• Home
  • 31 Agustus 2009
  • English
  • rss
  • CARI BERITA
Home
Online
  • TEMPOinteraktif
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Halaman Utama
  • Ekonomi
    • Ekonomi dan Bisnis
  • Gaya Hidup
    • Kesehatan
    • Film
    • Gaya Hidup
  • Hukum
    • Hukum
  • Internasional
    • Internasional
  • Laporan Utama
    • Laporan Utama
  • Nasional
    • Nasional
  • Opini
    • Catatan Pinggir
    • Opini
  • Prelude
    • Album
    • Surat
    • Inovasi
    • Etalase
    • Kartun
  • Sains
    • Lingkungan
    • Buku
    • Agama
  • Selingan
    • Indonesiana
  • Seni
    • Seni Rupa
    • Tari
    • Seni
  • Tokoh
    • Pokok dan Tokoh
    • Wawancara
  • Arsip
  • 31 Agustus 2009

    Ekonomi Bangkit, Sementara Ini

    EKONOMI Indonesia mulai bangkit, walaupun belum bisa dikatakan normal. Pertumbuhan ekonomi tiga bulanan (triwulan) mengabarkan perbaikan itu. Bila data tiga bulan pertama 2009 dibandingkan tiga bulan sebelumnya, kelihatan ekonomi tumbuh 2 persen. Kabar baiknya, dibandingkan dengan prestasi triwulan pertama, pertumbuhan di triwulan kedua 2009 sedikit lebih tinggi, yakni 2,6 persen. Tingkat pertumbuhan ini sudah hampir menyamai data triwulan kedua tahun lalu.

    Pada zaman normal, pertumbuhan sebesar itu tentu tergolong rendah. Tapi, tatkala ekonomi dirundung krisis global sejak tahun lalu, tak mudah mencapai prestasi itu. Indonesia merupakan sedikit negara di dunia dengan pertumbuhan ekonomi positif, seperti juga Cina dan India.

    Bursa Efek Indonesia bisa dipakai sebagai indikator perbaikan ekonomi itu. Indeks harga saham dan kapitalisasi pasar Bursa Indonesia sudah menyamai kondisi sebelum krisis. Bahkan pada semester pertama 2009, Bursa Indonesia paling mengkilap di dunia. Kinerja perusahaan anggota bursa juga menanjak. Nilai tukar rupiah juga menguat di kisaran Rp 10.000 per dolar Amerika. Danareksa Research Institute menunjukkan, perekonomian Indonesia mulai menanjak kembali sejak Maret 2009.

    Optimisme itu makin kuat manakala melihat perekonomian Jepang, Korea Selatan, Singapura, dan Thailand. Keempat negara industri utama Asia itu tumbuh positif selama April-Juni 2009. Ekonomi Jerman dan Prancis mulai positif dan sekaligus mampu mengangkat perekonomian Eropa, sehingga pertumbuhan ekonomi kawasan itu hanya minus 0,1 persen. Angka ini jauh lebih baik dibanding triwulan sebelumnya yang minus 2,5 persen.

    Sebaiknya Indonesia tidak terlalu silau dengan data statistik itu. Masih ada beberapa masalah yang membuat kita skeptis. Dikhawatirkan pemulihan Indonesia hanya untuk jangka pendek. Perbankan memang jauh lebih kuat dibandingkan krisis 1997-1998. Berbagai sektor masih tumbuh mengesankan-antara lain telekomunikasi, listrik, dan jasa. Hanya ekspor dan impor yang belum mampu bangkit karena Amerika dan Eropa masih kolaps. Ternyata berkah datang dari dalam negeri. Konsumsi pasar domestik mampu menggantikan pasar ekspor.

    Masalah akan muncul dalam jangka panjang. Perekonomian Indonesia diperkirakan tidak akan mampu bersaing ketika ekonomi global mulai normal. Sektor manufaktur sebagai penyumbang terbesar pertumbuhan justru letoi dalam satu dasawarsa ini. Tahun lalu sektor ini hanya tumbuh 3,7 persen. Padahal pada 1994-1996 pertumbuhannya tiga kali lipat angka tahun lalu. Dalam sepuluh tahun terakhir ini tren pertumbuhan manufaktur terus menurun. Pertumbuhan industri tekstil, kertas, semen, dan logam malah negatif.

    Celakanya, masalah yang dihadapi tak banyak berubah semenjak lima tahun pertama pemerintahan Susilo Bambang Yudhoyono. Ekonomi biaya tinggi masih bercokol di pelabuhan. Penyelundupan barang, kebanyakan dari Cina, tetap deras dan sangat mengganggu produsen lokal. Infrastruktur masih belepotan, terutama sektor transportasi. Regulasi masih banyak yang tidak memihak pada dunia usaha. Masalah laten ini perlu segera dicarikan jalan keluar.

    Kegagalan mengatasi masalah laten itu akan mengakibatkan Indonesia sulit mencapai pertumbuhan 7-8 persen seperti sebelum krisis 1997. Tanpa perbaikan manufaktur, pertumbuhan Indonesia ditaksir hanya akan mencapai sekitar 5 persen. Artinya, pemerintah tak sepenuhnya bisa menurunkan tingkat pengangguran dan kemiskinan. Padahal penanganan dua masalah besar itu merupakan tolok ukur penting keberhasilan pemerintah.


    "Nikmati tulisan lengkap artikel ini pada versi cetak dan versi digital majalah Tempo" Silahkan hubungi customer service kami untuk berlangganan edisi cetak di 021-5360409 ext 9. Silahkan hubungi Pusat Data Analisa Tempo untuk mendapatkan versi arsip dalam bentuk PDF, di 021-7255624 ext 486

    Download versi digitalnya :
    1. iPad : melalui aplikasi Tempo Media Apps. Klik disini
    2. Samsung Galaxy Tab melalui aplikasi Samsung E Reader. Klik disini
    3. Huawei Ideos S7 melalui aplikasi XL-Baca. Klik disini

    Terima Kasih.

cover

Tari

Meleburkan Okinawa dengan Jawa

Indonesiana

Buka Baju Karena Kecewa

Pesta Dangdut di Ruang Sidang

Buku

Bukan Sekadar Terjemahan

"Ada Pemimpin yang Tak Peduli Power"

Agama

Putu Lahir Jadi Pandita

Seni Rupa

Badut Sirkus Kontemporer

Wajah yang Menyapa dan Disapa

Album

PENGHARGAAN
Rifki Febriansyah, Aditya Ashar, Dyani Primasari

Catatan Pinggir

Modernitas

TEMPO|interaktif

Metro

Buru Penembak Satpam IPB, Polisi Bentuk Tim Khusus

Olahraga

Babak I, Inter Ungguli Indonesia Selection 2-1  

Olahraga

Thomas-Uber Gagal, Pelatnas PBSI Harus Dievaluasi

Nasional

Soksi Bentuk Satuan Tugas Pemenangan Ical

Nasional

Siswa Nilai UN Tertinggi Begadang demi Barcelona  

Cawagub Didik Tolak Pengunduran Penetapan DPT  

Internasional

Senator Australia Dukung Bebas Visa bagi WNI  

Nasional

Lulus Ujian, Siswa Madrasah di Bima Bantu Korban Banjir

Metro

Berkas Satu Pengeroyok Geng Motor Dilimpahkan  

Olahraga

Inter Milan Duetkan Milito-Longo

Olahraga

Kandaskan Korea, Cina Rebut Kembali Piala Uber

iklan generik

Top
  • Majalah Tempo
  • English Edition
  • Koran Tempo
  • PDAT
  • Photostock
  • U-Mag
  • Ruang Baca
  • Blog
  • Jurnalisme Publik
  • iTempo
  • Video
  • Audio
  • Infografis
  • Nasional
  • Metro
  • Bisnis
  • Olahraga
  • Teknologi
  • Gaya Hidup
  • Seni & Hiburan
  • Internasional
  • Selebritas
  • Kolom
  • English
  • Japanese
  • Help
  • About us
  • Contact
Copyright 2011 TEMPOinteraktif