PUKUL enam, seperti pagi biasanya, Tukijan, 51 tahun, sarapan sambil melotot di depan televisi 21 inci miliknya. Acara kegemaran warga Desa Waluyo Rejo, Kecamatan Puring, Kabupaten Kebumen, ini adalah Selamat Pagi Bupati, yang biasa disingkat SPB. Tiap hari selama 30 menit, program ini ditayangkan langsung oleh RatihTV, stasiun lokal milik Pemerintah Daerah Kabupaten Kebumen, Jawa Tengah.
Di layar, Bupati Kebumen M. Nashiruddin A.M. memaparkan program asuransi kesehatan bagi keluarga miskin. Lima belas menit bicara, moderator membuka line telepon. Banyak warga lalu menghubungi, menanyakan berbagai soal-sering di luar topik-yang ditanggapi langsung oleh sang Bupati.
Rabu pagi itu, Tukijan langsung menyambar telepon seluler. Tuts dipencet sesuai dengan nomor yang tertera di layar. Ketika teleponnya diangkat, ia langsung nyerocos tentang nasib guru di kampungnya. Katanya, penilaian kinerja kepala sekolah di Kabupaten Kebumen menurut dia tidak jelas reward dan punishment-nya. Mestinya, kata dia, kepala sekolah yang baik dinilai lebih, sedangkan yang buruk dihukum. "Yang saya lihat tidak ada bedanya, yang baik atau yang setengah-setengah sama saja," katanya. Tukijan adalah Wakil Ketua Persatuan Guru Republik Indonesia Kabupaten Kebumen.
Bagi masyarakat Kebumen, SPB adalah sarapan pagi. Dari program itu, mereka melahap informasi tentang program daerah selain menumpahkan unek-unek. "Kritik saya itu bukan untuk menjelek-jelekkan," kata Tukijan.
Selamat Pagi Bupati, menurut Nashiruddin-menjadi bupati menggantikan Rustriningsih, yang menjadi Wakil Gubernur Jawa Tengah sejak Agustus 2008-efektif menumbuhkan partisipasi masyarakat. "Hikmahnya, kita bisa memantau langsung kinerja aparat Satuan Kerja Perangkat Daerah," katanya. Lewat acara ini jarak Bupati dan rakyatnya diharapkan bisa dihapus. "Dari masyarakat saya tahu anak buah saya bekerja atau tidak," ujar Nashiruddin.
Pada saat awal SPB mengudara, pertengahan 2003, banyak aparat pemerintah daerah yang panas kuping jadi sasaran tembak masyarakat. Tak sedikit yang langsung ditegur Bupati. "Bahkan pernah ada camat yang dicopot, lurah dipenjara, gara-gara laporan di SPB," kata Imam Tobroni, 36 tahun, warga Panjer, Kecamatan Kebumen, Kabupaten Kebumen. Menurut Dradjad Triwibowo, Kepala Bidang Teleformatika Kebumen, inspektorat daerah tiap hari memelototi SPB dan langsung menelusuri laporan pejabat yang menyimpang.
Setelah masa "babak-belur", menurut Bupati, sekarang para pejabat itu bisa menerima kritik. Resep yang ditanamkannya sebetulnya sederhana: jangan tersinggung kalau dikritik, karena aparat adalah pemegang amanat rakyat.
Jangan bayangkan RatihTV sebagai stasiun televisi yang canggih. Studionya hanya lima kali enam meter. Di ruangan itu hanya ada satu juru kamera, dua kru editing, seorang pelajar SMA magang, dan satu pemandu acara. Total siaran cuma empat jam: dua jam pagi dan dua jam sore.
Mengudara pertama kali tujuh tahun silam, RatihTV adalah singkatan dari Dara Putih-julukan Presiden Megawati Soekarnoputri kepada Bupati Rustriningsih. Tiap tahun, kata Ketua Komisi Anggaran DPRD Kebumen Slamet Marsun, RatihTV menghabiskan sekitar Rp 700 juta dengan pendapatan iklan Rp 150-200 juta. Masih tekor memang. Pendapatan "tidak terlalu besar karena memang programnya terbatas," kata Slamet. RatihTV merupakan wujud pelaksanaan Peraturan Daerah Nomor 53 Tahun 2004 tentang Partisipasi dan Transparansi Publik.
KEBUMEN menerapkan prinsip transparansi anggaran: masyarakat diberi kesempatan menentukan anggaran pendapatan dan belanja daerah. Masukan terhadap item anggaran dilaksanakan secara bertingkat: dari desa hingga kabupaten. Mereka yang terpilih bicara mewakili desanya, "Biasanya adalah tokoh masyarakat yang ngotot kalau berdebat," kata Camat Puring, Suto Hadi Andoyo. Ini penting, kata Suto, karena perwakilan inilah yang akan beradu argumen agar desanya yang diprioritaskan mendapat anggaran. "Karena anggaran belanja daerah terbatas, kita ya berebut," kata Suto.
Kabupaten di pesisir laut selatan ini memang bukan daerah kaya. Dengan penduduk 1,2 juta jiwa, Kebumen hanya punya anggaran Rp 800 miliar. Sebanyak 70 persen lebih habis untuk gaji pegawai. Sisanya dibagi untuk anggaran pendidikan, kesehatan, operasional pemerintah daerah, dan infrastruktur. "Keterbatasan dana ini kesulitan utama kami," kata Nashiruddin.
Partisipasi masyarakat dalam penyusunan kebijakan karenanya menjadi penting. "Sehingga tak ada lagi kecurigaan masyarakat terhadap pemimpin," kata Wakil Ketua DPRD Kebumen Makrur Adam Maulana. Akibat keterbukaan itu, frekuensi demonstrasi bisa dikurangi. Dulu tiap bulan ada demonstrasi, tapi sekarang jarang terjadi.
Prestasi Kebumen lainnya adalah penerapan kurikulum pendidikan sadar gender. Melalui mata pelajaran bahasa Indonesia, pendidikan kewarganegaraan, agama, dan sejarah plus kelas ekstrakurikuler, siswa SD dan SMP diajari ihwal persamaan hak dan kewajiban laki-laki dan perempuan. "Yang sederhana, misalnya, siswa tak diajari "Ibu memasak, Bapak baca koran". Tapi Ibu juga membaca koran," kata Kepala Bidang Pendidikan Nonformal Kebumen, Wuryanto.
Program ini awalnya dijalankan dalam proyek percontohan di sembilan sekolah di Kecamatan Kebumen. Setelah sukses, program dikembangkan lagi di 25 sekolah di Kecamatan Ayah dan Poncowarno. "Dua kecamatan itu diprioritaskan karena angka putus sekolah perempuannya tinggi," kata Wuryanto. "Banyak yang jadi TKW dan korban perdagangan perempuan."
KABUPATEN KEBUMEN
Luas wilayah: 1.281,115 kilo meter persegi (darat), 6.867 km persegi (laut)
Jumlah penduduk: 1.241.544 (2008)
Keluarga miskin: 93.849 kepala keluarga (28,57 persen)
Wilayah: 26 kecamatan, 449 desa, 11 kelurahan
APBD 2008: Rp 911,890 miliar
PAD 2008: Rp 53,939 miliar
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

