• Home
  • 31 Agustus 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 31 Agustus 2009

    "Ada Pemimpin yang Tak Peduli Power"

    LAMA tak muncul di depan publik, Bacharuddin Jusuf Habibie, 73 tahun, masih berapi-api seperti dulu. Setiap kali berbicara, matanya membelalak. Malam itu senyum lebarnya ditebarkan ke seluruh penjuru ruangan tempat peluncuran buku 517 Tage. Indonesien: Geburt einer Demokratie. Di tengah kesibukannya menyapa tamu-tamu, dia memberikan wawancara khusus kepada Sri Pudyastuti Baumeister dari Tempo.

    Mengapa buku Detik-Detik yang Menentukan diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman?

    Untuk memberikan pengertian, pemahaman, bagaimana situasi di Indonesia yang, insya Allah, dengan begitu bisa menarik investor asing untuk datang ke Indonesia dan sebagainya.

    Itu sebabnya buku itu diterjemahkan ke bahasa Jerman?

    Buku pertama saya susun untuk masyarakat Indonesia. Lalu diterjemahkan ke dalam bahasa Inggris dan Cina. Cina lho yang minta, bukan saya yang mau. Ada lagi yang bilang, "Kenapa tidak diterjemahkan ke dalam bahasa Jerman? Pak Habibie kan fasih berbahasa Jerman?" Saya bilang, ah, saya memang fasih ngomong, tapi enggak bisa menerjemahkan. Lalu ada tim dari Kedutaan Jerman di Jakarta yang membantu. Hasilnya 98 persen oke, tapi yang dua persen masih harus diperiksa lagi. Sampai akhirnya 100 persen oke. Jadi buku itu tidak ada perubahan, sama seperti aslinya.

    Tapi, dari judulnya, sepertinya ada perbedaan, ya? Versi Indonesia mengisahkan detik-detik menjelang Anda menjadi presiden. Versi Jerman mengisahkan masa 517 hari menjadi presiden?

    Tidak, tidak. Ibarat usia kandungan sembilan bulan, selalu ada risikonya. Inilah detik-detik menjelang kelahiran demokrasi. Dan demokrasi yang dikandung selama 517 hari selamat dilahirkan. Tidak terjadi balkanisasi, atau negara sosialis, negara Islam, atau negara apa pun.

    Apa yang ditekankan dalam buku versi Jerman ini?

    Buku ini menunjukkan ada seorang pemimpin dari suatu sistem demokrasi yang tidak peduli terhadap power. Sebab, kalau dia peduli, dia akan merekayasa dan menghalalkan segala cara untuk mendapatkan power. Dus, Indonesia membutuhkan seseorang yang mau menyelesaikan masalah. Maka Pak Utz (Herbert Utz, penerbit buku versi Jerman) mengatakan, "Dari kacamata Pak Habibie, kehadiran Bapak amat menentukan penyelesaian di Indonesia, tapi dari kacamata dunia yang sudah mengenal demokrasi sejak 2.500 tahun yang lalu, kehadiran Pak Habibie luar biasa, apalagi Indonesia bukan negara kecil."

    Kenapa penerbit Herbert Utz GmbH yang dipilih?

    Ini atas rekomendasi Profesor Laschka (ahli aerophysik, kolega Habibie di Universitas Teknik Muenchen) karena Herbert Utz juga insinyur pesawat dari Universitas Teknik Muenchen.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Tari

Meleburkan Okinawa dengan Jawa

Indonesiana

Buka Baju Karena Kecewa

Pesta Dangdut di Ruang Sidang

Buku

Bukan Sekadar Terjemahan

"Ada Pemimpin yang Tak Peduli Power"

Agama

Putu Lahir Jadi Pandita

Seni Rupa

Badut Sirkus Kontemporer

Wajah yang Menyapa dan Disapa

Album

PENGHARGAAN
Rifki Febriansyah, Aditya Ashar, Dyani Primasari

Catatan Pinggir

Modernitas

TEMPO|interaktif

Motor Honda Raih Lima Penghargaan Merek Terbaik

PT ASTRA HONDA MOTOR

Olahraga

Usai Berdiskusi dengan Klub, Suarez Akui Kesalahan

Olahraga

Aston Villa-Manchester City Masih Tanpa Gol

Olahraga

Inter Milan Ditundukkan Tim Juru Kunci

Olahraga

Hadapi Aston Villa, City Rotasi Sejumlah Pemain

Bisnis

Duta Besar AS untuk Cina Menjadi Direktur Ford

Internasional

Kaisar Akihito Jalani Operasi Bedah Jantung

Olahraga

Luis Suarez Akhirnya Minta Maaf

Metro

Bus Hantam Angkot di Jagorawi, 16 Cedera  

Otomotif

KMI Gelar Test Drive KIA on Tour 2012

PT KIA MOBIL INDONESIA

Olahraga

Babak Pertama, Novara Mampu Tahan Inter Milan

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif