BURMA
Suu Kyi Divonis Bersalah
PENGADILAN junta militer Burma menjatuhkan hukuman 18 bulan tahanan rumah terhadap aktivis prodemokrasi yang juga pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi. Peraih hadiah Nobel Perdamaian berusia 64 tahun itu dinyatakan terbukti bersalah melanggar aturan tahanan rumah dengan membiarkan orang asing masuk ke rumahnya.
Mulanya, pengadilan menghukum Suu Kyi tiga tahun penjara dan kerja paksa. Namun, setelah sidang ditunda lima menit, Menteri Dalam Negeri Jenderal Maung Oo membacakan perintah khusus dari pemimpin junta militer Burma, Jenderal Senior Than Shwe, agar hukuman itu dikurangi setengahnya dan bisa dijalani sebagai tahanan rumah.
Alasannya, selain untuk menjaga ketenangan, Suu Kyi adalah putri mendiang Aung San, pahlawan besar yang membebaskan Burma dari penjajahan Inggris. "Saya harap kita semua bisa bekerja bagi perdamaian dan kemakmuran negeri ini," kata Suu Kyi. Penambahan hukuman ini otomatis akan menyingkirkan Suu Kyi dari rencana pencalonan diri dalam pemilihan umum tahun depan.
KUWAIT
Rencana Serangan Al-Qaidah
PEMERINTAH Kuwait mengaku berhasil menggagalkan rencana jaringan Al-Qaidah menyerang kamp militer Arifjan milik Amerika Serikat. Enam warga Kuwait pengikut Al-Qaidah, yang diduga bakal mengebom kamp yang terletak di selatan Kota Kuwait itu, dapat diamankan.
Kamp Arifjan berfungsi sebagai tempat persiapan pasukan AS yang akan dikerahkan ke Irak. Kuwait hingga kini masih menjadi pangkalan logistik bagi militer Amerika untuk mendukung tentaranya di Irak. Penarikan pasukan Amerika dari Irak tak menyurutkan rencana Al-Qaidah menyerang negara-negara Arab yang dianggap sebagai sekutu negara adidaya itu, termasuk Kuwait.
Sejak peristiwa serangan teroris di Amerika Serikat pada 11 September 2001, Kuwait kerap menjadi sasaran serangan kelompok jaringan Al-Qaidah. Salah satu serangan berdarah terjadi pada Oktober 2002, yang menewaskan satu marinir Amerika Serikat.
CINA
Terjangan Topan Morakot
RATUSAN orang tewas dan lainnya hilang setelah badai besar menerjang Taiwan bagian selatan dan tengah. Ribuan penduduk terisolasi di tiga kota yang berada di kawasan pesisir. Topan Morakot itu menyebabkan banjir besar dan angin kencang serta tanah longsor, terutama di wilayah Pingtung.
Di Kaohsiung, banjir menyebabkan jembatan ambruk dan jalan putus, yang membuat 1.300 warga terisolasi. Televisi lokal memberitakan 200 rumah di Desa Hsiaolin terkubur lumpur. "Belum jelas nasib warga di sana. Namun kami yakin sekolah di wilayah ini hancur total," ucap pejabat Kota Kaohsiung, Yang Chiu-hsin.
Hantaman topan Morakot kali ini diperkirakan menimbulkan kerugian hingga US$ 106 juta (Rp 1,5 triliun) akibat rusaknya kawasan pertanian. Topan juga menyebabkan aliran listrik untuk 110 ribu rumah terputus dan 850 ribu rumah kekurangan air bersih.
IRAN
Kekerasan di Penjara
PEMIMPIN oposisi Mehdi Karroubi melaporkan adanya penyiksaan terhadap pengunjuk rasa yang ditahan di sejumlah penjara di Iran setelah pemilihan presiden pada 12 Juni lalu. Dalam surat yang dikirim kepada mantan presiden Akbar Hashemi Rafsanjani, Mehdi mengungkapkan sejumlah tahanan perempuan mengalami kekerasan seksual di penjara. "Mereka kini sangat tertekan secara fisik dan mental," katanya.
Sedikitnya 2.000 orang, yang diduga pendukung oposisi, ditahan setelah meletus kerusuhan dalam pemilu presiden lalu. Sebagian besar sudah dibebaskan, namun ada kurang lebih 200 orang yang masih di penjara. Sekitar 110 orang diajukan ke pengadilan. Karroubi mendesak Rafsanjani membahas isu sensitif ini dengan pemimpin tertinggi Iran, Ayatullah Ali Khamenei.
Selama ini para pemimpin oposisi menuding pemerintah memperlakukan tahanan, terutama pengunjuk rasa, secara kejam. Bahkan tak jarang ada tahanan yang meninggal di dalam penjara karena dipukuli petugas. "Tidak, mereka meninggal akibat virus mematikan," kata Kepala Kepolisian Iran, Ismail Ahmadi-Muqaddam.
KOSTA RIKA
Presiden Terserang Flu Babi
PRESIDEN Kosta Rika Oscar Arias menjadi kepala negara pertama yang positif terserang virus H1N1 atau lebih populer dengan sebutan flu babi. Ia ketahuan terkena virus ini pada Selasa pekan lalu setelah beberapa hari menderita demam tinggi. "Hasil pemeriksaan menyatakan dia positif tertular virus H1N1," kata Rodrigo Arias, kepala staf pemerintah yang juga adik Oscar di San Jose, Kosta Rika.
Peraih penghargaan Nobel berusia 68 tahun itu terpaksa mengerjakan beberapa pekerjaan kepresidenan dari rumah. "Selain demam dan sakit di tenggorokan, saya merasa baik-baik saja dalam melaksanakan pekerjaan melalui alat komunikasi jarak jauh. Saya harap dapat kembali menyelesaikan semua pekerjaan saya pada Senin," kata Arias, yang juga mengidap asma.
Virus flu H1N1, yang diumumkan masuk kategori pandemi pada 11 Juni, menyebar di seluruh dunia sejak dilaporkan pada April dan pada akhirnya menulari dua juta orang, berdasarkan perkiraan Badan Kesehatan Dunia. Di Kosta Rika, lebih dari 20 orang tewas akibat flu babi.
AMERIKA SERIKAT
Ledakan Penduduk
PADA 2011, jumlah penduduk dunia diperkirakan akan menembus angka tujuh miliar, demikian laporan yang dikeluarkan Population Reference Bureau's 2009 World Population Data Sheet pada Rabu pekan lalu. Angka pertumbuhan paling tinggi terjadi di negara berkembang, terutama negara-negara miskin yang ada di Asia, Afrika, Amerika Latin, dan Karibia.
Dari 1,2 miliar penduduk muda saat ini, sekitar 90 persen tinggal di negara berkembang. "Delapan dari sepuluh penduduk usia muda hidup di Afrika dan Asia," ucap Carl Haub, salah satu peneliti yang mengeluarkan laporan tersebut. Sedangkan untuk negara maju, Amerika Serikat dan Kanada menjadi penyumbang terbanyak kenaikan populasi dunia.
Pada 2050, India diperkirakan akan menjadi negara dengan jumlah penduduk terbanyak dengan 1,7 miliar orang, melewati Cina yang akan memiliki populasi 1,4 miliar. Amerika Serikat diprediksi akan menjadi negara dengan penduduk ketiga terbanyak, dengan 439 juta manusia.
Nunuy Nurhayati (BBC, AP, Xin Hua, Press TV)
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

