• Home
  • 20 Juli 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Olahraga
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
    • Landskap
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
  • Seni
    • Musik
    • Seni Rupa
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 20 Juli 2009

    Surat Pembaca

    Kiblat yang Berubah

    BERITA "Memilih Tidak, Kompor Gas Oke" pada halaman 36 majalah Tempo edisi 13-1 Juli 2009 sungguh membuat saya terperanjat. Ini bukan pada isi liputannya, melainkan pada foto ilustrasi berita tersebut. Bila diamati secara cermat, orang-orang yang digambarkan tengah salat berjamaah ternyata membelakangi mimbar dan ruang imam, serta tidak mengikuti alur bentangan sajadah sebagai penunjuk arah kiblat.

    Yang menjadi pertanyaan adalah apakah orang-orang NII seperti tampak dalam ilustrasi, kiblatnya demikian, atau pengambilan gambarnya hanya ala kadarnya-tanpa memperhatikan unsur kepatutan?

    SYUKRI
    Jl. Jenderal Sudirman Kav. 1,
    Jakarta Pusat

    Terima kasih untuk komentarnya. Foto diambil saat jamaah sedang salat. Tidak ada rekayasa gambar-Redaksi.

    Pernyataan tentang Muslim Uighur

    SEHUBUNGAN dengan pembantaian brutal terhadap muslim Uighur di Provinsi Xinjiang oleh tentara Republik Rakyat Cina yang menelan korban lebih dari seribu jiwa, dan pelarangan umat Islam menunaikan salat Jumat, dengan ini, atas nama World Islamic Peoples's Leadership (WIPL), saya menyatakan:

    1. Mengutuk keras pembantaian tersebut dan menganggapnya sebagai kejahatan kemanusiaan serta pelanggaran hak asasi manusia berat. Pembantaian tersebut merupakan genosida dan pembersihan etnis serta agama.

    2. Mendesak pemerintah Cina menghentikan pembantaian dan memberikan kebebasan kepada umat Islam Uighur untuk menjalankan ibadat sesuai dengan prinsip-prinsip HAM dan hak-hak sipil rakyat.

    3. Mendesak PBB segera mengambil tindakan tegas menghentikan pembantaian dan memberi sanksi atas pemerintah Cina agar kejadian ini tidak terulang lagi.

    4. Menyerukan kepada OKI dan pemerintah negara-negara cinta damai serta lembaga kemanusiaan internasional untuk mendesak Cina menghentikan pembantaian tersebut dan memberi kebebasan kepada umat Islam Uighur menjalankan agamanya.

    5. Menyeru umat Islam sedunia berdoa bagi keselamatan muslim Uighur.

    DIN SYAMSUDDIN
    Wakil Sekretaris Jenderal WIPL
    Ketua Umum Pimpinan Pusat Muhammadiyah

    Kapan Kita Aman?

    BOM meledak lagi: kapan Jakarta bebas dari bom? Pemilihan presiden telah usai dan aman. Apakah bom yang meledak di dua hotel itu efek pasca-pemilihan lalu? Atau ada motif lain? Misalnya, pihak yang tidak setuju Manchester United datang ke Indonesia? Kapan negeri ini sepenuhnya aman, tak ada gangguan berarti, dan rakyat hidup dalam kedamaian yang hakiki?

    WISNU WIDJAJA
    Jl. Sindoro I No. 16, Kalibuntu,
    Panggung, Tegal

    Kanal Banjir, Tak Kelar-kelar

    SEKIAN lama melewati jalan dari Setia Budi ke Manggarai, saya selalu melihat pembangunan Banjir Kanal Barat. Beberapa bulan lalu, pekerja menancapkan pasak bumi di bibir kali. Namun, di beberapa ruas, pemasangan tak diteruskan. Anehnya, sebagian tiang pancang di sisi utara terlihat dipotong. Kini yang di sisi selatan diganti dengan beton.

    Saya tak mengerti akan diapakan kanal ini. Dari musim hujan yang mendatangkan banjir hingga berganti kemarau, pengerjaan itu tak kunjung selesai. Bukankah pengerjaan yang lama bisa menghamburkan anggaran? Dan bagaimana bila banjir besar datang lagi?

    SAIFUDIN AMIN
    Pondok Aren, Tangerang, Banten

    Pro-Rakyat Dilanjutkan Lebih Cepat

    RAKYAT telah menunaikan hak politiknya dengan mencontreng salah satu pasangan calon presiden dan wakil. Dalam sebuah kompetisi, pasti akan ada yang kalah dan menang. Yang kalah hendaknya menerima realitas bahwa tidak banyak rakyat yang mendukungnya.

    Mereka mesti mampu menunjukkan sikap elegan. Menang secara terhormat dan kalah bermartabat. Kiranya ketiga pasang calon presiden dan wakil dapat memberi teladan terbaik. Ke depan, untuk program pembangunan pro-rakyat hendaknya dilanjutkan dengan lebih cepat dan lebih baik.

    FAREL KUTO
    Perum Puri Mas, Sawangan, Depok

    Usul untuk TVRI

    SAYA punya sedikit saran untuk TVRI. Kalau bisa, acara "Tembang Kenangan" pada Sabtu dan Minggu sore ditayangkan setiap hari dan ditambah waktunya menjadi satu jam. Manfaatnya, selain menghibur dan membangkitkan kenangan masa lalu, acara musik itu dapat membuat orang ingin cepat pulang ke rumah.

    PANDU SYAIFUL
    Guru SMP Cendana, Riau

    Satu Putaran Kehendak Rakyat

    KENDATI Komisi Pemilihan Umum belum resmi mengumumkan hasil penghitungan suara pemilihan presiden, hasil hitung cepat menunjukkan pemilihan dipastikan satu putaran. Siapa pun pemenangnya patut mendapat ucapan selamat dari para saingannya. Kemenangan mereka adalah kehendak rakyat Indonesia.

    Terlepas dari keluhan dan temuan pelanggaran tadi, kita patut berbangga bahwa hak politik rakyat dilaksanakan dalam suasana aman dan damai. Kini tinggal pihak yang terlibat dalam pemilihan seperti Komisi Pemilihan Umum, Badan Pengawas Pemilu, tim sukses, dan relawan yang memprosesnya.

    IR SARJITO
    Volunteer NGO, tinggal di
    Lhok Seumawe, Aceh

    SBY dan Pemberantasan Korupsi

    PESTA demokrasi telah ditutup. Sambil menunggu pengumuman resmi dari Komisi Pemilihan Umum, hasil hitung cepat cukup meyakinkan publik bahwa SBY-Boediono pemenangnya. Ini bukan tujuan akhir pemilihan, tetapi awal proses meneguhkan kembali cita-cita mewujudkan masyarakat yang adil, makmur, sejahtera. Cita-cita itu menuntut pemerintahan yang demokratis, menjunjung tinggi tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan tanpa toleransi terhadap praktek korupsi, kolusi, dan nepotisme.

    Dalam konteks itu, kita menaruh harapan pada SBY. Kalau pada kepemimpinan periode lalu sebagian pelaku KKN berhasil ditindak, pada pemerintahan lima tahun berikutnya upaya itu mesti ditingkatkan. Hasil penindakan itu memberi andil terhadap kemajuan perekonomian bangsa, sehingga Indonesia menjadi salah satu dari sedikit negara di dunia yang perekonomiannya masih tumbuh di masa krisis.

    GERRY SETIAWAN
    Condet, Jakarta Timur

    Aksi Meresahkan Rakyat Papua

    SEPARATISME tidak dapat ditangani hanya oleh satu lembaga. Perlu kerja sama antar-aparat pemerintah baik sipil maupun militer, termasuk para tokoh adat, agama, dan tokoh masyarakat.

    Di Papua, akhir-akhir ini masalah separatisme makin mengkhawatirkan. Maraknya penembakan dan penghadangan oleh kelompok organisasi Papua Merdeka meresahkan masyarakat. Sasaran tembak tidak hanya aparat TNI dan polisi, tapi juga masyarakat serta karyawan Freeport. Saya berharap aparat keamanan tidak menganggap remeh situasi ini. Kekuatan dan kemampuan mereka tidak pernah kita ketahui.

    THEODORUS BITBIT
    Mahasiswa Sekolah Tinggi Penyuluh Pertanian Bogor


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Landskap

Lenggak-lenggok Jakarta

Tentang Ibu Kota Jakarta

Berebut di Posisi Kepala Naga

Buku

Perusahaan yang Mengarahkan Sejarah

Seni Rupa

Dua Puluh Tahun Memelihara Kegilaan

Proyek Seni di Ruang Kosong

Album

MENINGGAL
Sumarti Budiardjo

Catatan Pinggir

Teror Itu

TEMPO|interaktif

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif