Fakta Baru Bahaya Rokok
American Cancer Society dan World Lung Foundation baru menerbitkan The Tobacco Atlas edisi ketiga, yang berisi semua informasi terbaru tentang dampak rokok. Fakta tersebut dipaparkan di LIVESTRONG Global Cancer Summit di Dublin, Irlandia, Selasa pekan lalu.
Berikut ini beberapa fakta "mematikan" yang diakibatkan rokok:
Ludahmu, Penolongmu
Peneliti dari University of California Los Angeles School of Dentistry menemukan bahwa ludah bisa digunakan sebagai alat deteksi dini kanker mulut. Bila saliva mengandung setidaknya 50 mikroRNA, itu berarti orang yang bersangkutan kemungkinan besar menderita kanker. MikroRNA adalah molekul yang mengontrol aktivitas dan mempengaruhi perilaku beragam gen.
"Kondisi rongga mulut merupakan cermin kesehatan sistemik dan berbagai penyakit dalam tubuh," kata penulis penelitian, Dr David T. Wong, profesor dari Universitas California. Dan memang sudah menjadi cita-cita para peneliti kanker untuk bisa mendeteksi penyakit ganas tersebut tanpa harus melakukan biopsi atau pemotongan jaringan tubuh.
Penelitian yang dimuat di jurnal Clinical Cancer Research 25 Agustus lalu itu masih perlu penelitian lanjutan untuk hasil yang lebih akurat.
Waspadai Pemindai
Hati-hati dengan penggunaan tes pemindai, baik dengan CT-scan maupun MRI. Sebab, menurut penelitian terbaru dari Emory University School of Medicine, Atlanta, Amerika Serikat, alih-alih sembuh dari penyakit, pasien yang di-pindai malah terpapar radiasi yang dipancarkan oleh peralatan canggih dan mahal itu. Zat radioaktif tersebut bisa mengakibatkan kanker dan kerusakan fungsi tubuh lain.
"Penelitian ini dilakukan dengan alasan makin canggihnya perkembangan alat pemindai tersebut, dan peralatan itu telah menjadi bagian yang sangat membantu dalam mendiagnosis penyakit," ujar Dr Reza Fazel, ahli jantung dari Universitas Emory.
Memang sudah menjadi pemahaman umum, penggunaan alat scan berdampak masuknya zat radioaktif ke dalam tubuh, meski dalam jumlah kecil dan dapat disembuhkan. Tapi, dengan adanya peningkatan luar biasa biaya kesehatan akibat penggunaan alat pemindai canggih ini, peneliti menyarankan menghindari penggunaan yang tidak penting. "Ada bukan berarti harus digunakan," kata Reza Fazel.
Hasil penelitian yang di-muat di New England Journal of Medicine ini merupakan peringatan kare-na baru ada riset terbatas yang membandingkan apakah penggunaan alat pemin-dai benar besar manfaatnya pada kesehatan.
"Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486
Download versi digitalnya :
1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini
Terima Kasih.

