• Home
  • 31 Agustus 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 31 Agustus 2009

    Taufiq Kiemas:
    SBY itu Sahabat Saya

    PARTAI Banteng dan Taufiq Kiemas tak mungkin bisa dipisahkan. Sebagai Ketua Dewan Pertimbangan Pusat, pengarahan "TK"-demikian dia biasa disapa-amat menentukan warna Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan. Posisinya sebagai suami Megawati Soekarnoputri, Ketua Umum PDIP, membuat pengaruhnya makin dominan.

    Itulah sebabnya pernyataan TK yang memuji pidato pengantar Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara yang dibacakan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono di parlemen, awal bulan ini, langsung ditafsirkan macam-macam. Pujian hangat itu seperti sinyal pertama mencairnya ketegangan PDIP-Demokrat pascapemilihan presiden.

    Isyarat TK itu langsung ditindaklanjuti oleh kader PDIP, yang kemudian menyiapkan pertemuan antara Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo dan Megawati di Jalan Teuku Umar, dua pekan lalu. Sejak itu, kabar burung bergulir makin kencang: Partai Banteng akan bergabung dengan koalisi partai pendukung Presiden SBY.

    Kamis pekan lalu, Taufiq Kiemas bersedia menerima Arif Zulkifli, Wahyu Dhyatmika, dan Sunudyantoro dari Tempo untuk menjelaskan apa yang terjadi di balik layar Teuku Umar.

    Mengapa PDI Perjuangan memilih merapat ke Demokrat?

    Begini, ya. Kedua partai ini kan nasionalis? Megawati dan Susilo Bambang Yudhoyono itu sama-sama Pancasilais. Kedua partai ini sama-sama berjuang untuk pluralisme dan demokrasi. Karena itulah kami tidak boleh bertengkar. Kalau sampai kami tidak bersatu, kita semua yang akan rugi.

    Ada kabar PDIP merapat ke SBY karena sudah lelah beroposisi....

    Bukan itu. Ini masalah kebangsaan. Masalah ideologi di kita ternyata belum selesai. Apalagi dengan peristiwa pengeboman JW Marriott-Ritz Carlton dan ancaman terorisme seperti sekarang. Semua kaum nasionalis harus bersatu. Nanti, 2014, mau berkompetisi lagi, ya silakan....

    Sejak kapan pendekatan dilakukan?

    Kami sudah mulai berkomunikasi sejak sebelum pemilihan umum legislatif. Sebelum pemilihan presiden, sebenarnya pendekatan juga intensif dilakukan. Terakhir, ya... kedatangan Ketua Umum Partai Demokrat Hadi Utomo menemui Ketua Umum PDIP di Teuku Umar, dua pekan lalu.

    Anda sendiri pernah berkomunikasi dengan Presiden Yudhoyono soal ini?

    Belum pernah. Kami cukup menggunakan bahasa hati. SBY kan sahabat saya.

    Demokrat kabarnya siap mendukung Anda menjadi Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat....

    Saya sebenarnya sudah dicalonkan menjadi Ketua MPR pada 2004. Anda bisa tanya pemimpin Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan ketika itu. Justru saya yang waktu itu tidak mau.

    Apakah sudah dihitung bagaimana reaksi pendukung akar rumput PDIP jika koalisi ini benar terwujud?

    Sudah. Tidak ada masalah. Kami sudah berkeliling ke daerah-daerah. Mereka selama ini diajak susah saja mau, kok, apalagi ini diajak senang. Masak tidak mau? (Taufiq terbahak).

    Ada yang khawatir keputusan PDIP bergabung ini menyebabkan kekuasaan Presiden terlalu besar....

    Tentu tidak. Di parlemen, PDIP tetap akan kritis. Kami akan menjadi loyalis kritis. Jangan takut soal itu.

    Bagaimana dengan masalah-masalah selama pemilu presiden lalu? Apakah itu tidak menjadi pertimbangan?

    Tidak ada itu. Kalau sudah kalah, ya kalah saja. Tidak perlu mencari alasan macam-macam.

    Bagaimana bentuk kesepakatan koalisi PDIP-Demokrat kelak? Ada kontrak yang disiapkan?

    Berjabatan tangan saja cukup. PDIP selalu jujur, tidak pernah menipu orang.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Tari

Meleburkan Okinawa dengan Jawa

Indonesiana

Buka Baju Karena Kecewa

Pesta Dangdut di Ruang Sidang

Buku

Bukan Sekadar Terjemahan

"Ada Pemimpin yang Tak Peduli Power"

Agama

Putu Lahir Jadi Pandita

Seni Rupa

Badut Sirkus Kontemporer

Wajah yang Menyapa dan Disapa

Album

PENGHARGAAN
Rifki Febriansyah, Aditya Ashar, Dyani Primasari

Catatan Pinggir

Modernitas

TEMPO|interaktif

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif