• Home
  • 20 Juli 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Landskap
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 20 Juli 2009

    Tangan Rahasiadi Belakang Transfer

    DALAM dua jam, kostum Real Madrid bernomor punggung 9 terjual 2.000 buah: 16 kaus per menit. Dengan harga 85 euro (sekitar Rp 1,2 juta) per biji, replika kostum Cristiano Ronaldo itu menghasilkan pendapatan 170 ribu euro (sekitar Rp 2,4 miliar). Sekali lagi, cuma dalam tempo dua jam. Itu pun di luar 300 buah kaus yang raib oleh tangan jail.

    Histeria para Cristianomania itu terjadi pada hari pertama penjualan, yaitu dalam upacara pengenalan sang bintang, Senin dua pekan lalu. Pemain berharga termahal di dunia, 80 juta pound sterling atau 94 juta euro (sekitar Rp 1,3 triliun), itu disambut 80 ribu orang suporter di Santiago Bernabeu. Cuma tersisa 354 bangku kosong dari kapasitas maksimal stadion kebanggaan Los Merengues, julukan Real Madrid itu.

    Dengan nomor punggung 9, pemain berusia 24 tahun itu resmi menyandang julukan CR9, menggantikan CR7-mengacu pada nomor kostum di klub sebelumnya, Manchester United (MU). Tapi, jangan salah, merek dagang CR9 ternyata sudah terdaftar atas nama Cristiano Ronaldo di National Institute of Industrial Property, Lisabon, Portugal, sejak Desember lalu, atau tujuh bulan sebelum terjadinya kesepakatan transfer.

    Fakta ini baru diketahui media Portugal setelah mereka mendapat kepastian tentang angka nomor punggung yang akan dikenakan Ronaldo di Madrid. Tapi mereka menjadi mafhum setelah tahu siapa yang punya kerjaan. Dia adalah Jorge Mendes, agen Ronaldo.

    Mendes, pria Portugal berusia 43 tahun, luput dari kamera wartawan pada saat Ronaldo berpidato dan lantas memamerkan keahliannya memainkan bola di hadapan 80 ribu orang suporter Madrid. Tak banyak orang sadar, tangan Mendeslah yang membuat ingar-bingar pesta di Bernabeu itu terwujud. Mendes bahkan sudah memulai operasinya setahun lalu lewat pembicaraan rahasia dengan mantan Presiden Madrid, Ramon Calderon-yang kini digantikan Florentino Perez.

    Sampai satu dekade lalu, masyarakat sepak bola lebih mengenal nama Pini Zahavi, 66 tahun, yang berjulukan super-agen karena kekuatan lobinya. Prestasi paling fenomenal dari pria Israel ini adalah menjembatani pembelian klub Chelsea oleh Roman Abramovich dengan harga 140 juta pound sterling (sekitar Rp 2,3 triliun). Dia juga membantu Alexandre Gaydamak membeli Portsmouth pada 2006. Adapun soal jual-beli pemain, Zahavi sukses mentransfer Rio Ferdinand dari West Ham ke MU pada 2003 dengan harga 30 juta pound sterling.

    Sekarang dunia juga harus menjuluki Mendes sebagai super-agen. Mantan pesepak bola amatir Portugal ini berada di jajaran tersukses dari 4.794 nama agen resmi yang tercatat di Federasi Sepak Bola Internasional (FIFA).

    Menurut hitungan Futebol Finance, media yang terbit di Portugal, lewat perusahaan agensinya, Gestifute, Mendes menangani 75 pemain yang total berharga 405 juta euro (sekitar Rp 5,8 triliun). Itu angka perkiraan pada Maret lalu, sewaktu pembelian Ronaldo oleh Madrid belum terjadi.

    Uang yang berputar di sekitar Mendes lebih besar daripada Stellar Football LTD, yang berada di peringkat kedua. Konsultan agen berbasis di London itu "cuma" menangani klien dengan harga total 226 juta euro dari 221 pemain. Sedangkan Wasserman Media Group (WMG) Management, dengan klien sekelas Steven Gerrard, Jamie Carragher, Michael Owen, dan Park Ji-sung, memiliki 89 pemain dengan perkiraan harga 245 juta euro.

    Agen bisa meraup 10 sampai 20 persen dari nilai kontrak atau transfer pemain atau pelatih. Bayaran mereka bertambah bila terlibat dalam pembicaraan tentang kontrak keuntungan pemain yang didapat dari penjualan suvenir.

    Kebanyakan dari mereka mengawali karier di dunia yang dekat dengan olahraga. Zahavi, misalnya, mantan wartawan olahraga. Anthony "Tony" Stephens dari WMG adalah mantan komentator radio bidang olahraga. Mendes mantan pesepak bola amatir.

    Meski menjalin hubungan baik dengan media massa, para agen ini menjunjung mantra "menjaga kerahasiaan operasi" sampai terciptanya kesepakatan. Stephens paling ekstrem. Pria berusia 54 tahun ini tak pernah mau melayani permintaan wawancara. Di laci para redaktur media Inggris cuma tersimpan foto Stephens stok 20 tahunan lalu, sewaktu dia masih menjadi manajer pemasaran Stadion Wembley. Stephens adalah mantan agen David Beckham, Alan Shearer, dan kini masih menangani Michael Owen.

    Mendes tak seekstrem Stephens. Mendes menjalin hubungan baik dengan wartawan yang banyak membantunya pada awal karier. Dia dulu pengusaha bar, diskotek, dan persewaan kaset video. Jalan hidupnya berubah gara-gara bertemu Nuno Espirito Santo yang tengah mabuk di barnya di Guimaraes. Nuno pusing memikirkan kariernya. Mendes lantas membantunya pindah dari Vitoria Guimaraes ke Deportivo La Coruna (Spanyol) pada 1997.

    "Sekarang dalam satu hari saya bisa sarapan di London, makan siang di Madrid, dan makan malam di Milan," kata Mendes menceritakan hidupnya kini. Peruntungannya benar-benar moncer setelah sukses mengantar Jose Mourinho menjadi pelatih Chelsea dengan gaji tertinggi di Liga Inggris saat itu, 2004. Empat tahun kemudian, ganti Luiz Felipe Scolari yang dia bawa sebagai pelatih Chelsea, lagi-lagi dengan gaji tertinggi di Inggris. Hampir bersamaan, Mendes berhasil mengegolkan perjanjian yang membuat Mourinho mendapat gaji tertinggi di Liga Italia atas kontraknya dengan Inter Milan.

    Mendes seorang yang cerdik. Dia memilih bekerja sama daripada bermusuhan bila berhadapan dengan agen yang lebih senior dan kuat. Dia bekerja sama dengan Zahavi untuk transfer yang melibatkan pemain asal Amerika Latin. Namun dia menyingkirkan Jorge Baidek, agen Mourinho sebelumnya, dari persaingan. Sekarang tak ada transfer pemain asal Portugal yang tidak melewati tangan Mendes.

    Apakah mereka memandang para pemain sebagai aset belaka? Tidak. "Untuk menjadi seorang agen yang baik, Anda harus menjadi figur bapak bagi para pemain," kata John Holmes dari WMG. Dalam jangka yang lama, Stephens adalah figur ayah ketiga bagi David Beckham setelah ayahnya sendiri, Ted, dan pelatih Alex Ferguson. Ted-lah yang meminta Stephens menjadi agen anaknya saat Beckham masih remaja. Hubungan Stephens-Beckham terputus setelah Beckham terlibat selingkuh dengan Rebecca Loos, perwakilan SFX, anak perusahaan WMG, saat di Real Madrid.

    Zahavi juga terkenal dekat dengan para pemainnya. Dia mengundang pemainnya-Rio Ferdinand, Aiyegbeni Yakubu, Kevin Campbell dan kawan-kawan-dalam pesta pernikahan anaknya. Mendes lebih dari itu. Dia punya jadwal kunjungan tetap ke rumah pemainnya. Keponakannya, Luis Correira, bahkan bersahabat dengan Nani, Anderson, dan Cristiano Ronaldo.

    "Mendes punya arti penting bagi karier dan hidup saya," kata Ronaldo suatu saat. Mendes menjadi agen Ronaldo sejak sebelum bermain di MU pada 2003. Insiden pertengkaran Wayne Rooney dengan Ronaldo pada Piala Dunia 2006 sempat membuat Ronaldo ingin meninggalkan MU. "Mendes mengunjungi saya 2-3 kali dalam sehari, menghibur saya, dan meyakinkan saya bahwa MU adalah klub yang tepat untuk saya."

    Pada akhirnya, Mendes juga yang menjadi perantara hengkangnya dia dari MU. Karena besarnya nilai transfer, Mendes cuma meminta jatah lima persen dari keseluruhan uang itu. Mendes telah menyiapkan semuanya dengan matang, termasuk bila Ronaldo ingin mengganti nama butik yang dikelola keluarganya di Madeira dan Lisabon, dari CR7 menjadi CR9. Hak paten merek dagangnya sudah ada di kantong Mendes.

    Andy Marhaendra (Independent, Timesonline)


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Landskap

Lenggak-lenggok Jakarta

Tentang Ibu Kota Jakarta

Berebut di Posisi Kepala Naga

Buku

Perusahaan yang Mengarahkan Sejarah

Seni Rupa

Dua Puluh Tahun Memelihara Kegilaan

Proyek Seni di Ruang Kosong

Album

MENINGGAL
Sumarti Budiardjo

Catatan Pinggir

Teror Itu

TEMPO|interaktif

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif