• Home
  • 24 Agustus 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Buku
    • Digital
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Iqra
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 Agustus 2009

    Merdeka: Nomor Istimewa

    GAMBAR kulit muka majalah itu sederhana saja. Sepotong kepalan tangan kanan dengan buku-buku jari menebal, lantas diberi latar kobaran api. Di belakangnya ada peta wilayah Republik yang mencakup pulau-pulau berikut: Sumatera, Jawa, Kalimantan, Sulawesi, Kepulauan Maluku, dan Nusa Tenggara. Pulau Papua menyempil di pojok gelap; hanya ujungnya yang tampak.

    Sebagai judul, hanya ada satu kata: "MERDEKA". Di pojok kiri atas, baru kita paham apa isi majalah itu: "Nomor Peringatan 6 Boelan Repoeblik Indonesia". Kertasnya sudah menguning, menandakan usianya yang lebih dari separuh abad.

    Disajikan dalam bentuk print digital, kulit muka dan isi majalah setebal 124 halaman ini dipamerkan di Galeri Foto Jurnalistik Antara, Pasar Baru, Jakarta-bekerja sama dengan Departemen Komunikasi dan Informatika dan Monumen Pers Solo-untuk menyambut hari kemerdekaan hingga pertengahan September nanti. Dipamerkan juga sejumlah penerbitan dan iklan produk seperti mesin jahit, mentega, atau pakaian wanita yang ada pada era 1945.

    Majalah ini terbit pada 17 Februari 1946, persis enam bulan setelah Soekarno dan Hatta memproklamasikan kemerdekaan dari Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta. Yang menerbitkannya redaksi surat kabar harian berjudul sama, Merdeka, pimpinan Burhanuddin Mohammad Diah.

    Mengamati isinya satu per satu, mafhumlah kita, berjarak 63 tahun dari peristiwa itu, semangat zaman pada eranya: manusia bebas, revolusi, merdeka! Bacalah pesan Bung Karno yang demikian pekat semangatnya: "Enam boelan kita telah merdeka. Sesoedah enam abad, masih merdeka! Sekali merdeka, tetap merdeka!" Disusul dengan pesan dari para pemimpin, antara lain Wakil Presiden Hatta dan Perdana Menteri Sjahrir, juga tokoh pergerakan Tan Malaka-lebih senior dari ketiganya-yang tidak menulis pesan khusus, tapi diwakili oleh selebaran Partai Rakyat Indonesia pimpinannya.

    Di dalamnya ada kolom serius tentang kondisi negeri, ada cerita, ada sajak-sajak. Tapi dari lembaran-lembaran itu kita juga diingatkan akan sebuah masa yang penuh kekacauan: beras sulit, sewaktu-waktu bisa tertimpa bom Belanda, atau justru sekadar kehilangan momen seperti yang dirasakan Rosihan Anwar. Saat itu ia Redaktur Umum Merdeka. Catatan pribadinya tentang bulan-bulan pertama proklamasi itu dimuat hingga tiga halaman penuh. Rosihan rupanya tidak ada di Jakarta pada 17 Agustus itu. "Saja lagi istirahat di roemah sakit Boenoet di Soekaboemi," ia menulis. Rupanya, malaria "meledak lagi dalam toeboeh".

    Lalu bagaimana kisruhnya suasana rapat Panitia Kemerdekaan yang digelar dua hari setelah proklamasi? Pembicaraan yang kacau dan para pemimpin yang serba gelisah. Apalagi ketika Kasman Singodimedjo, jaksa agung pertama negeri ini, datang. Ia minta Tentara Pembela Tanah Air sebaiknya dibubarkan. "Semoea jang mendengar terdiam. Sjamsoedin St. Makmur menangis seperti anak ketjil, dia pergi doedoek, sapoetangan dikeloearkan," Rosihan mencatat.

    Dikemas dengan gaya majalah berita, isinya juga mencakup esai foto kehidupan Bung Karno dan Fatmawati ketika Guntur, putra sulung, belum lagi dua tahun. Foto-foto dalam majalah ini ditangani duo bersaudara Mendur, yang-menurut kurator Oscar Motuloh-bersama Justus dan Nyong Umbas, Alex Mamusung, dan Oscar Ganda mendirikan Indonesia Press Photo Service (Ipphos). Sebagian koleksi mereka ikut dipajang di pameran ini.

    Tak terbayang kini situasi redaksi yang menurut majalah itu terbit dalam suasana penuh "djedar-djedor". Dengan guyon, mereka bercerita tentang sulitnya mencari beras kala itu. Sampai-sampai koran pernah hampir tidak terbit karena para pengetiknya pergi mencari beras ke Klender dan Kara_wang. Kita pun tertawa dengan seloroh para pemuda egaliter ini ketika menertawai janggut baru yang dipelihara pemimpinnya setelah disekap di seksi polisi Pasar Baroe oleh Kenpei-polisi rahasia-Jepang. "Nampaknja lebih bersemangat dengan djenggotnja jang melengkoeng itoe, karena kalaoe sedang mengoenjah ramboetan, djenggotnja itoe bergojang-gojang...."

    Kurie Suditomo


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Fotografi

Merdeka: Nomor Istimewa

Seni Rupa

Pas atau Tak Pas, Itulah Soalnya

Legenda di Ruang Pamer

Buku

Rawls Menelusuri Iman dan Dosa

Indonesiana

Kabur Sekolah Demi Noor Din

Catatan Pinggir

Padri

Album

Penghargaan
Taufiequrrahman Ruki

TEMPO|interaktif

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif