Di tengah warga suku Malind Marori, sebuah etnis di Merauke, Papua Selatan, Arifin Panigoro mencopot semua aparel "bos": pantalon, kemeja button down, dasi, jas. Bos Medco Group itu lantas bersalin bawahan rumbai-rumbai, bertelanjang dada, wajahnya dibedaki kapur, kepala berhias bulu burung kasuari. "Wah, lengkap sudah. Saya kaget, terharu, bangga," ujar Arifin sambil tersenyum lebar.
Selasa pekan lalu, AP-sebutan Arifin-resmi masuk warga suku Malind dengan nama Warku Gebze. Duta Besar Amerika Serikat Cameron Hume dan Bupati Merauke John Gluba Gebze turut hadir dalam upacara penabalan yang meriah itu. Warga Malind tergerak mengangkat AP sebagai warga karena dia amat giat merintis usaha pertanian dan kehutanan di Merauke.
Warku Gebze pun langsung jatuh hati pada sukunya yang baru. "Saya belum pernah melihat anggrek hutan berbunga serempak. Tapi hari ini di sepanjang jalan ke lokasi upacara saya lihat jejeran anggrek berbunga," ujarnya disambut aplaus. Tepuk tangan kian menjadi tatkala AP meneruskan: "Ini isyarat alam bagi saya sebagai saudara Anda semua di Merauke."
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

