eksplorasi Freeport Indonesia; Noke Kiroyan dari Kiroyan Partners, yang pernah menjadi bos Rio Tinto; dan Timothy Mackay, Presiden Direktur Holcim Indonesia. Mackay tewas dalam ledakan tersebut.

    Di Marriott, sejak Kamis pekan lalu, juga menginap tim Indonesia All-Star. Beruntung, saat kejadian, tim sepak bola pilihan itu berangkat latihan lebih pagi ke Stadion Utama Senayan. Boaz Salossa dan kawan-kawan sarapan di Hotel Sultan, Senayan, sehingga luput dari tragedi. Mereka rencananya akan menjamu Manchester United pada Senin pekan ini. Tim pemuncak dari Inggris itu semula akan menginap di Ritz-Carlton-tapi akhirnya batal datang akibat serangan bom itu. Di hotel ini pulalah pesta kemenangan Obama ketika terpilih sebagai Presiden Amerika digelar.

    Agus Supriyanto, Ismi Wahid, Sorta Tobing (Jakarta), Joniansyah (Tangerang)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Landskap

Lenggak-lenggok Jakarta

Tentang Ibu Kota Jakarta

Berebut di Posisi Kepala Naga

Buku

Perusahaan yang Mengarahkan Sejarah

Seni Rupa

Dua Puluh Tahun Memelihara Kegilaan

Proyek Seni di Ruang Kosong

Album

MENINGGAL
Sumarti Budiardjo

Catatan Pinggir

Teror Itu

TEMPO|interaktif

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA

Olahraga

Babak Pertama, Novara Mampu Tahan Inter Milan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif