ADA saja pedagang makanan yang sudah siap menjaja pada pagi buta- sepanjang bulan puasa. Jumlahnya tentu lebih sedikit dibanding pada saat buka puasa. Untuk penikmat kuliner di Ibu Kota, inilah sebagian pilihan bersahur:
Bebek Goreng Jalan Panjang
Kebon Jeruk, Jakarta Barat
Nasi uduk dengan bebek goreng dan sambal setan di Jalan Panjang, Kebon Jeruk, dapat menjadi alternatif makan sahur. Sambal setan amatlah pedas, hasil racikan Ibu Nur, begitu pemilik warung biasa disebut. Pada bulan puasa, warung buka hingga usai sahur. Pada hari biasa, mereka tutup sekitar pukul 01.00. Bebek goreng dijual Rp 18.000 per porsi.
Di sekitar kawasan Jalan Panjang berderet warung tenda yang menyediakan menu sahur. Di antaranya sate kambing muda 999, lele goreng, ayam goreng, dan aneka minuman.
Kedai Kapau
Pasar Senen, Jakarta Pusat
Kedai kapau atau masakan padang di kompleks Pasar Senen buka dari sore hingga menjelang subuh. Masakan padang bersantan dan pedas tersedia dalam beragam pilihan. Ada lemang bakar, ikan balado, ayam bakar, ikan bakar, gulai tunjang. Pilihan lain, bebek goreng cabai hijau dan kepala kakap. Masakan yang menggugah selera ini harganya lumayan terjangkau. Lemang bakar dijual Rp 15 ribu. Nasi lauk gulai tunjang Rp 15 ribu, bebek cabai hijau Rp 20 ribu. Yang paling mahal, kepala kakap Rp 35 ribu.
Sea Food Persimpangan Panglima Polim
Jakarta Selatan
Warung tenda milik Topo dan Cak Ipit menjual aneka masakan laut yang segar. Kerang, ikan, kepiting dimasak dengan margarin. Bumbunya pedas, mengundang selera. Ikan bakar baronang adalah menu andalan warung ini.
Di sekitar warung Topo dan Cak Ipit, ada pula soto ayam, ayam goreng, roti bakar, aneka sari buah. Warung tenda ini lebih ramai pada akhir pekan. Khusus bulan Ramadan, warung buka hingga pukul 04.00. Pada hari-hari biasa, mereka tutup begitu lewat tengah malam. Kelompok pengendara sepeda motor kerap nongkrong di sini.
Ketupat Sayur Mandala
Jalan Mampang Raya, Jakarta Selatan
Mudah sekali menemukan warung tenda Ketupat Sayur Mandala milik Mahwono. Beratap terpal kuning, warung ini selalu ramai dan penuh antrean. Kamis malam pekan lalu, pengunjung memenuhi deretan meja panjang. Tiga tikar dipasang di samping warung. Mahwono bisa menjual 1.000 ketupat per malam. Warung ini buka dari pukul 20.00 hingga subuh.
Ketupatnya diolah dari beras pulen, jadi empuk dan kenyal. Padanannya adalah labu siam dimasak dengan santan encer. Harganya Rp 6 ribu hingga Rp 18 ribu per porsi, tergantung "kelengkapan"-nya: telur, ayam opor, daging sapi, atau campuran aneka lauk itu.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

