• Home
  • 31 Agustus 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 31 Agustus 2009

    Info Hidup Sehat

    Fakta Baru Bahaya Rokok

    American Cancer Society dan World Lung Foundation baru menerbitkan The Tobacco Atlas edisi ketiga, yang berisi semua informasi terbaru tentang dampak rokok. Fakta tersebut dipaparkan di LIVESTRONG Global Cancer Summit di Dublin, Irlandia, Selasa pekan lalu.

    Berikut ini beberapa fakta "mematikan" yang diakibatkan rokok:

  • Diperkirakan membunuh enam juta jiwa setiap tahun di seluruh dunia.
  • Mengakibatkan kerugian ekonomi global US$ 500 miliar atau lebih dari Rp 5.000 triliun per tahun karena penurunan produktivitas, penyalahgunaan sumber daya, dan kematian prematur.
  • Semua penyakit dan kematian akibat rokok dapat dicegah melalui kebijakan publik yang baik, seperti pajak rokok, larangan beriklan, tempat publik bebas rokok, peringatan kesehatan pada kotak rokok, dan laporan.
  • Pada 2015, diperkirakan 2,1 juta kematian karena kanker disebabkan oleh rokok.
  • Pada 2030, sebagian besar kematian tersebut-sekitar 83 persen-menimpa negara berpenghasilan menengah dan rendah.
  • Di negara berkembang, para perokok membelanjakan penghasilan mereka secara tidak proporsional untuk rokok. Padahal uang mereka lebih baik dibelanjakan untuk makanan dan kebutuhan penting lain.
  • Terjadi tren yang kuat, industri rokok memindahkan pasar dan penjualannya ke negara kurang maju, yang tidak memiliki kebijakan kesehatan yang baik dan kontrolnya terhadap rokok kecil.
  • Pada 2010, diperkirakan 72 persen orang yang mati karena merokok berasal dari negara berpenghasilan menengah-rendah.
  • Penanaman tembakau merugikan karena mengurangi potensi untuk menanam tanaman bahan makanan hampir 4 juta hektare.

    Ludahmu, Penolongmu

    Peneliti dari University of California Los Angeles School of Dentistry menemukan bahwa ludah bisa digunakan sebagai alat deteksi dini kanker mulut. Bila saliva mengandung setidaknya 50 mikroRNA, itu berarti orang yang bersangkutan kemungkinan besar menderita kanker. MikroRNA adalah molekul yang mengontrol aktivitas dan mempengaruhi perilaku beragam gen.

    "Kondisi rongga mulut merupakan cermin kesehatan sistemik dan berbagai penyakit dalam tubuh," kata penulis penelitian, Dr David T. Wong, profesor dari Universitas California. Dan memang sudah menjadi cita-cita para peneliti kanker untuk bisa mendeteksi penyakit ganas tersebut tanpa harus melakukan biopsi atau pemotongan jaringan tubuh.

    Penelitian yang dimuat di jurnal Clinical Cancer Research 25 Agustus lalu itu masih perlu penelitian lanjutan untuk hasil yang lebih akurat.

    Waspadai Pemindai

    Hati-hati dengan penggunaan tes pemindai, baik dengan CT-scan maupun MRI. Sebab, menurut penelitian terbaru dari Emory University School of Medicine, Atlanta, Amerika Serikat, alih-alih sembuh dari penyakit, pasien yang di-pindai malah terpapar radiasi yang dipancarkan oleh peralatan canggih dan mahal itu. Zat radioaktif tersebut bisa mengakibatkan kanker dan kerusakan fungsi tubuh lain.

    "Penelitian ini dilakukan dengan alasan makin canggihnya perkembangan alat pemindai tersebut, dan peralatan itu telah menjadi bagian yang sangat membantu dalam mendiagnosis penyakit," ujar Dr Reza Fazel, ahli jantung dari Universitas Emory.

    Memang sudah menjadi pemahaman umum, penggunaan alat scan berdampak masuknya zat radioaktif ke dalam tubuh, meski dalam jumlah kecil dan dapat disembuhkan. Tapi, dengan adanya peningkatan luar biasa biaya kesehatan akibat penggunaan alat pemindai canggih ini, peneliti menyarankan menghindari penggunaan yang tidak penting. "Ada bukan berarti harus digunakan," kata Reza Fazel.

    Hasil penelitian yang di-muat di New England Journal of Medicine ini merupakan peringatan kare-na baru ada riset terbatas yang membandingkan apakah penggunaan alat pemin-dai benar besar manfaatnya pada kesehatan.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Tari

Meleburkan Okinawa dengan Jawa

Indonesiana

Buka Baju Karena Kecewa

Pesta Dangdut di Ruang Sidang

Buku

Bukan Sekadar Terjemahan

"Ada Pemimpin yang Tak Peduli Power"

Agama

Putu Lahir Jadi Pandita

Seni Rupa

Badut Sirkus Kontemporer

Wajah yang Menyapa dan Disapa

Album

PENGHARGAAN
Rifki Febriansyah, Aditya Ashar, Dyani Primasari

Catatan Pinggir

Modernitas

TEMPO|interaktif

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif