Perbankan
Penanganan Century Diaudit
Hiruk-pikuk Bank Century belum reda. Kamis pekan lalu, Dewan Perwakilan Rakyat meminta Badan Pemeriksa Keuangan mengaudit penanganan Bank Century. Dewan mempertanyakan penyertaan modal Rp 6,7 triliun yang dikucurkan Lembaga Penjamin Simpanan untuk menyehatkan bank bekas milik Robert Tantular itu. "Dasar hukumnya apa menalangi sebesar itu," kata Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan Achmad Hafiz Zawawi. Soalnya, dalam rapat terakhir dengan Komisi, Lembaga Penjamin hanya memberi tahu telah menyuntikkan dana Rp 1,3-1,6 triliun.
Firdaus Djaelani, Kepala Eksekutif Lembaga Penjamin, mengungkapkan pihaknya sudah empat kali menyuntikkan dana buat Bank Century. Sekitar 60 persen dari suntikan modal digunakan untuk membayar deposan yang telah jatuh tempo. Lembaga Penjamin terpaksa menyertakan modal sebesar itu karena sebagian deposan kakap yang telah jatuh tempo tidak lagi bertahan di bank itu. Ia berkilah bahwa dalam rapat dengar pendapat sebelumnya belum dibicarakan soal angka.
Menanggapi permintaan Dewan, Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan Badan Pemeriksa Keuangan sudah menjalankan audit. Auditor utama keuangan negara II BPK Syafri Adnan Baharuddin menambahkan, audit baru masuk tahap pemeriksaan pendahuluan. Ia mensinyalir ada indikasi penyalahgunaan dana yang disuntikkan ke Century.
Telekomunikasi
BlackBerry Direstui di Indonesia
BADAN Regulasi Telekomunikasi Indonesia menerima kelengkapan, mekanisme, dan prosedur pendirian Research In Motions-Authorized Repair Facility, pusat layanan purnajual BlackBerry, di Indonesia. Demikian hasil rapat yang dipimpin Sekretaris Jenderal Departemen Komunikasi dan Informasi Basuki Yusuf Iskandar-pelaksana tugas Direktur Jenderal Pos dan Telekomunikasi-yang juga Ketua Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia, di Jakarta, Rabu pekan lalu.
Badan Regulasi meminta RIM membikin surat bermeterai, menyatakan kesanggupan memberikan garansi dan layanan purnajual. Kecuali bila alat dan perangkat telekomunikasi itu tidak diperdagangkan. Surat harus diteken pejabat perwakilan di Indonesia dan eksekutif dari kantor pusat Kanada. Mereka harus memastikan, pusat layanan ini bersifat total solution. Sehingga kerusakan apa pun tidak perlu diperbaiki di luar negeri. Vendor, importir, dan distributor BlackBerry yang tidak berafiliasi dengan RIM juga diwajibkan menyediakan layanan purnajual.
Pusat servis BlackBerry telah beroperasi sejak 21 Agustus 2009. RIM akan memperbaiki semua smartphone BlackBerry yang bergaransi dan dijual melalui jalur-jalur resmi di Indonesia. Saat ini, operator yang bekerja sama adalah Telkomsel, Indosat, XL, dan Axis.
Cukai
Cukai Rokok Naik
HARGA eceran rokok akan bertambah mahal mulai Januari tahun depan. Pemerintah akan menaikkan tarif cukai rokok minimal 5 persen. "Bisa lebih dari itu," kata Direktur Jenderal Bea dan Cukai Anwar Suprijadi, di Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta, Rabu pekan lalu. Anwar menjelaskan kenaikan tarif cukai tersebut dilakukan untuk alasan kesehatan. Selain itu, untuk memenuhi target penerimaan bea dan cukai tahun depan. Anwar optimistis bisa mencapainya kendati perekonomian masih loyo.
Di Bea Cukai kini digalakkan usaha-usaha internal untuk mempertahankan penerimaan negara kendati tarifnya dinaikkan atau ada kejadian lain. Berdasarkan pengalaman triwulan pertama 2009, ketika impor susut 30 persen, ternyata pendapatan bea masuk cuma menciut 12 persen. Penerimaan cukai juga meningkat 12 persen pada saat produksi tumbuh 5 persen saja. "Berarti internal effort jalan," katanya.
Industri
Sertifikasi Halal Ditolak
PARA pebisnis yang tergabung dalam Kamar Dagang dan Industri Indonesia menolak kewajiban sertifikasi halal dalam Rancangan Undang-Undang Jaminan Produk Halal. Rancangan beleid baru itu kini tengah dibahas pemerintah bersama Dewan Perwakilan Rakyat. Aturannya, label halal wajib ditempel di setiap produk makanan, obat, kosmetik, dan lainnya. Produsen yang tak patuh akan dikenai sanksi administratif dan pidana.
Wakil Ketua Umum Kadin Haryadi B. Sukamdani memperkirakan, cap halal akan meningkatkan ongkos produksi Rp 2 juta per produk. "Ini berlebihan," kata Haryadi, Selasa pekan lalu. Pengusaha juga mempertanyakan kemampuan lembaga pemeriksa sertifikasi karena produk yang mesti diaudit sangat banyak. "Bayangkan antreannya, belum lagi biayanya," kata Haryadi. Ia mengusulkan, label halal dilakukan sukarela seperti saat ini.
Perbankan
Sepakat Turunkan Bunga
PERBANKAN sepakat menurunkan bunga simpanan. Para bankir dan deposan kakap pun bermufakat dihapuskannya bunga khusus. Keputusan itu diambil dalam pertemuan yang dipimpin Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati di Jakarta, Rabu pekan lalu. Sebelumnya, 14 bank besar membikin kesepakatan bersama Bank Indonesia, selama tiga bulan ke depan bank hanya memberikan bunga deposito maksimal 1,5 persen di atas BI Rate. Selanjutnya, bunga deposito cuma boleh 0,5 persen di atas BI Rate.
Artinya, jika BI Rate tetap 6,5 persen seperti saat ini, bunga deposito maksimal 8 persen sampai November. Bulan berikutnya menjadi 7 persen. Bank sentral mengecualikan bank kecil untuk meningkatkan daya saing. Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia Darmin Nasution optimistis, dana deposan tak bakal kabur ke bank kecil. Sebab, bank kecil tidak punya kemampuan menyerap deposito besar-besaran. Kesepakatan tersebut, kata Darmin, juga mengikat bank lain, termasuk bank asing.
RAPBN 2010
Target Pertumbuhan Direvisi
PEMERINTAH serta Komisi Keuangan dan Perbankan Dewan Perwakilan Rakyat menyepakati perubahan asumsi pertumbuhan ekonomi 2010 menjadi 5,5 persen dari sebelumnya 5 persen. Konsekuensinya, pemerintah diizinkan memperlebar defisit anggaran lebih dari 1,6 persen dari produk domestik bruto. "Supaya perekonomian tahun depan lebih ekspansif," kata Ketua Komisi Keuangan dan Perbankan Ahmad Hafiz Zawawi di gedung Dewan Perwakilan Rakyat Jakarta pekan lalu.
Saat membacakan nota keuangan Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2010 pada Juli lalu di gedung Dewan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono menyebutkan target pertumbuhan ekonomi tahun depan dipatok hanya 5 persen. Defisit anggaran ditetapkan hanya 1,6 persen dari produk domestik bruto. Pemerintah menganggarkan belanja negara Rp 1.009,5 triliun. Sekitar Rp 76,9 triliunnya dialokasikan untuk belanja modal. Anggota Dewan dan para ekonom menilai target pertumbuhan sebesar itu terlalu pesimistis dan kurang ekspansif.
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pemerintah akan mempertimbangkan segala upaya untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi. Salah satunya menggenjot investasi di kisaran 6-8 persen. "Jika investasi mendekati dua digit, ada peluang pertumbuhan di atas 5 persen," katanya. Adapun Kepala Badan Kebijakan Fiskal Departemen Keuangan Anggito Abimanyu mengatakan lembaganya akan segera menghitung dampak perubahan asumsi pertumbuhan ekonomi ini terhadap defisit anggaran.
Perdagangan Dunia
Cina Eksportir Terbesar Dunia
RASANYA tidak berlebihan bila banyak ekonom menaksir Cina menjadi negara pertama yang bangkit dari jurang krisis. Organisasi Perdagangan Dunia (World Trade Organization) menyebutkan Cina telah melampaui Jerman sebagai negara eksportir terbesar di dunia pada semester pertama tahun ini. "Dengan selisih yang tipis, Cina memenangi pertarungan ekspor dunia. Persaingan di antara kedua negara sangat ketat," ujar Patrick Low, Kepala Ekonom WTO.
People's Daily Online melansir selama enam bulan pertama tahun ini total volume ekspor Cina naik menjadi US$ 521,7 miliar, sedikit di atas Jerman yang mencapai US$ 521,6 miliar. Ekonomi Cina pun diprediksi tumbuh di atas 10 persen pada kuartal pertama 2010.
Menurut Ba Shusong, Deputi Direktur Development Research Center, yang berafiliasi dengan Dewan Nasional Cina, berdasarkan percepatan pertumbuhan ekonomi pada kuartal lalu, Cina akan menjadi negara yang pertama pulih dari resesi global. "Cina telah melewati titik terburuk dari krisis," kata Ba kepada Shanghai Securities News.
Negara ini tumbuh 7,9 persen pada kuartal kedua lalu. Menurut Ba, paket stimulus ekonomi US$ 585 miliar mampu mendorong pemulihan ekonomi, mencapai rekor pertumbuhan kredit, serta memperbaiki permintaan ekspor. Target pertumbuhan 8 persen tahun ini pun bukan tidak mungkin terlampaui.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

