• Home
  • 24 Agustus 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Hiburan
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Kolom
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Pendidikan
    • Buku
    • Digital
  • Selingan
    • Indonesiana
    • Iqra
  • Seni
    • Fotografi
    • Seni Rupa
    • Teater
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Obituari
    • Wawancara
  • Arsip
  • 24 Agustus 2009

    Kabur Sekolah Demi Noor Din

    Nama Noor Din M. Top sudah didaulat sebagai tersangka dalang sejumlah pengeboman. Berita tentang dirinya selalu membuat penasaran, apalagi di televisi. Begitulah, Sabtu dua pekan lalu, ketika televisi menyiarkan langsung kabar bahwa Noor Din terpojok di sebuah rumah di Dusun Beji, Temanggung, Jawa Tengah, jutaan pasang mata tak mau ketinggalan mengikutinya.

    Di antara para penonton itu adalah para guru dan murid di Sekolah Dasar Negeri 02 Kidangbang, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang, Jawa Timur. Penayangan terus-menerus, sejak pengepungan polisi dilakukan pada Jumat malam, membuat para penonton setia ini tak ingin ketinggalan babak akhir pengepungan.

    Sabtu pagi itu, guru muda Mahmudah dan seniornya, Yuni Astuti, mestinya memimpin 54 murid latihan baris-berbaris sebagai persiapan mengikuti lomba defile 17 Agustusan di Kantor Dinas Pendidikan Kecamatan Wajak. Murid peserta latihan dibagi dalam dua kelompok dan berlatih di tempat terpisah di luar sekolah.

    Sebelum istirahat, Mahmudah dan Yuni sempat mengintip kelas. Anak-anak masih mengikuti pelajaran sebagaimana mestinya. Namun, ketika waktu istirahat tiba pukul 09.00, mereka satu per satu beringsut pulang. Padahal, kegiatan belajar-mengajar mestinya masih berlangsung dua jam lagi. Siapa yang duluan pergi? Menurut desas-desus, ada empat guru pria yang pergi duluan, disusul enam guru perempuan, dan akhirnya hampir seratus murid yang ada di sekolah itu pun menghilang.

    Tinggallah Mahmudah dan Yuni celingukan karena mendapati sekolah mereka mendadak lengang. Tak bisa berbuat banyak, Mahmudah dan Yuni pun sepakat untuk... ikut pulang. "Toh, Sabtu, biasanya jam sekolah memang lebih pendek," Mahmudah nyengir, memberi maklum dirinya sendiri. Keduanya pun bergegas pulang. Barangkali juga tak mau ketinggalan tayangan tentang Noor Din.

    Abdi Purnomo

    Kapolda pun Bersorban

    Alunan zikir asmaul husna atau 99 nama Allah diiringi sayup-sayup suara electone tiba-tiba membuyarkan puluhan polisi yang sedang berbaris di depan masjid Markas Kepolisian Daerah Jawa Timur, sekitar pertengahan Juli lalu. Bukan bubar lalu masuk markas, para polisi ini bergegas mengambil air wudu di masjid yang berada tepat di tengah markas.

    Dari pengeras sua-ra, alunan zikir itu berulang-ulang diputar hingga beduk berdentum, tanda dimulainya salat Jumat. "Bagi anggota nonmuslim, diharap berkumpul di ruang Tribrata untuk berdoa bersama," seseorang berkata melalui pengeras suara.

    Suasana markas di Jalan Ahmad Yani, Surabaya, itu memang beda sejak kepemimpinan tertinggi di sana dipegang Inspektur Jenderal Polisi Anton Bachrul Alam. Tiap pagi dan siang, zikir asmaul husna, yang dibacakan 30 polisi dan dipimpin Kepala Bidang Telematika Polda Komisaris Besar Polisi Samsul Huda, selalu mengalun lirih, terdengar di semua pengeras suara yang ada di pojok-pojok markas.

    Masjid pun selalu dipenuhi makmum pada saat salat zuhur dan asar. Bahkan apel sore (bubaran untuk pulang), yang dulu dilakukan sebelum azan asar atau bahkan di tengah-tengah waktu azan, kini diundur menunggu selesainya asar di masjid.

    "Kalau waktu salat ada tamu, kami berharap seluruh tamu diajak ke masjid. Kalau nonmuslim, ya, diajak berkumpul di salah satu ruangan untuk berdoa bersama," kata Anton Bachrul Alam.

    Tak cukup di situ. Selain menyarankan anggotanya rajin salat berjamaah lima waktu serta meluncurkan tim asmaul husna, Anton juga menyarankan mereka bergiliran sehari 30 orang mengaji tiap habis subuh dengan target khatam Al-Quran tiap hari. "Tiap hari Pak Kapolda juga keliling ke masjid-masjid untuk salat berjamaah," kata Kepala Bidang Humas Polda Jawa Timur, Komisaris Besar Polisi Pudji Astuti.

    Ketika dilantik sebagai Kapolda Jawa Timur, Anton bahkan sering mengenakan sorban putih layaknya sosok Wali Songo dalam poster atau film. "Rasul dan para kekasih Allah dulu pakai sorban. Jadi, tak ada salahnya meniru beliau," kata Anton.

    Fatkhur Rohman Taufiq


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Fotografi

Merdeka: Nomor Istimewa

Seni Rupa

Pas atau Tak Pas, Itulah Soalnya

Legenda di Ruang Pamer

Buku

Rawls Menelusuri Iman dan Dosa

Indonesiana

Kabur Sekolah Demi Noor Din

Catatan Pinggir

Padri

Album

Penghargaan
Taufiequrrahman Ruki

TEMPO|interaktif

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

Seni & Hiburan

Promotor Konser Lady Gaga Belum Dapat 3 Izin

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif