• Home
  • 20 Juli 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Landskap
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 20 Juli 2009

    Ledakan di Tengah Sarapan

    Jauh hari sebelum bom mengguncang di Hotel Marriott dan Ritz-Carlton, Mega Kuningan, Jakarta, polisi sudah menangkap gelagat kemungkinan adanya ledakan bom. Bahkan, sehari sebelum bom meledak, tim Gegana Kepolisian memeriksa kantor Komisi Pemberantasan Korupsi menyusul adanya ancaman bom lewat telepon. Tapi, seperti enam tahun silam, di tempat yang sama, polisi kembali kalah cepat.

    Dari Bursa ke Kuningan

    Sejak 2000, lebih dari 20 ledakan bom terjadi di Tanah Air. Peristiwa bom Bali pada 2002 merupakan yang paling banyak merenggut korban. Berikut ini sebagian ledakan bom yang terjadi sepanjang sepuluh tahun ini.

    2000
    13 September: Bom Bursa Efek Jakarta (sekarang Bursa Efek Indonesia)
    Tewas: 10, Luka: 90

    2002
    12 Oktober: Tiga ledakan di Legian, Bali
    Tewas: 202, Luka: 300

    2003
    5 Agustus: Bom Marriott
    Tewas: 11, Luka: 152

    2004
    9 September: Bom meledak di depan Kedutaan Besar Australia
    Tewas: 5, Luka: 180

    2005
    21 Maret: Bom Bali II, dua bom meledakkan dua kafe di Bali
    Tewas: 22, Luka: 102

    25 Maret 2009:
    Polisi menerima pesan pendek lewat nomor 1717, berisi ancaman ledakan bom di gedung MPR/DPR.

    4 Mei 2009:
    Stadion Lebak Bulus, Jakarta Selatan, menerima ancaman ledakan bom.

    30 Juni 2009:
    Teror bom dialamatkan ke kantor PT Utama Taksi di Kelurahan Tondo, Kecamatan Palu Utara.

    14 Juli 2009:
    Detasemen Khusus 88 Antiteror menemukan dua bom rakitan siap meledak di Desa Pasuruhan, Kecamatan Binangun, Cilacap, Jawa Tengah. Temuan ini diduga berkaitan dengan Noor Din M. Top.

    16 Juli 2009:
    Komisi Pemberantasan Korupsi menerima ancaman bom. Setelah polisi melakukan penyisiran, tidak ditemukan bom.

    2009
    17 Juli: Bom meledak di Hotel Ritz-Carlton dan JW Marriott, Kuningan, Jakarta
    Tewas: 9
    Luka: 62

    Institut Kebijakan Strategis Australia dan Institut Internasional untuk Upaya Perdamaian merilis laporan yang menyebutkan ancaman bom seperti bom Bali 2002 terus meningkat setelah beberapa anggota Jamaah Islamiyah bebas dari penjara.

    Modus

    Ketatnya penjagaan pintu masuk, dan batas terdekat mobil sekitar seratus meter dari lobi, membuat pelaku meledakkan bomnya dari dalam. Ini tak seperti ledakan pada 2003, ketika pelaku menggunakan bom mobil di depan lobi.

    Pelaku diduga menginap di kamar 1808 sejak 15 Juli. Pemesan atas nama Inisial salah satunya Nurdin Azis.

    Di kamar itulah pelaku menyiapkan bom. Selama dua hari, pelaku membawa bom secara bertahap.

    Kepala Divisi Humas Markas Besar Kepolisian Indonesia Inspektur Jenderal Nanan Soekarna mengatakan kamar itu dijadikan posko.

    Polisi menemukan satu bom aktif jenis black powder berdaya ledak lemah di kamar ini. Diperkirakan mirip dengan bom yang diledakkan.

    Ledakan Pertama
    Terjadi pada pukul 07.47 WIB di JW Marriott. Diduga pelaku bom bunuh diri ini adalah Nurdin Azis, penghuni kamar 1808.

    "Tiba-tiba terdengar ledakan. Saya bersama suami dan satu orang lain terjebak selama setengah jam di dalam lift antara lantai 1 dan 2. Begitu keluar, saya mendapati plafon hotel runtuh. Bau sangit pun menusuk hidung. Suami saya terluka dan dirawat."

    I Gusti Ayu Darsini, 63 tahun, tamu hotel

    "Saya mendengar ledakan, tiba-tiba merah semua, lantas gelap. Tadinya saya pikir lampu mati. Saya pikir saya buta. Dan saya dengar ada orang teriak-teriak, "I can't see!" Dan memang kondisinya gelap sekali. Setelah mulai kelihatan remang-remang, ada cahaya, saya baru bisa jalan. Saya berhasil keluar. Saya sampai pinggir jalan."

    Noke Kiroyan, 63 tahun, tamu restoran

    "Saya sedang lari pagi sekitar pukul 07.45. Saya dikejutkan ledakan di JW Marriott. Ledakannya kencang sekali. Saya lalu lari ke arah Ritz-Carlton. Ada ledakan lagi. Yang saya tahu, ada empat warga asing dibawa dari Marriott. Remuk dan gosong."

    Alex Asmasoebrata, 58 tahun, warga di dekat hotel

    "Semua orang berhamburan. Saya melihat orang terlempar menabrak kaca."

    Chandra, Petugas keamanan Bellagio Mansion

    Ledakan Kedua
    Di Ritz-Carlton pada 07.57 WIB. Polisi yakin ini aksi bom bunuh diri. Ditemukan satu kepala orang yang diduga kuat merupakan pelaku bom bunuh diri.

    Pintu Masuk

    JW Marriott

  • Pintu ke parkiran depan
  • Pintu lobi
  • Pintu ke parkiran di samping Bank Panin
  • Pintu belakang, khusus karyawan

    Ritz-Carlton

  • Pintu apartemen; bukan jalan umum, tak pernah dibuka
  • Pintu lobi
  • Pintu ke parkiran

  • Kedua hotel dihubungkan dengan jalan bawah tanah.
  • Semua pintu dilengkapi portal pendeteksi logam.
  • Pemeriksaan tas dilakukan secara manual.

    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Landskap

Lenggak-lenggok Jakarta

Tentang Ibu Kota Jakarta

Berebut di Posisi Kepala Naga

Buku

Perusahaan yang Mengarahkan Sejarah

Seni Rupa

Dua Puluh Tahun Memelihara Kegilaan

Proyek Seni di Ruang Kosong

Album

MENINGGAL
Sumarti Budiardjo

Catatan Pinggir

Teror Itu

TEMPO|interaktif

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA

Olahraga

Babak Pertama, Novara Mampu Tahan Inter Milan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif